Tenjolaya Bogor, SWARA JABAR – Ada yang tidak biasa pada pengajian bulanan yang diadakan Persatuan Nyukcruk Galur Karuhun Bogor kali ini, yaitu setelah selesai acara pengajian langsung diadakan kegiatan bakti sosial yaitu berupa penanaman beberapa jenis tanaman diantaranya bibit pohon Kaung, Cendana, Rasamala, Mahoni dan Menteng di kawasan Kp. Curug Luhur Indah Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya Bogor, Minggu (8/9).
Kegiatan yang dilakukan setelah Shalat Ashar ini dipimpin langsung oleh Ketua umum Persatuan Nyukcruk Galur Karuhun Bogor (PNGKB) Abah Herman, dihadiri juga oleh beberapa pengurus dan anggota diantaranya Penasehat DPP PNGKB Abah Edi, Divisi Kerohanian Ki Rawing dan lainnya.
Pada kesempatan itu Abah Herman menyampaikan bahwa acara pengajian PNGKB selalu diadakan rutin setiap bulan, “Namun kali ini kami isi dengan melaksanakan bakti sosial yang kesekian kalinya untuk alam yaitu dengan melakukan penanaman bibit tanaman yaitu beberapa jenis pohon pohon Kaung, Cendana, Rasamala, Mahoni dan Menteng. Ini adalah upaya untuk menjaga lingkungan alam di sekitar Curug Luhur Indah juga melestarikan tanaman pohon tersebut. Karena jika kita menjaga alam, maka alampun akan menjaga kita,” ungkap Abah Herman yang terkenal dengan panggilan Ki Damar itu.

Selain Ki Damar nampak terlihat pengurus lainnya pun ikut juga menanam pohon, diantaranya yaitu Abah Edi dan Ki Rawing, yang menarik adalah penanaman tanaman yang dilakukan oleh Ki Rawing, yaitu sambil melakukan buka rajah dengan maksud agar pohon yang ditanam kelak bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya dapat menahan longsor.
Ki Damar pun menjelaskan, PNGKB selama ini ikut menghijaukan lahan yang tandus dan menanaminya dengan pepohonan, ini juga bisa disebut sebagai budaya. “Ini salah satu warisan dari leluhur yang harus kita jalankan, apa lagi ada di antara pohon Kaung yang harus kita lestarikan, bila kita ngaku urang Bogor,” ucapnya sambil memasukkan bibit tanaman pohon Kaung.
Lanjutnya semua tanaman ini setelah ditanam akan dilakukan penyiraman untuk tetap segar tidak layu dan stres, “Kami akan selalu menjaga sekaligus merawat tanaman. Jangan hanya bisa menanam tapi tidak bisa merawat dan memupuk,” tutup Ki Damar. (Kontributor: Ki Damar PNGKB/ Editor: Prabu Mahesa)


+ There are no comments
Add yours