Sosok Sekcam H. Aris Sadikin Asnawi, S.E., M.M., Keteladanan ASN yang Mengabdi Tanpa Sekat

2 min read

Cikarang Timur — Dalam setiap dinamika pelayanan publik, kehadiran aparatur yang bekerja dengan hati menjadi fondasi kepercayaan masyarakat. Sosok itu tercermin pada Sekretaris Kecamatan Cikarang Timur, H. Aris Sadikin Asnawi, S.E., M.M., seorang aparatur sipil negara yang dikenal mendedikasikan diri sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, khususnya saat wilayahnya menghadapi musibah banjir.

Di berbagai kesempatan, H. Aris Sadikin Asnawi tidak hanya hadir sebagai pejabat struktural, tetapi sebagai penggerak lapangan yang sigap, cepat mengambil langkah, dan tepat dalam menentukan arah koordinasi. Ia turun langsung ke tengah masyarakat terdampak, memastikan kondisi warga terpantau, serta menjembatani kebutuhan lapangan dengan instansi terkait agar penanganan berjalan efektif dan berkesinambungan.

Yang membedakan, dedikasi tersebut tidak berhenti pada kondisi ideal. Bahkan ketika kondisi kesehatan sedang terganggu, H. Aris Sadikin Asnawi tetap menunjukkan kepedulian yang tinggi. Fokus pikirannya tetap tertuju pada masyarakat Cikarang Timur yang sedang diuji oleh bencana banjir, memastikan roda pelayanan tidak terhenti dan koordinasi tetap berjalan.

 

Pandangan objektif atas sosok tersebut disampaikan Darsum, tokoh pemuda Kecamatan Cikarang Timur. Ia menilai H. Aris Sadikin Asnawi sebagai figur ASN yang bekerja secara menyeluruh, tidak reaktif, namun terukur.
“Beliau bukan hanya cepat bergerak, tetapi juga tepat dalam mengambil langkah. Bahkan saat kondisi beliau kurang sehat, yang dipikirkan tetap masyarakat. Ini bukan sekadar tanggung jawab jabatan, tapi pengabdian,” ujar Darsum.

Menurut Darsum, kehadiran Sekcam yang konsisten di lapangan memberikan dampak psikologis positif bagi masyarakat terdampak. Warga merasa tidak ditinggalkan, dan pemerintah benar-benar hadir di saat mereka membutuhkan dukungan, baik secara teknis maupun moral.

Keteladanan yang ditunjukkan H. Aris Sadikin Asnawi, S.E., M.M., menjadi gambaran bahwa aparatur negara sejatinya adalah pelayan publik yang bekerja dengan empati, integritas, dan kesadaran sosial. Tanpa banyak narasi berlebihan, pengabdian yang nyata justru berbicara lebih kuat—menjadikannya sosok yang layak dijadikan rujukan bagi pejabat di bawahnya, serta inspirasi dalam membangun birokrasi yang humanis dan responsif.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours