KABUPATEN BEKASI — Dinamika politik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bekasi terus mengarah pada fase konsolidasi yang semakin mengerucut pasca pelaksanaan Musyawarah Cabang PPP Kabupaten Bekasi (Muscab).
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Hj. Nunung HS, menyampaikan keyakinannya bahwa Sarif Marhaendi merupakan figur yang memperoleh dukungan mayoritas untuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Bekasi.
Namun demikian, Hj. Nunung menegaskan bahwa keyakinan tersebut tidak disampaikan tanpa dasar. Ia merujuk pada penjelasan dari Agus Solihin, yang merupakan bagian dari tim formatur dalam Muscab PPP Kabupaten Bekasi, mewakili Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat sekaligus sebagai Sekwil (Sekretaris Wilayah) DPW Jawa Barat.
Mengacu pada Mekanisme Formatur
Menurut Hj. Nunung HS, sebagaimana disampaikan oleh Agus Solihin, proses pemilihan dalam Muscab dilakukan melalui mekanisme formatur yang merupakan prosedur resmi dalam struktur organisasi PPP.
Ia menjelaskan bahwa dalam sistem tersebut, keputusan dihasilkan melalui kesepakatan para formatur yang terdiri dari:
Empat perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC),
Satu perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC),
Satu perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat.
Masih berdasarkan penjelasan Agus Solihin yang disampaikan kembali oleh Hj. Nunung, seluruh formatur telah menandatangani hasil keputusan Muscab, termasuk perwakilan DPW.
Dengan demikian, secara substantif, proses organisasi disebut telah rampung di tingkat Muscab.
Berkas Telah Disampaikan ke DPP
Lebih lanjut, Hj. Nunung HS juga mengungkapkan—mengacu pada informasi dari Agus Solihin—bahwa seluruh berkas hasil Muscab, termasuk rekomendasi penetapan Ketua DPC, telah disampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.
Berkas tersebut diketahui telah diajukan pada tanggal 4 Mei 2026 sebagai bagian dari proses administratif untuk penerbitan Surat Keputusan (SK).
Hal ini menunjukkan bahwa tahapan organisasi tidak hanya selesai secara internal, tetapi juga telah masuk pada proses formal di tingkat pusat.
Konsolidasi dan Harapan Stabilitas Internal
Menguatnya satu figur kepemimpinan melalui mekanisme formatur ini dipandang sebagai momentum penting bagi PPP Kabupaten Bekasi untuk memperkuat konsolidasi internal.
Meski demikian, seluruh kader tetap diingatkan untuk menjaga keseimbangan antara dinamika aspirasi politik dan kepatuhan terhadap keputusan formal yang akan ditetapkan oleh DPP.
Perkembangan di tubuh PPP Kabupaten Bekasi saat ini menunjukkan bahwa proses konsolidasi berjalan dalam koridor organisasi yang terstruktur. Pernyataan yang disampaikan Hj. Nunung HS menjadi refleksi dari penjelasan tim formatur, bukan klaim yang berdiri sendiri.
Kini, publik dan kader partai menantikan keputusan resmi dari DPP sebagai legitimasi final yang akan memastikan kepastian kepemimpinan secara sah dan menyeluruh.


+ There are no comments
Add yours