Karangsari, 25 April 2026 — Nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan kembali tumbuh subur di tengah masyarakat Desa Karangsari. Momentum ini semakin terasa dengan hadirnya kontribusi sosial dari Pieter Tanuri yang mewakafkan lahan pemakaman serta memberikan bantuan fasilitas umum bagi warga. Namun di balik keberhasilan ini, terdapat peran kepemimpinan yang konsisten mengayomi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Karangsari, H. Bao Umbara, tampil sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya administratif, tetapi juga humanis dan responsif terhadap aspirasi warganya. Di bawah arahannya, setiap bentuk bantuan yang masuk mampu dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Dalam keterangannya, H. Bao Umbara menegaskan bahwa lahan wakaf yang diberikan merupakan amanah besar yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.
“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud kepedulian yang harus kita rawat bersama. Pemerintah desa hadir untuk memastikan bahwa setiap manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya dengan penuh tanggung jawab.
Adapun lahan pemakaman yang diwakafkan tersebar di beberapa wilayah, yakni Dusun 3 seluas 1.080 meter persegi, Dusun 2 seluas 700 meter persegi, dan Dusun 1 seluas 700 meter persegi. Keberadaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) ini menjadi solusi konkret atas kebutuhan masyarakat yang selama ini cukup mendesak.
Tidak berhenti di situ, bantuan juga diwujudkan dalam bentuk kendaraan operasional yang akan mendukung aktivitas sosial dan pendidikan warga. Sementara itu, sektor keagamaan turut mendapat perhatian melalui dukungan pembangunan masjid dan mushola, memperkuat nilai spiritual serta kebersamaan di tengah masyarakat.
Di mata warga, kepemimpinan H. Bao Umbara dinilai mampu menghadirkan rasa kehadiran pemerintah yang nyata. Ia tidak hanya hadir dalam forum resmi, tetapi juga aktif turun langsung ke masyarakat, mendengar, dan mencarikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Pendekatan yang mengedepankan dialog dan kebersamaan inilah yang menjadikan Desa Karangsari terus bergerak ke arah yang lebih baik. Kepemimpinan yang terbuka dan berintegritas menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.
Lebih jauh, H. Bao Umbara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan.
“Mari kita jaga apa yang sudah diberikan ini. Kita rawat bersama, kita manfaatkan untuk kepentingan bersama, dan kita jadikan sebagai ladang amal untuk kebaikan di masa depan,” tuturnya.
Langkah kolaboratif antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak swasta ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kepedulian dan kebersamaan. Kepemimpinan yang hadir dengan hati, seperti yang ditunjukkan H. Bao Umbara, menjadi kunci dalam menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
Dengan semangat tersebut, Desa Karangsari diharapkan terus menjadi contoh bagaimana harmoni antara kepemimpinan, kepedulian sosial, dan partisipasi masyarakat mampu menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera, bermartabat, dan penuh kebersamaan.


+ There are no comments
Add yours