H. Jaya Marjaya Ajak Pemuda Nyalakan Semangat Sumpah Pemuda ke-97: “Jadilah Generasi Tangguh, Cinta Tanah Air, dan Bermartabat”

3 min read

Kabupaten Bekasi – Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025, Wakil Ketua DPC PKB sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, H. Jaya Marjaya, S.E., S.H., M.Si., menyerukan kepada generasi muda agar menyalakan kembali api nasionalisme dengan ruh Islam yang diajarkan Nahdlatul Ulama — “Hubbul Wathon Minal Iman”, cinta tanah air sebagian dari iman.

Menurutnya, prinsip yang diwariskan oleh para ulama dan pendiri bangsa ini adalah fondasi moral yang tak lekang oleh waktu. Cinta tanah air bukan sekadar sikap patriotik, tetapi juga manifestasi keimanan yang harus tertanam dalam hati setiap anak bangsa.

> “Hubbul Wathon Minal Iman bukan hanya kalimat indah, tapi pesan yang sangat dalam. Mencintai Indonesia adalah bagian dari keimanan kita. Menjaga negeri ini, membela persatuan, menghormati perbedaan, dan berbuat untuk rakyat — semuanya adalah ibadah yang bernilai di sisi Allah,” tegas H. Jaya Marjaya, Senin (27/10/2025).

Ia menjelaskan, semangat Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) senantiasa berakar pada nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, penuh kasih sayang, dan menghormati kebhinekaan. Prinsip inilah yang menurutnya harus menjadi pegangan utama para pemuda Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman.

> “PKB lahir dari rahim NU yang meneguhkan prinsip Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Di dalamnya terkandung pesan bahwa beragama harus melahirkan rasa cinta pada sesama manusia dan tanah airnya. Maka pemuda NU, pemuda PKB, dan seluruh anak bangsa harus menjadikan Hubbul Wathon Minal Iman sebagai napas perjuangan,” ujarnya.

H. Jaya Marjaya menilai, semangat Sumpah Pemuda yang berprinsip Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa sejatinya sejalan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika, yang mengajarkan harmoni di tengah perbedaan. Ia menegaskan, nasionalisme sejati tidak bertentangan dengan Islam, melainkan menjadi bagian dari perintah moral untuk menjaga kedamaian dan persaudaraan.

> “Islam mengajarkan kita untuk mencintai negeri tempat kita berpijak. Maka membangun Indonesia adalah bagian dari ibadah. Pemuda harus menjadi pelopor menjaga persaudaraan dan persatuan — bukan terpecah karena perbedaan, tapi bersatu dalam keberagaman,” tambahnya.

Politisi PKB asal Kabupaten Bekasi ini juga menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan hanya derasnya arus digitalisasi, tetapi juga ancaman pudarnya rasa kebangsaan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemuda untuk memperkuat karakter keislaman, nasionalisme, dan kepedulian sosial.

> “Pemuda Bekasi harus berani tampil membawa semangat keislaman yang mencintai tanah air. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tapi jadilah pelaku sejarah. Aktiflah di masyarakat, bantu sesama, rawat lingkungan, dan jadikan Bekasi sebagai contoh daerah yang religius dan berkeadaban,” ungkapnya.

H. Jaya Marjaya menegaskan bahwa dirinya bersama PKB dan kader-kader NU di Kabupaten Bekasi akan terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan yang bernafaskan keislaman. Ia juga menyerukan agar pemuda menjaga harmoni di tengah masyarakat industri yang majemuk.

> “Kabupaten Bekasi ini adalah potret kecil Indonesia. Di sini hidup berbagai suku, agama, dan budaya. Maka dari Bekasi, mari kita tunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan perpecahan. Karena Hubbul Wathon Minal Iman mengajarkan kita: mencintai negeri ini berarti menjaga persatuan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, H. Jaya Marjaya mengajak seluruh pemuda menjadikan peringatan Sumpah Pemuda ke-97 sebagai momentum kebangkitan moral, spiritual, dan kebangsaan menuju Indonesia yang lebih kuat, berkarakter, dan bermartabat.

> “Mari kita nyalakan semangat Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh. Jadilah pemuda yang tangguh, beriman, cinta tanah air, dan siap mengabdi untuk bangsa. Karena semangat Hubbul Wathon Minal Iman adalah suluh yang akan terus menyala di dada setiap pemuda Indonesia,” pungkasnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi refleksi penting bagi seluruh generasi muda untuk memperkokoh iman sekaligus meneguhkan rasa cinta tanah air. Di bawah semangat kepemimpinan tokoh muda seperti H. Jaya Marjaya, nilai-nilai Islam moderat ala Nahdlatul Ulama dan semangat kebangsaan PKB terus menjadi ruh perjuangan dalam membangun Kabupaten Bekasi yang religius, harmonis, dan berkeadaban.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours