Warga Desa Sukaluyu Tuntut Keadilan, Pertanyakan Rencana Pemutusan Kontrak PT BSS oleh PT Ochiai

2 min read

Karawang – Merasa dirugikan atas rencana pemutusan kontrak kerja secara sepihak terhadap PT Buana Sejahtera Sentosa (BSS), perwakilan masyarakat Desa Sukaluyu—terdiri dari BUMDes, Karang Taruna, LPM, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda—turun langsung mendampingi H. Hamid D. Samairja, S.H., M.H., selaku perwakilan PT BSS, untuk mendatangi kantor PT Ochiai Menara Indonesia, Jumat (23/5/2025).

Kedatangan mereka bukan sekadar pembelaan terhadap PT BSS, melainkan bentuk perjuangan kolektif demi menjaga kepentingan dan kesejahteraan masyarakat desa yang selama ini turut merasakan manfaat dari kerja sama kedua perusahaan.

Dalam pertemuan di aula kantor PT Ochiai, pihak perusahaan melalui Agus Poerwanto menjelaskan bahwa rencana pemutusan kontrak tersebut adalah bagian dari penyegaran organisasi dan merupakan instruksi dari kantor pusat.

Namun, pernyataan tersebut tidak serta-merta diterima begitu saja. H. Hamid mempertanyakan motif di balik keputusan itu, dan mengingatkan bahwa jika alasan “instruksi pusat” hanya dijadikan tameng demi kepentingan pribadi, maka pihaknya tidak segan menempuh langkah hukum.

“Kerja sama ini bukan hanya soal bisnis, tapi soal keberlangsungan kontribusi terhadap masyarakat Desa Sukaluyu. Jika kerja sama ini dihentikan secara sepihak tanpa dasar yang jelas, maka yang paling dirugikan adalah warga,” tegas Hamid.

Perwakilan BUMDes Desa Sukaluyu, Muji Prayitno, turut menegaskan pentingnya kelanjutan kerja sama ini bagi stabilitas sosial di lingkungan desa. “Hingga saat ini, dengan adanya kerja sama antara PT BSS dan PT Ochiai, kondusifitas dan keamanan lingkungan terjaga, dan semuanya berjalan baik-baik saja. Jangan sampai dengan adanya kejadian ini, merubah tatanan yang sudah baik ini,” pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa PT BSS selama ini telah melibatkan warga desa secara aktif dalam berbagai kegiatan, baik sebagai tenaga kerja, mitra binaan, maupun pelaku usaha lokal yang terbantu secara ekonomi.

Masyarakat Desa Sukaluyu berharap PT Ochiai dapat bersikap adil dan mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dengan melihat dampaknya secara langsung terhadap warga desa. “Kami di sini hanya ingin memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi hak kami sebagai masyarakat yang selama ini ikut membangun,” ujar salah satu tokoh pemuda setempat.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author