FKUB Kabupaten Bekasi Perkuat Dialog Lintas Iman, Jaga Harmoni dan Toleransi Beragama

3 min read

Kabupaten Bekasi — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi kembali menegaskan perannya sebagai pilar perekat persatuan bangsa melalui kegiatan dialog lintas umat beragama. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Aula KH. Noer Ali, Kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.

Dialog kerukunan umat beragama ini dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah daerah, hingga aparat keamanan. Kegiatan tersebut dimonitor langsung oleh jajaran Polsek Cikarang Pusat yang dipimpin Kapolsek AKP Elia Umboh, S.H., M.H., bersama Unit Intelkam di bawah pimpinan IPTU Anwar Fadilah, S.H., M.H., guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Acara dimulai pukul 13.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Ahmad Sholeh. Nuansa kebersamaan dan semangat persatuan terasa kuat sejak awal kegiatan, mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Kabupaten Bekasi.

Ketua FKUB Kabupaten Bekasi, KH. Mubarok Muri, M.Pd.I., dalam laporan penyelenggaraannya menegaskan bahwa dialog ini bertujuan memperkuat toleransi, keharmonisan, dan persatuan antar umat beragama. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Prof. Dr. KH. Mahmud, M.Si., CSEE., MCE., menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan sebagai fondasi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia mengajak seluruh tokoh agama untuk aktif mencegah berkembangnya sikap intoleransi dan paham radikal, serta mendorong dialog sebagai jalan damai dalam menyelesaikan persoalan keagamaan.

PLT Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Drs. H. Umar Assubhi, M.Si., turut mengapresiasi inisiatif FKUB. Menurutnya, kerukunan umat beragama merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat komunikasi, toleransi, serta sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan FKUB guna mencegah potensi konflik sosial berbasis keagamaan.

Komitmen pemerintah daerah disampaikan melalui sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol. Pemerintah daerah, ditegaskan, akan terus hadir dan bersinergi dengan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah serta mendorong agar dialog lintas agama dilaksanakan secara berkelanjutan.

Momentum dialog semakin menguat dengan kehadiran Staf Khusus Menteri Agama RI, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D. Ia menyampaikan salam dan apresiasi dari Menteri Agama RI sekaligus menegaskan peran strategis FKUB sebagai wadah dialog, mediasi, dan perekat persatuan umat beragama. Ia juga menekankan pentingnya nilai moderasi beragama dan komunikasi berkelanjutan sebagai kunci pencegahan konflik sosial.

Dalam kesempatan tersebut, H. Gugun Gumilar juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat berkomitmen mendukung upaya menjaga kerukunan umat beragama di daerah, termasuk melalui rencana bantuan sarana operasional dan dukungan anggaran sebesar Rp100 juta yang akan dialokasikan secara proporsional bagi lembaga-lembaga keagamaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sesi dialog interaktif ditandai dengan penyampaian pertanyaan dari H. Agus Saleh, pimpinan Pondok Pesantren Cibarusah, yang menyoroti konflik rumah ibadah akibat lemahnya aspek prosedural perizinan dan kurangnya komunikasi antar umat beragama. Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri Agama RI menegaskan pentingnya keterbukaan, pemenuhan aturan, serta peran FKUB sebagai mediator dalam menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan mufakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama pada pukul 15.50 WIB dan secara resmi berakhir pukul 16.00 WIB. Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kuatnya semangat persatuan serta komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Bekasi.

Dialog ini diharapkan menjadi energi positif dan contoh konkret bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan dalam membangun masyarakat yang damai, harmonis, dan berkeadaban.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours