dr,Asep Surya Atmadja Siapkan Lompatan Besar: Wujudkan Pasar Tumpah Terbesar dan Paling Tertata di Jawa Barat

2 min read

KABUPATEN BEKASI — Langkah progresif kembali ditunjukkan Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmadja, saat meninjau langsung kawasan Pasar Tumpah SGC Cikarang. Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya melihat kondisi lapangan, tetapi juga mengungkapkan sebuah visi besar: membangun pasar tumpah terbesar dan paling tertata rapi se-Jawa Barat sebagai pusat ekonomi rakyat yang modern dan manusiawi.

Gagasan tersebut menjadi penegasan bahwa penataan pasar bukan sekadar relokasi, melainkan transformasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas hidup para pedagang sekaligus kenyamanan masyarakat. Rencana relokasi ke area eks Pasar Lama (Ramayana) diproyeksikan menjadi langkah awal dari pembangunan ekosistem perdagangan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.

“Pasar ini ke depan harus menjadi contoh—bukan hanya besar, tetapi juga rapi, bersih, dan nyaman. Kita ingin pedagang sejahtera, pembeli pun merasa aman,” tegasnya.

Sebanyak sekitar 320 pedagang direncanakan akan ditata dalam kawasan baru dengan luas kurang lebih 2,6 hektare. Lahan tersebut dinilai cukup representatif untuk mengakomodasi aktivitas perdagangan sekaligus menyediakan fasilitas pendukung, termasuk area parkir yang memadai dan jalur sirkulasi yang tertib.

Konsep yang diusung tidak meninggalkan karakter pasar tradisional sebagai ruang ekonomi rakyat, namun dipadukan dengan tata kelola modern yang mengedepankan keteraturan, kebersihan, dan efisiensi. Dengan demikian, pasar tumpah yang selama ini identik dengan kesemrawutan diharapkan bertransformasi menjadi ikon baru perdagangan rakyat di Jawa Barat.

Pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi pun menitikberatkan pada aspek humanis dan kolaboratif. Proses relokasi dirancang bertahap dengan mengedepankan dialog bersama para pedagang, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak dan dapat diterima oleh semua pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh masyarakat, H. Wirya, yang telah berkontribusi menyediakan tempat penampungan sementara bagi sekitar 20 pedagang yang belum tertampung.

“Ini adalah bentuk nyata gotong royong. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan perubahan yang lebih baik,” ujarnya.

Rencana besar ini tidak hanya bertujuan menata ruang, tetapi juga membangun kepercayaan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil memberikan dampak nyata—baik dalam peningkatan pendapatan pedagang, kenyamanan konsumen, maupun tertibnya lingkungan perkotaan.

Ke depan, jika terealisasi secara optimal, pasar tumpah ini berpotensi menjadi role model pengelolaan pasar tradisional di Jawa Barat—menggabungkan skala besar, keteraturan, dan keberpihakan kepada ekonomi kerakyatan.

Dengan visi besar dan langkah terukur, Kabupaten Bekasi tengah menapaki arah baru: menghadirkan pasar rakyat yang tidak hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga simbol kemajuan, kerapihan, dan kesejahteraan bersama.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours