Gus Hasan: Semangat Kepahlawanan Adalah Ibadah Sosial untuk Melanjutkan Perjuangan Bangsa

2 min read

Bekasi — Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bekasi, Gus Hasan, menyerukan pentingnya meneladani semangat perjuangan para pahlawan dengan cara yang penuh keikhlasan dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan gaya yang tenang, tawadhu, dan religius, Gus Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menjadikan nilai-nilai kepahlawanan sebagai ibadah sosial. “Menjadi pahlawan hari ini bukan dengan mengangkat senjata, tetapi dengan mengangkat kepedulian, memperjuangkan keadilan, dan menjaga persaudaraan. Itulah jihad kebangsaan yang sesungguhnya,” ujarnya dengan nada teduh namun penuh makna.

Tokoh muda yang dikenal humble dan dekat dengan masyarakat itu juga menekankan, semangat Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk mengokohkan tekad dalam membangun bangsa yang berkeadaban. “Nilai-nilai perjuangan harus dihidupkan dalam keseharian. Ketika kita membantu sesama, menjaga keutuhan NKRI, dan menanamkan cinta tanah air di hati generasi muda, di situlah makna pahlawan hidup kembali,” tutur Gus Hasan.

Sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bekasi, Gus Hasan juga mengingatkan pentingnya peran pemuda dan kader Ansor dalam melanjutkan estafet perjuangan bangsa. “Ansor harus hadir di tengah masyarakat sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan. Kita terus bergerak, menebar manfaat, serta menjaga harmoni di tengah keberagaman,” katanya.

Menutup pesannya, Gus Hasan menyampaikan doa agar arwah para pahlawan bangsa diterima di sisi Allah SWT, serta bangsa Indonesia senantiasa diberkahi persatuan dan kemajuan. “Semoga kita mampu menjadi bagian dari mata rantai perjuangan yang tak terputus — berjuang dengan ilmu, dengan amal, dan dengan cinta kepada tanah air,” pungkasnya dengan penuh harap.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours