“Gus Hasan” Kembali Tunjukkan Kepeduliannya : Tiga Anak Tewas di Galian Tol Japek 2, Legislator PKB Gerak Cepat Pastikan Tanggung Jawab Sosial Pihak Proyek

3 min read

Bekasi — Tragedi memilukan mengguncang warga Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Tiga anak dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di area galian proyek pembangunan Tol Jakarta–Cikampek II (Japek 2) pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kabar duka itu langsung menggugah perhatian Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKB, Gus Hasan Basri, yang juga duduk di Komisi IV DPRD — komisi yang membidangi urusan sosial, kesehatan, Pendidikan ,Tenaga Kerja, dan kesejahteraan rakyat. Tanpa menunggu lama, Gus Hasan bergerak cepat menuju RS Kartika Husada untuk memastikan kondisi para korban serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berduka.

Sesampainya di rumah sakit, Gus Hasan memastikan ketiga anak korban telah dinyatakan meninggal dunia. Di lokasi itu pula, ia menemui Tommy, perwakilan Humas Pelaksana Proyek Tol Japek 2, untuk meminta penjelasan terkait tanggung jawab sosial pihak proyek atas peristiwa tragis tersebut.

> “Saya datang bukan untuk mencari kesalahan siapa pun, tetapi untuk memastikan keluarga korban mendapatkan perhatian yang layak. Ini musibah yang sangat menyedihkan, dan pihak pelaksana proyek harus hadir memberikan tanggung jawab sosial,” ujar Gus Hasan dengan nada tegas namun penuh empati.

Dalam dialog tersebut, Gus Hasan menanyakan langsung bentuk kepedulian dan bantuan yang telah diberikan pihak proyek kepada keluarga korban. Dari keterangan Humas Tol Japek 2, disampaikan bahwa pihak proyek bersama keluarga korban telah sepakat mengenai pemberian bantuan sebesar Rp 10 juta untuk biaya pemakaman.

> “Saya menghargai langkah pihak proyek yang telah menunjukkan tanggung jawab moral dengan membantu proses pemakaman. Namun saya juga menekankan agar kejadian seperti ini menjadi evaluasi serius bagi semua pihak yang terlibat,” tegas Gus Hasan.

Tidak berhenti di situ, usai dari rumah sakit, Gus Hasan melanjutkan koordinasi ke Polsek Setu, menemui Kanit Lantas untuk membahas langkah-langkah preventif agar insiden serupa tidak terulang. Ia mendesak agar pengawasan dan pengamanan di sekitar area proyek diperketat, terutama di titik-titik yang dekat dengan permukiman warga.

> “Saya minta pihak pelaksana proyek dan aparat melakukan tindakan nyata — mulai dari pemasangan pagar pembatas, rambu peringatan, hingga penjagaan di area galian. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan,” tandasnya.

Sikap cepat tanggap Gus Hasan menuai apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai kehadiran wakil rakyat tersebut di tengah situasi duka menunjukkan komitmen dan kepedulian nyata terhadap penderitaan warga.

> “Pak Gus Hasan ini wakil rakyat yang benar-benar peduli. Begitu dengar ada korban, langsung datang ke rumah sakit, turun ke lapangan, dan memastikan semuanya berjalan baik,” tutur salah satu warga Desa Tamansari.

Melalui peristiwa tragis ini, Gus Hasan kembali mengingatkan seluruh pihak pelaksana proyek di Kabupaten Bekasi agar tidak mengabaikan aspek keselamatan masyarakat sekitar.

> “Pembangunan memang penting, tapi keselamatan warga jauh lebih utama. Jangan sampai ada lagi korban jiwa karena kelalaian atau lemahnya pengawasan di lapangan,” pungkasnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

1 Comment

Add yours
  1. 1
    Yaya

    Yaa Allah.. innalillahi.. semoga keluarga korban diberi ketabahan.. dan semoga wakil rakyat semakin peduli dgn masyarakatnya aamiinn.. terimakasih pak..

+ Leave a Comment