Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati RW 01 Kelurahan Mekarjaya Gelar Pelatihan Rumah Pangan Lestari

4 min read

 

Depok, Swarajabar.id – Bersama Perempuan Kepala Keluarga ( PEKKA) dan anak anak usia sekolah ,Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati RW 01 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya  berikan pelatihan Rumah Pangan Lestari (RPL) selama dua hari, mulai 9 /12/2024 sampai 10 /12/2024,bertempat di halaman rumah ketua KWT Ibu Eli Sholihat.

 

Pelatihan ini adalah lanjutan dari kegiatan Pelatihan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang sebelumnya juga di lakukan di tempat yang sama dalam rangka melaksanakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang dilaksanakan di seluruh  kelurahan di kota Depok sebagai bagian dari program Kampung Caraka.

 

Pelatihan Rumah Pangan Lestari ini di hadiri oleh Ketua RW 01 Rohendi Budiyana, Ketua RT 06/01 Rasmal A.Sikumbang ,Ketua PKK dan Ketua Posyandu Melati RW 01 Serta Kasi Ekbang Kelurahan Mekarjaya  Ibu Sukaesih yang pada kesempatan ini menyerahkan secara simbolik kepada peserta pelatihan berupa media tanam, pupuk, bibit dan alat semprot, sementara Lurah Mekarjaya berhalangan hadir karena sedang ada Diklat.

 

Kasi Ekbang Kelurahan Mekarjaya,Ibu Sukaesih saat menyerahkan media tanam kepada siswi yang hadir
Kasi Ekbang Kelurahan Mekarjaya,Ibu Sukaesih saat menyerahkan media tanam kepada siswi yang hadir

 

Ketua KWT Melati RW 01 Eli Solihat menuturkan, sebelumnya kami bersama pengurus telah aktif memanfaatkan  Pekarangan Rumah  untuk kegiatan P2L dalam satu tahun belakangan, sehingga sudah dapat merasakan manfaatnya.

 

“Sudah sering memanen sayuran seperti sawi, kangkung, pakcoy, dan cabai,yang hasilnya kami bagi-bagikan ke tetangga yang membutuhkan, dan juga beberapa kami jual,”Ujar Eli Sholihat

 

Ketua KWT Melati RW 01 Mekarjaya, Elly Sholihat saat menyampaikan sambutan
Ketua KWT Melati RW 01 Mekarjaya, Eli Sholihat saat menyampaikan sambutan

 

Nara sumber dari Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukmajaya  Mamik Widiastuti  menjelaskan  “Harapan dari  kegiatan ini untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang ada di sekitar rumah, sekaligus mengembangkan keterampilan  bakat bertani bagi ibu ibu dan anak anak kita agar terhindar juga dari ketergantungan dengan Gadget.”

 

Pada kesempatan ini  di jelaskan juga tips menghindari serangan hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan kunyit, Kunyit memiliki beberapa fungsi penting dalam kegiatan budidaya pertanian, Fungsinya sebagai antimikroba jadi dia anti jamur anti virus dan anti bakteri sudah ada di dalam kunyit itu dia bisa sebagai pupuk yang bagus untuk tanamannya, jelas Mamik Widiastuti kepada awak media.

 

Untuk penambahan unsur hara kemudian juga untuk penyembuhan Kalau umpama tanaman ini ada Penyakitnya, Bedanya untuk yang tanaman sayuran daun ini tidak usah terlalu banyak Paling cuma kita berikan dalam bentuk sprayer atau semprotan jadi semprotan dari si daunnya nanti dia tetap turun ke bagian akarnya.

 

Lebih lanjut di jelaskan juga cara pembuatannya , sambil di saksikan oleh seluruh peserta agar mudah di mengerti, “Haluskan rimpang kunyit, cuci bersih rimpang kunyit, lalu haluskan menggunakan blender,Campurkan hasil blenderan dengan air bersih, lalu diamkan selama beberapa saat agar senyawa aktifnya larut, saring larutan untuk memisahkan ampas.” Tegas Mamik.

 

Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukmajaya, Mamik Widiastut saat membuat pengusir hama dari kunyit dan cara menggunakannya
Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukmajaya, Mamik Widiastut saat membuat pengusir hama dari kunyit dan cara menggunakannya

 

Bau khas kunyit dapat mengusir beberapa jenis serangga hama seperti kutu daun,semut  dan ulat, Penggunaan kunyit secara teratur dapat meningkatkan kualitas daun, membuatnya lebih hijau segar dan kaya nutrisi.Karena sayuran daun memiliki bagian yang langsung dikonsumsi, penggunaan kunyit dalam bentuk semprotan dengan konsentrasi yang lebih rendah akan lebih aman. Tujuannya adalah agar tidak meninggalkan residu yang berlebihan pada daun.Pungkasnya

 

“Penyemprotan dapat dilakukan secara berkala, misalnya seminggu sekali atau dua minggu sekali, tergantung pada kondisi tanaman dan tingkat serangan hama atau penyakit”.

 

Kita juga akan melakukan monitoring yang sistematis, tentunya untuk kita bisa memastikan bahwa program yang di fasilitasi oleh Kelurahan Mekarjaya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan mencapai tujuan yang diharapkan, sekaligus evaluasi apakah kegiatan ini ada kekurangannya apa tidak, Tutur Mamik Widiastuti. ( Bro )

 

 

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours