Putih Sari Teguhkan 4 Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Cinta Tanah Air & Penguatan Agenda Presiden Prabowo

3 min read

BEKASI — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Putih Sari, kembali menunjukkan komitmennya sebagai wakil rakyat yang berpijak di tengah masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Kampung Gabus Pabrik, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (8/12/2025).

Kehadiran Putih Sari disambut hangat oleh warga dan para tokoh masyarakat setempat. Mewakili masyarakat Desa Sriamur, Ustadz Nitas Azis menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan Putih Sari untuk hadir langsung dan berdialog dengan warga.

“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Sriamur. Ibu Putih Sari merupakan satu-satunya anggota DPR RI yang berkenan hadir langsung ke desa kami. Beliau hadir bukan hanya sebagai pejabat negara, tetapi sebagai wakil rakyat yang mau mendengar,” ujar Ustadz Nitas.

Apresiasi serupa juga ditujukan kepada Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra, H. Darissalam, yang dinilai konsisten turun langsung ke masyarakat dan mengawal aspirasi warga hingga ke tingkat kebijakan.

Dalam sambutannya, Putih Sari menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan masyarakat sekaligus menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat Daerah Pemilihan Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

“Alhamdulillah, ini sudah periode keempat saya dipercaya mewakili masyarakat Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Amanah ini tidak ringan, dan salah satu kewajiban konstitusional anggota DPR yang juga melekat sebagai anggota MPR adalah mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Putih Sari.

Ia menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika—bukanlah konsep baru bagi masyarakat. Namun, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi kebutuhan mendesak.

“Indonesia telah berusia hampir 80 tahun. Tantangan kebangsaan hari ini jauh lebih besar dibanding masa awal kemerdekaan. Karena itu, nilai-nilai yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Putih Sari menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus tercermin dalam sikap, kebijakan, serta perilaku masyarakat maupun penyelenggara negara.

“Kita semua ditakdirkan lahir sebagai bangsa Indonesia. Itu artinya kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keutuhan bangsa ini, merawat keberagaman, dan memastikan persatuan tetap terjaga,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa upaya mewujudkan keadilan sosial belum sepenuhnya dirasakan merata oleh seluruh rakyat. Namun menurutnya, pembangunan adalah proses panjang yang harus terus dikawal bersama.

“Kalau hari ini masih ada masyarakat yang belum merasakan keadilan dan kesejahteraan, itu menjadi tugas kita semua—pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat—untuk terus mengoreksi, mengawal, dan memperbaiki,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, Putih Sari menyinggung pentingnya stabilitas, kerukunan, dan kondusivitas sosial sebagai prasyarat keberhasilan kebijakan pemerintah, termasuk dalam mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan pengelolaan sumber daya alam.

“Sebagus apa pun program pemerintah, tidak akan berhasil jika masyarakatnya tidak rukun dan kondisi sosialnya tidak kondusif. Karena itu, nilai-nilai Pancasila menjadi kunci utama menjaga suasana damai demi masa depan Indonesia yang lebih maju,” katanya.

Menutup kegiatan, masyarakat Desa Sriamur menyampaikan harapan dan doa agar Putih Sari senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Atas nama keluarga besar Tambun Utara, kami mengucapkan terima kasih dan rasa hormat kepada Ibu Putih Sari. Beliau adalah kebanggaan kami. Semoga selalu sehat, sukses, dan terus dipercaya menjadi anggota DPR RI di masa-masa mendatang,” ujar salah satu perwakilan warga.

Melalui kegiatan ini, Putih Sari kembali menegaskan posisinya sebagai legislator yang tidak berjarak dengan rakyat—hadir, mendengar, dan bekerja dengan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai poros utama perjuangan politiknya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours