60 Pengemudi SPPG Depok Dibekali Ilmu Safety Driving oleh Satlantas Polres, Dukung Distribusi MBG Aman & Tepat Sasaran

3 min read

DEPOK, SWARAJABAR.ID – Sebanyak 60 pengemudi yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Depok baru saja mengikuti pelatihan khusus Safety Driving atau keselamatan berkendara, yang digelar pada Kamis (15/05/2026) lalu. Program ini merupakan inisiatif kolaborasi yang dipimpin langsung oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok, sebagai langkah nyata dan proaktif guna menjamin keamanan serta kelancaran distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke berbagai sekolah di wilayah kota.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Depok, Rakha Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan ini disusun dengan tujuan utama meningkatkan kompetensi para pengemudi. Materi difokuskan pada kemampuan teknis menjaga jarak aman kendaraan hingga pemahaman mendalam terhadap arti dan peraturan rambu-rambu lalu lintas agar diterapkan secara presisi di lapangan.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para pengemudi semakin mahir dan disiplin. Mereka dapat menjalankan tugas mengantar makanan dengan aman, tertib, dan selalu tepat waktu, tanpa pernah mengesampingkan faktor keselamatan baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” ungkap Rakha saat diwawancarai, Selasa (19/05/2026).

Lebih lanjut, Rakha menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama, mengingat peran strategis para pengemudi tersebut. Mereka tidak hanya sekadar menyetir kendaraan, melainkan mengemban amanah besar agar program strategis MBG ini dapat berjalan lancar dan ketersediaan gizi bagi anak-anak sekolah tetap terdistribusi dengan baik setiap harinya.

“Para pengemudi ini memegang peran kunci. Mereka bukan hanya mengantar makanan, tapi menjaga keberlangsungan program agar bantuan gizi ini sampai ke tangan penerima manfaat di sekolah-sekolah secara rutin dan berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari, menekankan pentingnya penyegaran wawasan atau refreshment teknik berkendara yang benar. Menurutnya, memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) saja belum cukup jika tidak dibarengi dengan kesadaran penuh akan risiko di jalan.

“Kami sangat berharap tidak ada kelalaian sedikit pun yang berujung pada hal fatal. Konsep safety driving ini bukan sekadar teori di ruang kelas, tapi harus tumbuh menjadi budaya dan kebiasaan di lapangan. Menguasai kemudi saja tidak cukup, pemahaman mendalam tentang aturan dan risiko adalah hal wajib,” tegas AKP Elly.

Dalam sesi pembelajaran, seluruh peserta dibekali materi lengkap yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Berbagai topik teknis disampaikan, mulai dari pengaturan kecepatan kendaraan yang aman, cara mengenali titik buta atau blind spot, hingga etika dan tata cara berkendara yang santun di tengah kepadatan arus lalu lintas perkotaan.

Selain materi teknis, para pengemudi juga diajak menerapkan prinsip dasar 3S sebagai pedoman utama dalam setiap perjalanan pendistribusian MBG. Prinsip tersebut meliputi: siap secara fisik dan kesehatan jasmani, kelengkapan administrasi serta kesiapan kendaraan, dan yang tak kalah penting adalah siap dengan kesabaran ekstra dalam menghadapi kondisi jalan yang padat dan beragam rintangan.

“Dengan bekal prinsip 3S ini, kami ingin memastikan setiap kali berangkat mengantar makanan, kondisi fisik pengemudi prima, kendaraan terawat, dan etika berkendaranya terjaga. Semuanya demi satu tujuan, yaitu keamanan dan kelancaran distribusi yang terjamin,” pungkas AKP Elly Padiansari.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours