FORTAL Apresiasi Kondusifitas di Kabupaten Bekasi Sebagai Prestasi FORKOPIMDA, Ingatkan APH dan Pemkab Fokus Berantas Obat Terlarang

3 min read

Bekasi – Kondusifitas Kabupaten Bekasi yang tetap terjaga tanpa aksi anarkis maupun unjuk rasa patut diapresiasi. Hal ini dibuktikan dengan aksi yang semula direncanakan sebagai unjuk rasa justru bertransformasi menjadi kegiatan pengajian istighosah dan doa bersama yang digelar di halaman Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Senin (1/9/2025) pagi.

Ketua Umum Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL), Kang Edo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Bekasi, khususnya Kapolres Metro Bekasi, Bupati Bekasi, dan Ketua DPRD yang mampu bersinergi dengan mahasiswa, komunitas driver ojek online, serta elemen masyarakat lainnya.

Menurutnya, langkah kolaboratif tersebut menunjukkan wajah Bekasi yang dewasa dalam menyampaikan aspirasi dan menjadi contoh bahwa perubahan bisa diwujudkan melalui cara-cara damai, khidmat, dan penuh makna.

Namun, di balik rasa syukur atas kondusifitas daerah, Kang Edo juga mengingatkan adanya ancaman serius yang masih menghantui generasi muda Bekasi, yakni maraknya peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang seperti tramadol dan eksimer. Ia menilai, penjualan barang haram ini berlangsung secara masif, terstruktur, bahkan seolah dibiarkan begitu saja.

“Pemberitaan soal lokasi hingga para pelaku peredaran obat-obatan itu sudah sangat jelas. Tetapi, ironisnya, masih terkesan ada pembiaran dari aparat penegak hukum dan pihak terkait. Kalau dibiarkan terus, generasi kita akan hancur,” tegas Kang Edo.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat dan generasi muda adalah bagian terpenting yang tidak bisa dipisahkan dari cita-cita Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera. Namun cita-cita tersebut akan sulit tercapai apabila generasi muda terus dirusak dan dijajah oleh peredaran tramadol, eksimer, dan sejenisnya.

Kang Edo juga menyinggung Jati Kapling Pilar yang saat ini dikenal sebagai pasar bebas transaksi tramadol dan eksimer. Menurutnya, lokasi itu harus segera ditutup secara permanen karena menjadi simbol lemahnya pengawasan dan rawan merusak generasi.

“Kalau Jati Kapling Pilar tidak segera ditutup, maka wilayah lain seperti Suka Tani, Babelan, Tarumajaya, Cikarang Barat hingga Cikarang Selatan akan ikut lumpuh perlahan akibat serbuan obat-obatan terlarang ini. Itu ancaman nyata yang harus segera ditindak tegas,” ungkapnya.

Sebagai aktivis yang sejak awal konsisten menyelamatkan generasi muda dari narkoba, Kang Edo menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai kader intelektual muda Bekasi untuk mengambil bagian dalam perjuangan ini.

“Mari kita bersama-sama bereskan semua persoalan di Kabupaten Bekasi. Terutama persoalan peredaran obat terlarang yang sudah sangat meresahkan. Suarakan terus agar APH, Pemerintah Daerah, bahkan Pemerintah Pusat benar-benar membuka mata dan telinga untuk memberantas persoalan ini,” ajaknya penuh semangat.

Kang Edo berharap, semangat kebersamaan yang ditunjukkan melalui istighosah dan doa bersama ini menjadi titik awal lahirnya gerakan moral yang lebih besar, dipimpin oleh generasi muda untuk menjaga masa depan Bekasi yang lebih sehat, bersih, dan bermartabat.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author