Dir Binmas Polda Metro Jaya Tekankan Pentingnya Insting dan Patroli Humanis dalam Pelatihan Awak Kamling 2025

4 min read

Bekasi — Direktur Binmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Harry Muharram, S.I.K., M.H., menyampaikan sejumlah penekanan penting dalam Pelatihan Awak Kamling Tahun 2025 yang digelar di Kantor Desa Kedung Waringin, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (26/11/2025).

Di hadapan Kapolsek Kedung Waringin AKP Sutrisno, Kepala Desa Bojongsari, Kepala Desa Kedungwaringin dan ratusan peserta, Kombes Harry membuka kegiatan dengan pesan sederhana namun bermakna: awak kamling harus memperkuat silaturahmi sebagai fondasi keamanan di lingkungan masyarakat.

“Menangkap pelaku kejahatan memang membanggakan, tetapi mencegah warga menjadi korban adalah sebuah kemuliaan,” tegasnya mengutip pernyataan Kabaharkam Polri, Komjen Pol Fadil Imran.

 

Patroli Berbasis Data, Bukan Sekadar Rutinitas

Dalam paparannya, Kombes Harry menegaskan bahwa kegiatan jaga kamling bukan sekadar hadir dan berkeliling, melainkan harus dilakukan dengan strategi yang tepat, berbasis data, dan tetap humanis.

Ia menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki potensi kerawanan yang berbeda—mulai dari area gelap, lokasi hiburan, rumah-rumah kosong, hingga pola aktivitas masyarakat pada malam hari. Karena itu, awak kamling perlu mengetahui kondisi lingkungan secara detail.

“Patroli tidak boleh hanya lewat. Harus berhenti, observasi, melihat pintu rumah terbuka, mendeteksi asap, atau membaca gerak-gerik orang yang mencurigakan,” jelasnya.

 

Patroli efektif, katanya, mencakup:

1. Berjalan atau berkeliling

2. Berhenti dan melakukan observasi

3. Dialog dengan masyarakat

4. Penilaian terhadap potensi bahaya

5. Pendekatan proaktif untuk pencegahan

6. Datangi sumber kecurigaan dengan tetap memperhitungkan keselamatan

 

 

Humanis, Tidak Reaktif, dan Selalu Bersinergi

Kombes Harry berpesan agar awak kamling tetap mengedepankan pendekatan humanis, termasuk menerapkan 3S: Senyum, Sapa, Salam saat berinteraksi dengan masyarakat.

Patroli pun dianjurkan dilakukan secara kolaboratif bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, unsur TNI, hingga organisasi masyarakat.

“Keamanan lingkungan bukan kerja satu kelompok. Semua harus bersinergi, saling bertukar data, dan saling melindungi,” ucapnya.

 

 

Insting Tajam: Kunci Pengamanan Lingkungan

Dir Binmas menekankan bahwa awak kamling harus memiliki insting dan kepekaan terhadap potensi bahaya. Naluri keamanan, menurutnya, dibangun dari pengalaman, jam terbang, dan kemampuan membaca situasi.

Ia mengingatkan bahwa pengalaman tragis seperti kejadian di Cakung, di mana seorang petugas keamanan, Almarhum Atim Suharia, menjadi korban saat berusaha menggagalkan pencurian, harus menjadi pelajaran berharga.

“Keberanian itu penting, tetapi keselamatan diri adalah yang utama. Jangan memaksakan penangkapan bila pelaku lebih kuat atau membawa senjata,” tutur Kombes Harry.

 

Insting yang tajam penting bukan hanya untuk menghadapi pelaku kejahatan, tetapi juga dalam menghadapi potensi ancaman lain, seperti:

rumah yang mencurigakan,

aktivitas keluar-masuk yang tidak wajar,

indikator adanya tindak kriminal,

hingga potensi infiltran seperti jaringan terorisme yang menyamar sebagai warga.

Dialog dan Kemitraan: Sumber Informasi Paling Kuat

Salah satu strategi yang paling ditekankan adalah dialog intensif dengan masyarakat. Melalui komunikasi, awak kamling bisa memperoleh informasi penting tentang:

siapa saja yang tinggal di wilayah tersebut,

aktivitas warga pada malam hari,

pendatang baru,

potensi gangguan kamtibmas.

Kombes Harry juga menyinggung pentingnya kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pedagang, pengusaha, hingga ojek online yang aktivitasnya berlangsung 24 jam.

“Ojek online sering menjadi saksi pertama sebuah kejadian. Mereka mitra penting dalam membangun keamanan wilayah.”

 

Peran Kamling Sebagai Solusi Masalah Warga

Selain menjaga keamanan, awak kamling disebut memiliki fungsi sosial, seperti membantu warga yang mengalami masalah kecil namun mendesak: saluran mampet, pohon tumbang, rumah banjir, atau warga yang takut melintas di malam hari.

“Awak kamling adalah garda terdepan keamanan sekaligus penolong pertama masyarakat,” jelas Dir Binmas.

 

Penutup: Perkuat Pencegahan, Keselamatan, dan Rasa Aman

Mengakhiri paparan, Kombes Pol Harry Muharram menegaskan bahwa tugas utama awak kamling adalah mencegah kejahatan, bukan mengejar ketenaran karena menangkap pelaku.

Ia menekankan tiga poin utama:

1. Bangun silaturahmi dan dialog sebagai basis intelijen masyarakat.

2. Patroli harus terstruktur, berbasis data, dan penuh observasi.

3. Keselamatan awak kamling adalah prioritas utama.

 

Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi penguatan kapasitas bagi awak kamling dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours