Kabupaten Bekasi – Banjir kiriman yang diduga berasal dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet masih menerjang dua desa di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, hingga Selasa (4/3/2025) malam. Dua desa terdampak terparah adalah Desa Cipayung dan Labansari, yang berbatasan langsung dengan aliran kedua sungai tersebut.
Sekretaris Camat Cikarang Timur, H. Aris Sadikin Asnawi, mengonfirmasi kondisi darurat ini melalui keterangan resmi. “Saat ini, Desa Cipayung dan Labansari menjadi wilayah terdampak terparah karena lokasinya berdekatan dengan Sungai Citarum dan Cibeet. Debit air kedua sungai terus meningkat sejak sore hari, dan puncaknya terjadi sekitar pukul 22.07 WIB,” jelasnya.
Aris menambahkan, pihaknya telah mengaktifkan posko darurat dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bekasi untuk melakukan evakuasi warga di zona rawan. “Kami menghimbau masyarakat, terutama di sekitar dua desa ini, agar tetap waspada. Warga diharapkan mengungsi ke titik kumpul yang telah disiapkan jika kondisi semakin memburuk,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan lapangan, permukaan air di beberapa permukiman warga telah mencapai 1-2 meter. Sejumlah rumah, jalan desa, dan lahan pertanian masih terendam, sementara arus deras menghambat proses evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan BPBD, TNI, dan relawan masih berupaya mengevakuasi warga yang terisolasi. Pemerintah setempat juga memantau secara intensif perkembangan cuaca dan debit sungai untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
Masyarakat diimbau memantau informasi resmi melalui saluran komunikasi posko.

