Dialog Pengusaha Limbah dengan DPR RI dan KLH, Doni Ardon: Ini Ruang Aspirasi yang Sehat dan Bermartabat

3 min read

Kabupaten Bekasi — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi Raya memfasilitasi forum diskusi publik pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang mempertemukan pengusaha limbah industri dengan Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir, serta Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung meriah, penuh kehangatan, dan dialogis dua arah tersebut digelar di Hotel Sahid Kabupaten Bekasi, Kamis (18/12/2025). Forum ini menjadi ruang terbuka bagi para pelaku usaha untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, sekaligus gagasan konstruktif terkait tata kelola limbah industri di kawasan penyangga industri nasional.

Ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Aliansi Ormas Bekasi (AOB) dan hadir mewakili Ketua Umum AOB H. Zaenal Abidin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar kolektif untuk membangun komunikasi yang sehat antara negara dan pelaku usaha.

“SMSI Bekasi Raya memandang forum ini sangat penting sebagai ruang aspirasi yang sehat, terbuka, dan bermartabat. Pengusaha limbah bukan musuh lingkungan, justru mereka adalah bagian dari solusi jika diberi ruang dialog, pembinaan, dan kepastian hukum,” tegas Doni Ardon.

Menurut Doni, kawasan Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sebagai pusat industri nasional membutuhkan pendekatan kolaboratif, bukan semata pendekatan represif, dalam mengelola persoalan lingkungan hidup.

“Kami di AOB melihat persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat. Diskusi seperti ini adalah contoh konkret bagaimana negara hadir mendengar,” ujarnya.

Doni Ardon juga mengapresiasi kehadiran Kementerian Lingkungan Hidup RI yang diwakili oleh Amsor, Direktur Pengelolaan Limbah B3, serta kehadiran Dadi Mulyadi selaku Ketua Umum ASPELINDO, Hartono Owner PT Harosa Dharma Nusantara, dan puluhan pengusaha pengelolaan limbah industri lainnya.

“Kehadiran langsung regulator dan legislator menunjukkan keseriusan negara dalam mencari solusi bersama. Ini bukan forum saling menyalahkan, tapi forum mencari jalan tengah antara keberlanjutan lingkungan dan keberlangsungan usaha,” tambah Doni.

Sementara itu, H. Jalal Abdul Nasir menjelaskan bahwa diskusi tersebut merupakan bagian dari agenda resesnya untuk menyerap aspirasi masyarakat dan pelaku usaha secara langsung, khususnya di sektor strategis pengelolaan limbah industri.

“Teman-teman pengusaha ingin ada edukasi, komunikasi, dan pencerahan terkait dinamika di lapangan maupun regulasi baru. Hari ini menjadi awalan untuk membangun komunikasi berkelanjutan,” ujar Jalal.

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI dari Dapil Jawa Barat VII, Jalal menilai isu pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran sungai di kawasan industri, merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan dengan pendekatan sistemik, penguatan SDM, serta edukasi publik.

Diskusi berlangsung dinamis, dengan para pengusaha menyampaikan berbagai persoalan mulai dari perizinan, kepastian hukum, pengawasan, hingga perlunya pendampingan yang lebih proporsional dari pemerintah. Seluruh masukan tersebut dicatat sebagai bahan tindak lanjut di tingkat kebijakan.

Menutup kegiatan, Doni Ardon kembali menegaskan komitmen SMSI Bekasi Raya dan AOB untuk terus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah.

“Kami percaya, ketika komunikasi dibuka dan kepercayaan dibangun, maka persoalan lingkungan bisa diselesaikan tanpa mengorbankan keadilan dan kemanusiaan. Inilah semangat yang terus kami dorong,” pungkasnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours