12.000 Hektare Lahan Terkelola, Kapolda Jabar Dorong Jagung Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

3 min read

Indramayu – Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan menegaskan komitmen institusi kepolisian dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang sehat, produktif, dan berkeadilan sebagai fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Jawa Barat saat menghadiri agenda Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dipusatkan di kawasan PT Uniteda Arkato, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menekankan bahwa pembangunan pertanian tidak dapat hanya berorientasi pada peningkatan produksi semata, melainkan juga harus mampu menghadirkan sistem distribusi yang adil bagi para petani sebagai pelaku utama ketahanan pangan.

Menurutnya, salah satu persoalan mendasar yang selama ini dihadapi petani adalah panjangnya rantai distribusi hasil pertanian yang menyebabkan nilai jual di tingkat petani kerap tidak maksimal. Karena itu, diperlukan langkah bersama untuk menciptakan tata niaga yang lebih sehat, transparan, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu tantangan yang akan kita hadapi adalah rantai distribusi yang masih terlalu panjang. Ke depan kita harus mendorong dan memutus rantai tengkulak,” tegas Irjen Pol. Rudi Setiawan.

Pernyataan tersebut mencerminkan hadirnya pendekatan humanis Polri yang tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga aktif membangun solusi sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Melalui program ketahanan pangan, Polda Jabar menunjukkan bahwa institusi kepolisian mampu menjadi mitra strategis rakyat dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah.

Sebagai bentuk implementasi nyata, Polda Jabar menggandeng berbagai pihak, di antaranya Bank BRI dan Primkopol Polri, guna memperluas akses permodalan bagi kelompok tani binaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dari total 1.186 petani yang diajukan, sebanyak 528 petani telah berhasil memperoleh akses pembiayaan KUR dengan nilai mencapai Rp23,7 juta. Selain itu, sekitar 100 petani juga menerima bantuan sarana produksi pertanian berupa alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Langkah kolaboratif tersebut dinilai menjadi wujud nyata keberpihakan Polri terhadap sektor pertanian rakyat. Kehadiran aparat kepolisian tidak lagi hanya dipandang dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan sosial yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kapolda Jabar meyakini bahwa sinergi antara akses permodalan, pendampingan berkelanjutan, serta penguatan distribusi hasil panen akan melahirkan ekosistem pertanian modern yang lebih mandiri dan berdaya saing.

“Hasil pertanian harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani. Karena itu, semua pihak harus hadir untuk memastikan petani memperoleh kepastian modal, pendampingan, hingga kepastian penyerapan hasil panen,” ujarnya.

Hingga saat ini, program ketahanan pangan Polda Jabar telah berhasil mengelola lahan jagung seluas 12.000 hektare melalui kerja sama strategis bersama Perhutani dan sejumlah mitra sektor lainnya.

Dari total luasan tersebut, sekitar 1.400 hektare lahan yang dikelola kelompok tani binaan telah menghasilkan 5.560 ton jagung yang sebagian besar telah terserap dan didistribusikan kembali kepada masyarakat. Sementara itu, sekitar 7.000 ton hasil panen lainnya saat ini masih berada dalam tahapan penyimpanan logistik untuk menjaga stabilitas pasokan.

Dalam upaya menjaga kelancaran distribusi dan penyimpanan hasil panen, Kapolda Jabar juga mengungkapkan bahwa gudang Perum Bulog di wilayah Subang dan Indramayu saat ini telah terisi penuh hingga 100 persen. Untuk mengantisipasi lonjakan produksi, Polda Jabar secara mandiri membangun dua unit gudang tambahan di wilayah strategis.

Kehadiran program ini pun mendapat apresiasi luas karena dinilai mampu memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat tani dalam membangun ketahanan pangan nasional dari daerah.

Agenda panen raya tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten, perwakilan Bulog, Perhutani, Bank BRI, serta puluhan kelompok tani binaan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Melalui langkah nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Polda Jabar menunjukkan bahwa Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang presisi, humanis, dan responsif terhadap tantangan sosial ekonomi masyarakat. Pendekatan kolaboratif seperti ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik sekaligus menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap institusi Polri sebagai pengayom, pelindung, dan mitra pembangunan bangsa.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours