Solidaritas Nasional Mengalir, 17 Lembaga Kolaborasikan Bantuan melalui “AKSI GERCEP untuk Sumatera”

5 min read

Depok, SWARAJABAR.ID – 17 lembaga bergerak cepat dan akan menyalurkan bantuan tanggap darurat pada penyaluran tahap ke-6 pada 15-19 Desember 2025, partisipasi publik dibuka untuk donasi selama masa penyaluran.

Banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera sejak 25 November 2025 telah berlangsung lebih dari 14 hari. Puluhan ribu warga masih bertahan dalam situasi darurat, dengan akses logistik dan layanan dasar yang belum sepenuhnya pulih di sejumlah titik.

Dalam 48 jam pertama sejak terjadinya bencana, QUPRO Indonesia melalui lembaga filantropi nya AKSI (Aliansi Kemanusiaan Indonesia) telah mengerahkan tim, menggalang bantuan, dan menyalurkan kebutuhan dasar bagi penyintas di beberapa lokasi terdampak di Sumatera Barat dan Aceh, dengan dukungan pusat logistik dan konsolidasi dari Jakarta.

Respons ini kemudian berkembang menjadi kerja kolaboratif yang lebih luas. Bersama mitra lembaga kemanusiaan lainnya, aksi ini mengakselerasi pergerakan bantuan dari Jakarta menuju titik titik terdampak. Kolaborasi tersebut membantu memastikan bahwa bantuan yang dihimpun publik tidak tertahan, namun benar benar bergerak hingga menjangkau warga terdampak yang paling membutuhkan.

Pada tahap penyaluran ini, konsolidasi 17 lembaga dilakukan dengan dukungan penuh dari jaringan mitra yang meliputi: DKM Masjid Al Marjan, Sekolah Dasar Islam Plus SDIP Cahaya Insan, TKIT Akila, Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) Al Huda, MQ Peduli Umat, Khoiru Ummah, Bimba BINTANG JUNIOR, MI Nurul Iman Al-Azhary, HK Peduli, TKIT Izzati, SDN Beji 4, SDI Asih Auladi, MICA FEST, Orchid Green Village, dan TPA Abbas. Partisipasi lembaga lembaga ini memperluas kapasitas distribusi dan memperkuat rantai logistik tanggap darurat di lapangan.

Pada penyaluran tahap ke-6 yang akan berlangsung pada 15-19 Desember 2025, sebanyak 17 lembaga ikutserta dalam kolaborasi “AKSI GERCEP untuk Sumatera” untuk memperluas jangkauan bantuan tanggap darurat. Tahap ini diproyeksikan menjadi salah satu rangkaian distribusi dengan skala besar karena mencakup penguatan logistik keluarga, dukungan kesehatan, perlengkapan ibadah, kebutuhan anak dan perempuan, serta dukungan pemulihan awal di titik yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Setiap krisis menuntut kita untuk hadir dan menyaksikan. Bantuan yang disalurkan adalah ikhtiar menjaga harapan dan kelangsungan hidup saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Ali Amril, CEO QUPRO Indonesia. Ia menegaskan bahwa percepatan penyaluran hanya mungkin terjadi ketika lembaga lembaga kemanusiaan, lembaga negara, dan relawan bekerja dalam 1 barisan yang saling menguatkan.

Kukuh Priyatmojo, Project Manager Program “AKSI GERCEP untuk Sumatera”, menjelaskan bahwa konsolidasi 17 lembaga dalam tahap ini merupakan bentuk nyata solidaritas nasional yang berkelanjutan. “Kami kembali ke lapangan dengan skala yang lebih besar. Fokusnya adalah memastikan bantuan bergerak terarah, tepat sasaran, dan menjangkau penyintas yang masih berada dalam kondisi rentan. Dukungan publik tetap sangat krusial untuk menjaga ritme penyaluran,” ujarnya.

Sebagai bentuk ajakan terbuka kepada publik, program ini tetap membuka ruang partisipasi donasi selama masa penyaluran. Donasi dapat disampaikan melalui rekening resmi atas nama Aliansi Kemanusiaan Indonesia (AKSI) via BSI 7656000311 dan Mandiri 1570060000313 serta platform digital program.aksi.or.id, sehingga kontribusi masyarakat dapat tercatat, terverifikasi, dan segera dikonversi menjadi bantuan nyata di lapangan.

Penyaluran tahap ke-6 ini menegaskan bahwa solidaritas nasional tidak berhenti pada hari-hari awal bencana. Gerakan bersama yang digalang 17 lembaga ini diarahkan untuk memastikan para penyintas memiliki dukungan yang cukup untuk bertahan dan kembali membangun kehidupan setelah bencana Bantuan melalui “AKSI GERCEP untuk Sumatera”*

17 lembaga bergerak cepat dan akan menyalurkan bantuan tanggap darurat pada penyaluran tahap ke-6 pada 15-19 Desember 2025, partisipasi publik dibuka untuk donasi selama masa penyaluran.

Banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera sejak 25 November 2025 telah berlangsung lebih dari 14 hari. Puluhan ribu warga masih bertahan dalam situasi darurat, dengan akses logistik dan layanan dasar yang belum sepenuhnya pulih di sejumlah titik.

Dalam 48 jam pertama sejak terjadinya bencana, QUPRO Indonesia melalui lembaga filantropi nya AKSI (Aliansi Kemanusiaan Indonesia) telah mengerahkan tim, menggalang bantuan, dan menyalurkan kebutuhan dasar bagi penyintas di beberapa lokasi terdampak di Sumatera Barat dan Aceh, dengan dukungan pusat logistik dan konsolidasi dari Jakarta.

Respons ini kemudian berkembang menjadi kerja kolaboratif yang lebih luas. Bersama mitra lembaga kemanusiaan lainnya, aksi ini mengakselerasi pergerakan bantuan dari Jakarta menuju titik titik terdampak. Kolaborasi tersebut membantu memastikan bahwa bantuan yang dihimpun publik tidak tertahan, namun benar benar bergerak hingga menjangkau warga terdampak yang paling membutuhkan.

Pada tahap penyaluran ini, konsolidasi 17 lembaga dilakukan dengan dukungan penuh dari jaringan mitra yang meliputi: DKM Masjid Al Marjan, Sekolah Dasar Islam Plus SDIP Cahaya Insan, TKIT Akila, Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) Al Huda, MQ Peduli Umat, Khoiru Ummah, Bimba BINTANG JUNIOR, MI Nurul Iman Al-Azhary, HK Peduli, TKIT Izzati, SDN Beji 4, SDI Asih Auladi, MICA FEST, Orchid Green Village, dan TPA Abbas. Partisipasi lembaga lembaga ini memperluas kapasitas distribusi dan memperkuat rantai logistik tanggap darurat di lapangan.

Pada penyaluran tahap ke-6 yang akan berlangsung pada 15-19 Desember 2025, sebanyak 17 lembaga ikutserta dalam kolaborasi “AKSI GERCEP untuk Sumatera” untuk memperluas jangkauan bantuan tanggap darurat. Tahap ini diproyeksikan menjadi salah satu rangkaian distribusi dengan skala besar karena mencakup penguatan logistik keluarga, dukungan kesehatan, perlengkapan ibadah, kebutuhan anak dan perempuan, serta dukungan pemulihan awal di titik yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Setiap krisis menuntut kita untuk hadir dan menyaksikan. Bantuan yang disalurkan adalah ikhtiar menjaga harapan dan kelangsungan hidup saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Ali Amril, CEO QUPRO Indonesia. Ia menegaskan bahwa percepatan penyaluran hanya mungkin terjadi ketika lembaga lembaga kemanusiaan, lembaga negara, dan relawan bekerja dalam 1 barisan yang saling menguatkan.

Kukuh Priyatmojo, Project Manager Program “AKSI GERCEP untuk Sumatera”, menjelaskan bahwa konsolidasi 17 lembaga dalam tahap ini merupakan bentuk nyata solidaritas nasional yang berkelanjutan. “Kami kembali ke lapangan dengan skala yang lebih besar. Fokusnya adalah memastikan bantuan bergerak terarah, tepat sasaran, dan menjangkau penyintas yang masih berada dalam kondisi rentan. Dukungan publik tetap sangat krusial untuk menjaga ritme penyaluran,” ujarnya.

Sebagai bentuk ajakan terbuka kepada publik, program ini tetap membuka ruang partisipasi donasi selama masa penyaluran. Donasi dapat disampaikan melalui rekening resmi atas nama Aliansi Kemanusiaan Indonesia (AKSI) via BSI 7656000311 dan Mandiri 1570060000313 serta platform digital program.aksi.or.id, sehingga kontribusi masyarakat dapat tercatat, terverifikasi, dan segera dikonversi menjadi bantuan nyata di lapangan.

Penyaluran tahap ke-6 ini menegaskan bahwa solidaritas nasional tidak berhenti pada hari-hari awal bencana. Gerakan bersama yang digalang 17 lembaga ini diarahkan untuk memastikan para penyintas memiliki dukungan yang cukup untuk bertahan dan kembali membangun kehidupan setelah bencana. (**/Bro)

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours