Peringati HAKORDIA, GEMPAR Desak Dinas Pendidikan Kota Bandung Bersih dari Titipan dan Pungli

2 min read

BANDUNG — Peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (HAKORDIA) 9 Desember 2025 dimaknai serius oleh Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Rasuah (GEMPAR). Tak sekadar seremoni, GEMPAR memilih turun langsung ke lapangan dengan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, menuntut pembenahan menyeluruh pada tata kelola dunia pendidikan.

Dalam aksinya, GEMPAR secara tegas menyoroti dugaan praktik titipan siswa, pungutan liar (pungli), serta penyalahgunaan kewenangan yang dinilai telah mencederai prinsip keadilan dan meritokrasi dalam sistem pendidikan.

Koordinator aksi GEMPAR menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berubah menjadi ruang kompromi kepentingan elit, apalagi dikapitalisasi melalui praktik-praktik tidak sehat.

“Dunia pendidikan bukan tempat transaksi kepentingan. Jika titipan dan pungli terus dibiarkan, maka yang dirampas bukan hanya hak siswa, tetapi juga masa depan generasi bangsa,” tegasnya dalam orasi.

GEMPAR juga menyayangkan ketidakhadiran Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung dalam aksi tersebut. Padahal, kehadiran pimpinan instansi dinilai penting sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen institusional terhadap tuntutan publik.

“Ketika masyarakat menyampaikan aspirasi secara terbuka, tetapi pimpinan instansi tak hadir menemui mereka, ini menjadi sinyal lemahnya sensitivitas birokrasi terhadap persoalan publik,” lanjutnya.

Dalam momentum HAKORDIA itu, GEMPAR menyerahkan 10 poin tuntutan yang mencakup transparansi anggaran pendidikan, penghapusan praktik titipan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), penindakan tegas terhadap pungli, serta audit menyeluruh terhadap program bantuan dan pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan.

GEMPAR menegaskan, aksi ini bukan bertujuan menyerang institusi, melainkan mendorong reformasi birokrasi pendidikan agar kembali pada ruh dasarnya: pelayanan publik yang bersih, adil, dan berintegritas.

“HAKORDIA harus menjadi momentum koreksi, bukan sekadar peringatan tahunan. Dunia pendidikan harus dibersihkan sekarang, bukan nanti,” tutup pernyataan GEMPAR.

Aksi tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian, sekaligus menjadi pesan moral bahwa pengawasan publik terhadap sektor pendidikan akan terus dilakukan hingga perubahan nyata benar-benar terwujud.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours