Jawa Barat – Bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyisakan luka mendalam. Ribuan warga kehilangan rumah, anak-anak digendong melintasi arus yang mengganas, dan jeritan meminta tolong mengiris hati siapa pun yang melihatnya. Dalam hitungan jam, kehidupan mereka berubah total. Para relawan berjibaku di tengah lumpur, sementara warga mencoba menyelamatkan sisa-sisa harta yang masih mampu mereka genggam.

Pemandangan memilukan ini, menurut Zuli Zulkipli, S.H., Ketua LBH ARJUNA, adalah tamparan keras bagi seluruh daerah, khususnya Jawa Barat. Bencana itu bukan semata air bah, melainkan peringatan agar pemerintah daerah lebih serius membenahi tata ruang dan menertibkan penyimpangan yang selama ini dibiarkan.
“Apa yang terjadi di Sumatera adalah pesan yang sangat jelas: jika lingkungan diabaikan, maka yang hancur pertama kali adalah rakyat kecil. Jawa Barat tidak boleh menunggu sampai berada dalam situasi yang sama,” tegas Zuli.
KDM: Pemimpin Visioner yang Menata Jawa Barat dari Akar Permasalahan
Zuli memuji Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai pemimpin visioner yang berani mengambil risiko politik demi memperbaiki tata ruang Jawa Barat. Kebijakan penertiban Bangunan Liar (BANGLI) yang ia ambil—meski memicu kontroversi di Karawang dan daerah lain—adalah langkah strategis untuk mengatasi akar masalah banjir dan kerusakan lingkungan.
“Keberanian KDM menata kembali ruang publik menunjukkan kualitas kepemimpinan yang berpihak pada masa depan rakyat. Beliau memimpin dari depan, bukan dari balik meja,” ujar Zuli.

Bupati Bekasi H. Ade Kuswara Kunang: Teladan Pemimpin Lapangan yang Tak Menunggu Viral untuk Bergerak
Selain KDM, Zuli memberikan perhatian khusus kepada Bupati Kabupaten Bekasi, H. Ade Kuswara Kunang, S.H., yang menurutnya memiliki karakter kepemimpinan langka di era sekarang. Di tengah banyak kepala daerah yang baru bergerak setelah sebuah masalah viral, Bupati Ade Kunang justru menunjukkan sikap sebaliknya.
“Pak Ade Kunang bergerak sebelum masyarakat berteriak, sebelum kamera menyorot. Inilah bentuk kepedulian sejati. Bukan pencitraan, tapi pengabdian.” – Zuli Zulkipli
Menurut Zuli, banyak kepala daerah menunggu sorotan media sosial atau tekanan publik sebelum turun ke lapangan. Mereka bergerak ketika isu sudah ramai, bukan ketika persoalan mulai muncul. Namun Bupati Ade Kunang adalah pengecualian.
Beliau turun langsung menertibkan BANGLI, memastikan saluran-saluran air tidak disalahgunakan, dan berdialog dengan warga tanpa menunggu situasi memburuk atau viral.
“Ketegasan Pak Ade Kunang sangat berbeda. Ia tidak menunggu masalah menjadi heboh. Ia bergerak karena hatinya terpanggil untuk melayani. Ini pemimpin yang kita butuhkan,” kata Zuli.
Dengan visi “Bangkit Maju Sejahtera”, Bupati Ade Kunang tidak hanya membenahi fisik wilayah, tetapi juga membangkitkan budaya disiplin tata ruang agar Kabupaten Bekasi tumbuh secara teratur dan aman dari ancaman banjir.
Sinergi KDM & Ade Kunang: Harapan Baru Jawa Barat
Zuli meyakini bahwa keselarasan visi antara KDM dan Bupati Ade Kunang adalah berkah besar bagi Jawa Barat. Keduanya menunjukkan pola kepemimpinan yang sama: tegas, cepat, responsif, dan berpihak pada rakyat, bukan pada kenyamanan politik.
“Kami di LBH ARJUNA bangga mendukung pemimpin yang bekerja nyata. KDM dan Pak Ade Kunang adalah representasi pemimpin masa depan yang mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan rakyat di atas segalanya,” tutup Zuli.


+ There are no comments
Add yours