Peringatan HAKORDIA 2025: Jayadi Ajak Insan Seni dan Pemuda Karawang Jadi Garda Moral Antikorupsi

2 min read

Karawang — Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat dalam melawan praktik korupsi. Hal tersebut disampaikan Jayadi, selaku Ketua PAMDI (Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia) Kabupaten Karawang sekaligus tokoh pemuda, dalam refleksinya memperingati HAKORDIA.

Menurut Jayadi, korupsi bukan hanya persoalan hukum dan birokrasi, tetapi juga masalah budaya dan karakter. Karena itu, upaya pemberantasan korupsi perlu melibatkan peran aktif insan seni dan generasi muda sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Korupsi lahir dari krisis nilai. Seni, budaya, dan kreativitas memiliki kekuatan besar untuk menyentuh hati, membentuk kesadaran, dan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kejujuran dan integritas,” ujarnya.

Sebagai Ketua PAMDI Kabupaten Karawang, Jayadi menilai bahwa musik—khususnya dangdut sebagai seni rakyat—dapat menjadi medium edukasi sosial yang efektif. Melalui karya dan pertunjukan, pesan-pesan antikorupsi dapat disampaikan secara sederhana, membumi, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.

“Dangdut lahir dari rakyat dan hidup di tengah masyarakat. Di sanalah pesan moral bisa disampaikan tanpa jarak, tanpa sekat, dan tanpa kesan menggurui,” jelasnya.

Jayadi juga menyoroti peran strategis pemuda dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan keadilan sosial kepada generasi muda agar tidak terjebak dalam mental instan dan pragmatis.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika sejak sekarang terbiasa jujur dan berani menolak praktik kotor, maka masa depan daerah dan bangsa akan jauh lebih sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak komunitas seni, organisasi kepemudaan, serta pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Karawang untuk berperan aktif dalam gerakan antikorupsi melalui kegiatan positif, edukatif, dan berkelanjutan.

Menutup pernyataannya, Jayadi berharap peringatan HAKORDIA tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi pemicu lahirnya gerakan moral yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk insan seni dan pemuda.

“Melawan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab budaya. Dari panggung seni dan ruang-ruang kreatif, kita suarakan kejujuran demi Karawang yang bermartabat dan Indonesia yang berintegritas.”

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours