Putih Sari Ajak Masyarakat Kawal Program MBG, Darissalam Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Sukamantri & Karangreja

5 min read

BEKASI — Agenda sosialisasi Program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang diprakarsai oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bersama mitra kerjanya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Putih Sari, pada Kamis (7/5/2026) berlangsung di dua lokasi berbeda di Kabupaten Bekasi.

Kegiatan pertama digelar di Aula Kantor Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, sementara agenda kedua dilaksanakan di Futsal Arena Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Dalam kegiatan tersebut, Putih Sari mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung sekaligus mengawal Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi strategis jangka panjang dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, kuat, dan berdaya saing di masa depan.

Kegiatan sosialisasi di Desa Sukamantri turut dihadiri Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam, unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga yang antusias mengikuti sosialisasi program nasional tersebut.

Dalam sambutannya, Putih Sari menyampaikan rasa syukur karena kembali dapat bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Sukamantri. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat setempat karena telah beberapa kali hadir melalui berbagai program kemasyarakatan dan pelayanan publik.

“Alhamdulillah saya bisa kembali hadir di Sukamantri. Mudah-mudahan masyarakat tidak bosan menerima kedatangan saya. Silaturahmi seperti ini sangat penting karena kedekatan antara wakil rakyat dengan masyarakat harus terus terjalin,” ujarnya disambut hangat warga.

Putih Sari menjelaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui Badan Gizi Nasional sebagai lembaga baru yang fokus pada penguatan pemenuhan gizi masyarakat secara merata.

Menurutnya, program tersebut telah berjalan sejak Januari 2025 dengan sasaran utama anak-anak sekolah mulai dari PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.

“Program ini merupakan bentuk hadirnya negara untuk memastikan generasi penerus bangsa mendapatkan pemenuhan gizi yang baik. Karena persoalan gizi bukan sekadar urusan makan, tetapi berkaitan langsung dengan masa depan bangsa,” katanya.

Ia memahami masih banyak masyarakat yang mempertanyakan mekanisme maupun pemerataan pelaksanaan Program MBG, termasuk di sejumlah wilayah yang belum sepenuhnya merasakan manfaat program tersebut. Namun demikian, Putih Sari menegaskan pemerintah terus melakukan percepatan agar program dapat menjangkau seluruh wilayah secara bertahap dan berkeadilan.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan mendorong percepatan program MBG. Ini menjadi catatan penting bagi kami agar masyarakat bisa segera mendapatkan pelayanan secara optimal,” ungkapnya.

Lebih jauh, Putih Sari menjelaskan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga dirancang sebagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Program ini membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mulai dari koki, pengemudi, petugas kebersihan hingga tenaga lainnya dapat terlibat. Bahkan pelaku UMKM, petani, dan nelayan juga bisa menjadi mitra sebagai pemasok kebutuhan pangan,” jelasnya.

Menurut Putih Sari, program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia menyoroti masih adanya tantangan serius terkait ketimpangan pemenuhan gizi dan angka stunting yang berdampak terhadap tumbuh kembang anak.

Ia menilai kualitas gizi yang baik akan berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik, kecerdasan, daya tahan tubuh, hingga daya saing generasi muda Indonesia di masa mendatang.

“Kalau anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan kuat, maka mereka akan menjadi generasi unggul yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju. Karena itu program ini tidak bisa dilihat hasilnya secara instan, tetapi manfaatnya akan sangat besar dalam jangka panjang,” tuturnya.

Putih Sari juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh berbagai informasi yang belum tentu benar terkait Program MBG, terutama yang beredar di media sosial. Ia membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun masukan demi penyempurnaan program.

“Karena ini program baru, tentu masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki bersama. Kalau ada temuan atau kendala di lapangan, silakan disampaikan. Jangan sampai masyarakat termakan isu hoaks yang justru menghambat program baik ini,” tegasnya.

Sementara itu, Darissalam menyampaikan penghargaan atas konsistensi Putih Sari yang dinilainya terus menghadirkan berbagai program untuk masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya wilayah utara.

“Kalau sebelumnya ada program dari BKKBN dan Dinas Kesehatan, hari ini Ibu Dokter Putih Sari hadir membawa program dari Badan Gizi Nasional. Ini membuktikan perhatian beliau kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Darissalam turut memaparkan sejumlah upaya dan kerja nyata yang telah dilakukan selama dirinya menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi, khususnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur pertanian dan pengairan di wilayah utara Kabupaten Bekasi.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan bendungan, normalisasi kali, hingga jaringan irigasi selama ini menjadi aspirasi utama masyarakat dan perlahan mulai direalisasikan.

“Dulu masyarakat bertahun-tahun mengeluhkan kebutuhan bendungan dan pengairan. Alhamdulillah hari ini bendungan sudah dibangun dan air mulai mengalir ke wilayah pertanian. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memeliharanya,” kata Darissalam.

Menurut Darissalam, peran wakil rakyat bukan hanya menunggu anggaran pemerintah, tetapi juga dituntut memiliki kepedulian, kecepatan, dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Sekecil apa pun yang bisa kita lakukan untuk masyarakat harus kita lakukan. Tidak harus selalu menunggu anggaran pemerintah turun. Yang penting masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Terkait Program MBG, Darissalam memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait agar masyarakat segera memperoleh manfaat program tersebut secara menyeluruh.

“Saya akan terus berkomunikasi dengan korwil dan korcam agar masyarakat bisa segera mendapatkan manfaat Program MBG. Program pemerintah ini tidak akan memilah-milah masyarakat, semuanya akan mendapatkan hak yang sama,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Putih Sari kembali menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat agar terus mendukung dan mengawal pelaksanaan Program MBG supaya manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Mari kita beri kesempatan program ini berjalan dengan baik. Kita kawal bersama agar dari waktu ke waktu semakin baik dan benar-benar memberi manfaat bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours