KABUPATEN BEKASI — Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada 10 Desember 2025 dimaknai secara mendalam oleh Hasan Basri (Gus Hasan), Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKB sekaligus Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, nilai-nilai HAM sejatinya sejalan dengan ajaran Islam dan menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan mengusung tema global “Human Rights, Our Everyday Essentials”, Gus Hasan menegaskan bahwa penghormatan terhadap hak asasi manusia bukan hanya kewajiban konstitusional, tetapi juga amanah keagamaan yang melekat pada setiap insan.
“Dalam Islam, menjaga martabat manusia adalah perintah langsung dari Allah. Al-Qur’an menegaskan bahwa memuliakan manusia adalah bagian dari keimanan. Karena itu, HAM bukan konsep asing bagi umat Islam,” ujar Gus Hasan, Rabu (10/12/2025), di Kabupaten Bekasi.
Ia mengutip nilai dasar Islam bahwa setiap manusia dimuliakan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun status sosial. Prinsip inilah yang menurutnya harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia yang majemuk.
“Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berlaku adil, menjaga hak sesama, dan tidak menzalimi siapa pun. Ketika kita melindungi hak orang lain, sejatinya kita sedang menjaga kemanusiaan dan keutuhan bangsa,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat yang membidangi kesejahteraan sosial, Gus Hasan menilai praktik nilai HAM paling nyata tercermin dalam pelayanan publik yang adil, pendidikan yang merata, perlindungan terhadap kelompok rentan, serta terciptanya rasa aman di tengah masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa nasionalisme Indonesia tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Justru, semangat kebangsaan (hubbul wathan) harus dibingkai dengan akhlak, keadilan, dan kasih sayang sebagaimana diajarkan dalam agama.
“Menjaga HAM adalah wujud cinta tanah air. Negara akan kuat jika rakyatnya merasa dihargai, dilindungi, dan diperlakukan secara adil. Di situlah Islam dan nasionalisme saling bertemu,” katanya.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi, Gus Hasan mengajak generasi muda, khususnya kader Ansor dan elemen kepemudaan, untuk menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi, persaudaraan, dan kedamaian.
“Anak muda Islam harus hadir sebagai penyejuk, bukan pemecah. Menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menolak kekerasan adalah bagian dari jihad sosial di era sekarang,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Gus Hasan berharap peringatan Hari HAM Sedunia menjadi momentum refleksi bersama bahwa menjaga hak asasi manusia berarti menjaga nilai kemanusiaan, keutuhan bangsa, dan menjalankan ajaran agama secara substantif.
“Selamat Hari HAM Sedunia. Mari kita rawat kemanusiaan, karena itu adalah perintah agama, pijakan moral bangsa, dan bekal untuk masa depan Indonesia yang beradab dan bermartabat,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours