Kabupaten Bekasi — Langkah tegas aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran obat keras ilegal di wilayah Kabupaten Bekasi terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat sipil. Direktur LBH ARJUNA, Zuli Zulkipli, S.H., secara terbuka menyatakan dukungan penuh sekaligus mendorong konsistensi langkah yang dilakukan Kombes Pol Sumarni dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan obat keras daftar G.
Dalam keterangannya, Zuli menegaskan bahwa upaya yang dilakukan Polres Metro Bekasi merupakan bagian penting dari tanggung jawab negara dalam memastikan keselamatan publik, khususnya generasi muda yang rentan terhadap pengaruh negatif peredaran obat-obatan berbahaya.
“Langkah tegas yang dijalankan oleh Ibu Kapolres Kombes Pol Sumarni harus terus dijaga konsistensinya. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menyangkut perlindungan masa depan generasi bangsa dari ancaman serius penyalahgunaan obat keras,” ujar Zuli.
Ia menilai bahwa pemberantasan peredaran obat ilegal memerlukan keberlanjutan serta penguatan strategi yang terintegrasi, tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan pencegahan yang menyentuh akar persoalan di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Zuli mendorong agar langkah-langkah preventif seperti edukasi hukum, sosialisasi bahaya obat keras, serta pembinaan masyarakat terus diperluas dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, institusi pendidikan, hingga komunitas lokal.
“Penegakan hukum yang kuat perlu diiringi dengan edukasi yang masif dan berkelanjutan. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama agar ruang gerak peredaran obat ilegal semakin sempit,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan partisipasi publik dalam mendukung langkah kepolisian, termasuk melalui pemanfaatan kanal pengaduan yang telah disediakan. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat akan mempercepat deteksi dini terhadap potensi peredaran obat ilegal di lingkungan sekitar.
Zuli pun mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bekasi untuk bersatu menjaga lingkungan yang sehat dan aman, serta tidak ragu untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada aparat berwenang.
“Sinergi antara aparat dan masyarakat harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan dan komitmen yang sama, kita dapat mewujudkan Kabupaten Bekasi yang lebih aman, berdaya, dan terbebas dari ancaman obat-obatan terlarang,” pungkasnya.
Dukungannya ini diharapkan menjadi energi kolektif dalam memperkuat langkah-langkah strategis kepolisian, sehingga upaya pemberantasan obat ilegal dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi perlindungan masyarakat luas.


+ There are no comments
Add yours