Bekasi — Sejumlah siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Lido Polda Metro Jaya yang tengah menjalani Latihan Kerja (Latja) mendapatkan pengalaman berharga di Kantor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bekasi, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Kawasan Delta Silicon 2, Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat ini merupakan bagian dari program pendampingan dan pembelajaran lapangan bagi para siswa calon bintara Polri.
Kegiatan dimulai dengan apel persiapan yang dipimpin oleh Wakapolsek Cikarang Pusat IPTU Riyanto, didampingi para Kanit serta Danton pengasuh. Usai apel, para siswa Latja diarahkan menuju aula UPTD PPA untuk mengikuti rangkaian acara pembekalan.
Dalam sambutannya, Kepala UPTD PPA Kabupaten Bekasi, Fahrul Fauzi, S.IP., M.Si., mengucapkan selamat datang kepada para siswa Latja SPN PMJ dan memperkenalkan tugas serta fungsi UPTD PPA yang berperan langsung dalam memberikan layanan perlindungan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
> “UPTD PPA adalah satu-satunya unit pelaksana teknis yang secara khusus diatur dalam peraturan perundang-undangan untuk menangani persoalan perempuan dan anak. Kami selalu berkolaborasi dengan Kepolisian, khususnya Unit PPA Satreskrim,” ujar Fahrul.
“Kami berharap, adik-adik siswa SPN yang kelak bertugas di lapangan dapat memahami pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tambahnya.
Sementara itu, Wakapolsek Cikarang Pusat IPTU Riyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa para siswa SEBA Polri ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sebagian besar telah memiliki latar belakang pendidikan tinggi.
> “Kami berharap ilmu yang disampaikan oleh narasumber hari ini benar-benar diserap dan dipahami. Karena di lapangan nanti, kalian akan berhadapan langsung dengan masyarakat, termasuk korban perempuan dan anak yang butuh perlakuan khusus,” tutur IPTU Riyanto.
Kegiatan juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bekasi, F. Fatimah, M.Si., yang hadir mewakili Kepala Dinas. Dalam arahannya, Fatimah menyoroti peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bekasi yang masih cukup tinggi.
> “Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 294 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bekasi. Angka ini menjadi pengingat bahwa persoalan ini harus ditangani secara serius dan kolaboratif antara Pemerintah Daerah dan Kepolisian,” ujar Fatimah.
Selain sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa dan penyampaian materi oleh dr. Irma Bayani, S.Si. dan Buchori, S.Si.. Materi yang disampaikan meliputi aspek Psikologi Hukum serta Asesmen terhadap Perempuan dan Anak korban kekerasan.
Melalui kegiatan ini, para siswa SPN Lido PMJ diharapkan memperoleh pemahaman mendalam tentang pendekatan yang humanis, berempati, dan profesional dalam menangani kasus yang melibatkan korban perempuan dan anak — sebuah bekal penting untuk menjalankan tugas sebagai anggota Polri yang presisi dan berkeadilan.
> “Sinergi antara Kepolisian dan Pemerintah Daerah adalah kunci keberhasilan dalam memberikan perlindungan yang nyata bagi perempuan dan anak,” tutup Fahrul.


+ There are no comments
Add yours