Bekasi, 22 April 2025 – Seruan keras dilontarkan Ketua Umum LSM SNIPER, Gunawan alias Mbah Goen, terhadap kinerja para kepala desa di Kabupaten Bekasi yang dinilai lamban dan tidak mendukung agenda penataan wilayah. Ia menyebut banyak kepala desa saat ini hanya “omon-omon”, tak ada tindakan nyata dalam menertibkan bangunan liar (bangli) di wilayah masing-masing.
Dalam pernyataannya yang disampaikan di Kampung Wisata Kawung 3, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Mbah Goen menyebut sikap sebagian kades justru menjadi batu sandungan bagi langkah besar Bupati Bekasi, H. Ade Kuswara Kunang, S.H., dalam membenahi Kabupaten Bekasi.
“Bupati sudah punya visi yang jelas. Tapi apa gunanya kalau kepala desanya ogah-ogahan? Banyak dari mereka cuma main aman, jadi kura-kura dalam perahu. Pura-pura tidak tahu persoalan bangunan liar yang merajalela,” tegas Mbah Goen.
Ia dengan lantang mendesak Bupati Ade Kuswara mengambil langkah berani: menahan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) bagi kepala desa yang tak menunjukkan komitmen nyata terhadap penertiban bangli.
“Jangan segan! Tunda pencairan ADD untuk mereka yang malas. Jangan biarkan uang negara mengalir ke tangan yang tak bertanggung jawab. Ini soal keberanian memimpin,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mbah Goen menegaskan bahwa Kabupaten Bekasi tidak bisa hanya ‘berjalan’ bila ingin mengejar ketertinggalan pembangunan.
“Kabupaten Bekasi harus lumpat (lari) kalau mau maju. Tidak bisa lagi santai, tidak bisa setengah-setengah. Semua jajaran, terutama para kepala desa, harus bergerak cepat, responsif, dan tanggap terhadap visi besar Pak Bupati. Jangan biarkan kebijakan progresif Bupati Ade Kuswara terhambat oleh aparat desa yang pasif,” tegasnya.
Menurutnya, kepala desa adalah ujung tombak pemerintahan di akar rumput. Jika mereka lemah, maka program sebesar apa pun di tingkat kabupaten akan mandek.
“Pak Ade Kuswara punya kesempatan besar mencetak sejarah baru di Bekasi. Tapi ketegasan harus dimulai dari bawah. Jangan ragu beri sanksi. Ini bukan zamannya kepala desa leha-leha tapi minta anggaran naik tiap tahun,” tandasnya.
Pernyataan ini mempertegas harapan masyarakat akan hadirnya pemimpin daerah yang bukan hanya punya visi, tapi juga berani menindak. Kabupaten Bekasi dinilai butuh pemimpin dengan tangan besi dan hati nurani — dua hal yang saat ini dilihat ada pada sosok H. Ade Kuswara Kunang.

