Inovasi Aksi Perubahan Peserta Diklatpim PKP III Tahun 2025 PUSJAR SKD LAN RI
KABUPATEN CIREBON — Sebuah inovasi inspiratif lahir dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon. Melalui aksi perubahan bertajuk “Optimalisasi Peran serta Lintas Sektoral dalam Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di MAN 4 Kabupaten Cirebon,” Mansyur, S.H., Kepala UPTD P5A Kecamatan Pabuaran, sukses menggagas sinergi lintas sektor untuk membangun kesadaran kependudukan di lingkungan pendidikan.

Menurut Mansyur, gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya pemahaman generasi muda terhadap isu-isu kependudukan dan pembangunan berkelanjutan. Padahal, isu tersebut sangat berpengaruh terhadap masa depan daerah dan kualitas sumber daya manusia.
“Sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kependudukan, karena di sanalah karakter dan pola pikir generasi penerus terbentuk,” ujarnya.
Sebagai Action Leader dalam proyek perubahan ini, Mansyur memimpin langsung proses perencanaan hingga implementasi bersama para pemangku kepentingan. Kolaborasi ini melibatkan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, perangkat desa, Puskesmas, serta unsur masyarakat, yang bersama-sama menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan SSK, mengembangkan modul pembelajaran berbasis kependudukan, dan melatih guru agar mampu mengintegrasikan tema kependudukan ke dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
Sekolah Percontohan dan Perubahan Nyata
MAN 4 Kabupaten Cirebon dipilih sebagai sekolah percontohan karena memiliki kesiapan dan komitmen tinggi dalam mendukung program ini. Sekolah tersebut kini tidak hanya menjadi tempat belajar formal, tetapi juga pusat pembelajaran sosial yang menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap kependudukan, lingkungan, dan keluarga.
Melalui kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta berbagai aksi sosial tematik, para siswa diajak memahami pentingnya perencanaan keluarga, kesetaraan gender, dan tanggung jawab sosial dalam membangun masyarakat yang berdaya dan sejahtera.
“Implementasi aksi perubahan ini telah membawa hasil yang sangat positif. Koordinasi antarinstansi semakin efektif, semangat kolaboratif tumbuh di kalangan guru dan siswa, dan dukungan masyarakat semakin kuat. Kini setiap pihak memiliki peran jelas dalam membangun literasi kependudukan di tingkat lokal,” jelas Mansyur.
Kolaborasi dan Publikasi yang Menggerakkan
Untuk memperluas jangkauan dan dampak program, DPPKBP3A Kabupaten Cirebon juga memanfaatkan media publik sebagai sarana edukasi dan sosialisasi. Melalui Radar Cirebon dan akun resmi Instagram DPPKBP3A, berbagai kegiatan pelatihan, sosialisasi, serta pencapaian program disampaikan secara berkala kepada masyarakat.
Strategi komunikasi publik ini terbukti efektif dalam memperkuat dukungan sosial, menumbuhkan kesadaran bersama, serta membangun citra positif bahwa pendidikan kependudukan bukan hanya teori, tetapi gerakan sosial yang nyata dan berdampak.
Pemerintahan Kolaboratif dan Akuntabel
Dari sisi tata kelola pemerintahan, inovasi yang digagas Mansyur mencerminkan praktik good governance yang berorientasi pada kolaborasi dan akuntabilitas. Program SSK terbukti memperkuat koordinasi lintas sektor tanpa menambah beban anggaran. Prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas diwujudkan dalam setiap tahap pelaksanaan.
Untuk menjamin keberlanjutan program, DPPKBP3A telah mengintegrasikan SSK ke dalam dokumen perencanaan strategis (Renstra) dan memastikan dukungan pendanaan melalui APBD serta mekanisme pembiayaan antarinstansi. Langkah ini menjadi fondasi penting agar program terus berjalan dan dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Cirebon.
Membangun Generasi yang Peduli
Di akhir paparannya, Mansyur menyampaikan harapan besar agar inisiatif ini menjadi inspirasi bagi instansi dan sekolah lain untuk ikut berperan aktif dalam membangun generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, dan peduli terhadap isu kependudukan.
“Perubahan tidak harus besar, tetapi harus berkelanjutan. Dan kolaborasi adalah kunci agar setiap langkah kecil bisa memberi dampak besar bagi masyarakat,” tutupnya dengan optimistis.
