Perkembangan Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Polda Metro Jaya di Desa Sukamahi Terus Tunjukkan Hasil Positif

3 min read

Bekasi – Program ketahanan pangan yang dikelola Polda Metro Jaya di kawasan Deltamas, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, kembali menunjukkan progres signifikan. Pada Rabu, 26 November 2025 pukul 08.00 WIB, jajaran Polsek Cikarang Pusat melakukan pengecekan langsung di area pertanian seluas 25 hektare yang menjadi lokasi penanaman jagung hibrida.

Kapolsek Pantau Langsung Progres Lapangan

Kegiatan pengecekan dipimpin oleh Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, S.H., M.H., didampingi Kanit Binmas Ipda Wowo S., Bhabinkamtibmas Aipda Sutarto, serta Rudi selaku petugas teknis lapangan. Kehadiran pimpinan Polsek di lokasi menjadi bentuk komitmen kepolisian dalam memastikan keberhasilan program ketahanan pangan berbasis kolaborasi dengan masyarakat.

Progres Pertumbuhan Tanaman Jagung Tahap I dan II

Lahan pertanian seluas 25 hektare ini dibagi menjadi delapan blok. Penanaman dilakukan dalam dua tahap dengan perkembangan sebagai berikut:

Tahap I – Luas 14 Ha (Usia Tanam 68 Hari)

Perkembangan tanaman pada blok A, B, C, dan E menunjukkan kondisi yang sangat baik:

Bunga telah muncul 90%

Putren mencapai 90%

Tanaman tampak subur dan seragam

Pada beberapa pohon di Blok B, terpantau 2 tongkol per pohon, menandakan pertumbuhan yang optimal.

Dengan kondisi cuaca panas, tanaman jagung usia 68 hari diperkirakan dapat dipanen lebih cepat, yaitu pada umur sekitar 100 hari, lebih singkat dari estimasi normal 120 hari.

Tahap II – Luas 11 Ha (Usia Tanam 25 Hari)

Penanaman pada Blok F, G, dan H yang dimulai 20 Oktober 2025 juga menunjukkan perkembangan stabil. Perawatan intensif terus dilakukan untuk menjaga kualitas pertumbuhan tanaman.

Rangkaian Pengolahan Lahan dan Penanaman

Pengolahan tanah dimulai pada 15 September 2025, kemudian penanaman pertama dilakukan di Blok B pada 18 September 2025, dan penanaman terakhir di Blok H pada 20 Oktober 2025. Secara keseluruhan terdapat 8 blok yang mengisi total lahan 25 hektare.

Program ini turut melibatkan 30 orang petani dari Kelompok Karya Tani Tembong Gunung, yang merupakan warga lokal dengan pengalaman menanam padi, cabai, dan hortikultura. Keterlibatan mereka menjadi bentuk nyata pemberdayaan masyarakat sekitar.

Benih Unggul dan Teknik Budidaya Modern

Untuk memastikan hasil panen maksimal, program ini menggunakan benih jagung hibrida varietas Pendekar Sakti yang disediakan oleh Kementerian Pertanian RI.

Teknik budidaya dilakukan secara profesional, di antaranya:

Penyiraman menggunakan tadah hujan dan mesin alkon yang mengambil sumber air dari empat kolam embung buatan.

Pemupukan berlapis, dimulai dari pupuk kandang pada awal olah tanah, kemudian dilanjutkan dengan pestisida, ZPT, NPK 15-15, urea, serta PAC Nitrogen bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.

Perawatan harian meliputi pendangiran, pemeriksaan gulma, perbaikan saluran air, serta penyemprotan pupuk tambahan secara berkala.

Dengan pola perawatan ini, tanaman jagung tumbuh secara seragam, subur, dan memiliki prospek panen tinggi.

Perkiraan Panen Dimulai Januari 2026

Berdasarkan perhitungan masa tanam 120 hari, panen diperkirakan berlangsung mulai pertengahan Januari 2026 hingga akhir Februari 2026. Namun mengingat beberapa blok mengalami pertumbuhan cepat, sebagian area mungkin dapat dipanen lebih awal.

Progres Lapangan 26 November 2025

Pada hari pengecekan, kegiatan utama adalah:

Pemupukan tahap I di Blok F, G, dan H

Pendangiran

Perbaikan saluran air untuk memastikan aliran irigasi tetap lancar

Kapolsek Cikarang Pusat menegaskan bahwa kegiatan ketahanan pangan ini bukan hanya untuk peningkatan produksi jagung, tetapi juga untuk memperkuat kemandirian pangan, memberdayakan masyarakat lokal, serta meningkatkan sinergi antara kepolisian dan warga.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours