BOGOR – Kepedulian terhadap syiar Islam dan upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an kembali diwujudkan melalui kegiatan sosial berupa penyaluran Kitab Suci Al-Qur’an kepada sejumlah majelis pengajian, musala, dan pondok pesantren di beberapa dusun di Desa Bantarjaya, Kabupaten Bogor, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Layla Rizky, S.Sos., sebagai bentuk pelaksanaan amanah dari para donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuan Al-Qur’an untuk disampaikan secara langsung kepada masyarakat dan lembaga keagamaan yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan sarana membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat tradisi belajar agama, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mendorong masyarakat untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Dalam keterangannya, Layla Rizky menegaskan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya merupakan bentuk penyaluran amanah dari para donatur. Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut tidak berkaitan dengan agenda politik maupun kepentingan pribadi.
«“Alhamdulillah, hari ini kami dapat menyalurkan amanah dari para donatur berupa Kitab Suci Al-Qur’an kepada beberapa majelis pengajian dan pondok pesantren di Desa Bantarjaya. Semoga Al-Qur’an ini menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan masyarakat dalam membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi kandungannya. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan amanah ini kepada kami. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda,” ujar Layla Rizky.»
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan rencana dirinya untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Bantarjaya.
Menurut Layla, kegiatan sosial dan keagamaan semestinya dilaksanakan dengan ketulusan serta tidak dijadikan instrumen untuk kepentingan politik. Amanah dari para donatur, kata dia, harus disampaikan kepada penerima manfaat secara bertanggung jawab dan penuh keikhlasan.
“Ini adalah amanah dari para donatur yang harus kami sampaikan dengan sebaik-baiknya. Semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh para jamaah, santri, guru mengaji, dan masyarakat yang menggunakannya,” tambahnya.
Para pengurus majelis pengajian dan pondok pesantren penerima bantuan menyambut kegiatan tersebut dengan rasa syukur dan apresiasi. Mereka menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana pembelajaran keagamaan di lingkungan masyarakat.
Al-Qur’an yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para santri dan jamaah, baik untuk kegiatan mengaji, pembelajaran membaca Al-Qur’an, pendalaman ilmu agama, maupun aktivitas keagamaan lainnya.
Lebih dari sekadar bantuan berupa kitab suci, penyaluran tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya membangun budaya literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap Al-Qur’an, semakin terbuka pula kesempatan untuk memperkuat pendidikan keagamaan yang berlandaskan nilai-nilai kebaikan, akhlak, dan kemanusiaan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Interaksi antara donatur, pengelola majelis pengajian, pengurus pesantren, serta masyarakat penerima manfaat menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari semangat gotong royong dan kepercayaan.
Program berbagi Al-Qur’an tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak majelis pengajian, musala, pesantren, serta masyarakat yang membutuhkan.
Pada akhirnya, setiap mushaf yang disalurkan bukan hanya menjadi sarana membaca, tetapi juga diharapkan menjadi jalan tumbuhnya ilmu, akhlak, dan kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan oleh generasi demi generasi.
Dari sebuah amanah, lahir sebuah kebaikan. Dari sebuah mushaf, tumbuh cahaya ilmu dan ketakwaan.


+ There are no comments
Add yours