BEKASI — Musyawarah Daerah (MUSDA) DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi yang digelar pada Senin (24/8/2026) menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Partai Golkar untuk melakukan evaluasi, memperkuat konsolidasi, sekaligus meneguhkan arah perjuangan organisasi dalam menghadapi dinamika politik dan pembangunan daerah ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, H. Akhmad Marjuki, S.M., M.M., menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, jajaran pengurus, kader, organisasi pendiri dan yang didirikan, serta para pimpinan partai politik yang hadir dalam forum strategis tersebut.
Marjuki secara khusus menyampaikan apresiasi atas kehadiran Atalia Praratya, anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPD Partai Golkar Jawa Barat, serta jajaran pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat yang hadir memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan MUSDA.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi, di antaranya jajaran Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Polres Metro Bekasi, Kodim, Pengadilan Negeri Cikarang, KPU, Bawaslu, Kesbangpol, serta para tokoh dan pemangku kepentingan lainnya.
Tak kalah penting, Marjuki memberikan penghargaan kepada para pimpinan dan perwakilan partai politik di Kabupaten Bekasi yang turut hadir. Menurutnya, kehadiran lintas partai dalam MUSDA merupakan gambaran bahwa demokrasi membutuhkan komunikasi, penghormatan, dan kedewasaan politik.
Memulai sambutannya, Marjuki mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Ia juga menyampaikan shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW yang menurutnya telah memberikan keteladanan besar dalam membangun peradaban melalui nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, keadilan, dan keteladanan.
MUSDA Bukan Sekadar Agenda Lima Tahunan
Marjuki menegaskan bahwa MUSDA bukan sekadar agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun. Lebih dari itu, MUSDA merupakan forum strategis untuk mempertanggungjawabkan perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Bekasi untuk periode mendatang.
“Ini adalah forum pertanggungjawaban kita selama lima tahun sekaligus menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan. Apa yang kita putuskan hari ini akan menemani perjalanan partai sampai tahun 2030,” tegas Marjuki dalam sambutannya.
Menurutnya, periode kepengurusan mendatang akan menghadapi berbagai agenda politik nasional maupun daerah yang sangat menentukan. Karena itu, setiap keputusan yang lahir dari MUSDA harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan organisasi dan masa depan Partai Golkar, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Tidak ada satu pun agenda dalam MUSDA ini yang boleh dianggap remeh. Kita harus memahami bahwa keputusan hari ini memiliki konsekuensi terhadap perjalanan Partai Golkar ke depan,” ujarnya.
Perbedaan Adalah Keniscayaan Demokrasi
Salah satu pesan terpenting yang disampaikan Marjuki adalah pentingnya menjaga semangat musyawarah dalam seluruh tahapan MUSDA.
Ia menyadari bahwa dalam forum demokrasi, perbedaan pandangan, perbedaan aspirasi, bahkan perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan tersebut justru harus menjadi energi positif untuk membangun organisasi yang lebih sehat dan dewasa.
“Namanya musyawarah, tentu di dalamnya ada perbedaan. Bisa berbeda pilihan, berbeda pandangan, dan berbeda pendapat. Tetapi justru karena ada perbedaan itulah kita menunjukkan bahwa organisasi ini hidup dan demokrasi berjalan,” tuturnya.
Marjuki mengingatkan agar seluruh perbedaan yang muncul selama MUSDA tidak berkembang menjadi perpecahan. Setelah keputusan organisasi ditetapkan, seluruh kader harus kembali menyatukan langkah demi kepentingan Partai Golkar.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
“Siapa pun yang nanti dipercaya memimpin Partai Golkar Kabupaten Bekasi, kepemimpinannya harus jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi siapa pun, termasuk saya sendiri,” tegasnya.
Apresiasi untuk Kader dan Seluruh Elemen Partai
Dalam kesempatan tersebut, Marjuki juga menyampaikan terima kasih kepada DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat yang selama ini memberikan arahan, pembinaan, serta dukungan terhadap perjalanan organisasi Partai Golkar Kabupaten Bekasi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi beserta seluruh jajaran yang telah mendukung terlaksananya kegiatan MUSDA.
Lebih jauh, Marjuki memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kader, pengurus kecamatan, pengurus desa, organisasi pendiri dan yang didirikan, serta seluruh elemen Partai Golkar yang selama ini bekerja dan berkontribusi bagi kemajuan organisasi.
Ia menegaskan bahwa setiap pencapaian Partai Golkar Kabupaten Bekasi tidak mungkin lahir dari kerja satu atau dua orang saja.
“Apa yang kita capai hari ini bukan hasil kerja seorang ketua atau pimpinan. Semua itu merupakan hasil kerja keras bapak dan ibu, seluruh kader yang berada di belakang perjuangan partai ini,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kekuatan Partai Golkar berada pada soliditas kader dan kemampuan seluruh struktur organisasi untuk bergerak secara bersama-sama.
Jaga Integritas dan Kedewasaan Politik
Marjuki juga meminta seluruh peserta MUSDA untuk menjaga integritas, ketertiban, serta menjunjung tinggi aturan organisasi dalam setiap tahapan persidangan.
Ia berharap seluruh proses MUSDA berlangsung sesuai mekanisme dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh organisasi, sehingga setiap keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi serta dapat diterima seluruh pihak.
Kepada jajaran DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Marjuki memohon arahan dan bimbingan agar seluruh tahapan MUSDA dapat berjalan dengan tertib, demokratis, dan sesuai aturan.
Sementara kepada panitia penyelenggara dan Steering Committee (SC), ia menyampaikan apresiasi atas seluruh persiapan yang telah dilakukan sehingga MUSDA dapat terlaksana.
Dengan penuh humor, Marjuki juga menyinggung berbagai dinamika teknis menjelang pelaksanaan MUSDA, termasuk persoalan lamanya masa keberadaan sejumlah pengurus di lokasi kegiatan. Candaan tersebut mencairkan suasana sekaligus menunjukkan kedekatan dan keakraban di antara para peserta.
Menatap Golkar Kabupaten Bekasi hingga 2030
MUSDA DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang akan dipercaya memimpin organisasi, tetapi juga tentang bagaimana seluruh kader mampu membangun fondasi politik yang semakin kokoh untuk menghadapi tantangan lima tahun mendatang.
Di tengah dinamika politik yang semakin kompleks, Partai Golkar dituntut tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga matang dalam mengelola perbedaan, konsisten dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta mampu menghadirkan kader-kader yang memiliki integritas dan kapasitas kepemimpinan.
Pesan Marjuki tersebut menjadi refleksi penting bahwa kepemimpinan sejatinya bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk menjaga marwah organisasi dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Marjuki memilih menyampaikan pantun sebagai simbol optimisme dan kebersamaan:
Memasak kebab dimakan siang,
Dinikmati bersama para saudara.
Musyawarah membawa mufakat gemilang,
Golkar semakin jaya, Bekasi semakin sejahtera.
Pantun tersebut sekaligus menjadi penutup yang sarat makna: bahwa sebesar apa pun dinamika yang terjadi dalam sebuah organisasi, selama musyawarah dijadikan jalan utama dan persatuan menjadi tujuan, maka perbedaan akan berubah menjadi kekuatan.
MUSDA Partai Golkar Kabupaten Bekasi pun diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner, inklusif, berintegritas, serta memiliki keberanian untuk membawa organisasi semakin dekat dengan masyarakat dan semakin siap menghadapi tantangan politik hingga tahun 2029/2030.


+ There are no comments
Add yours