Ketua Sundawani Karawang: Ormas dan LSM Jangan Hanya Dijadikan Kambing Hitam! Kami Bukan Musuh Negara..!!!

2 min read

KARAWANG – Gelombang narasi yang menyudutkan eksistensi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Jawa Barat kian mengkhawatirkan. Mulai dari isu ancaman terhadap investasi hingga pelarangan pemberian THR bagi Ormas, kini suara-suara masyarakat sipil seperti hendak dibungkam perlahan.

Merespons situasi tersebut, Ketua DPD Paguyuban Sundawani Karawang, H. Ranzes Iman Sudirman, dengan tegas menyatakan sikap. Ia menilai stigma yang terus dibangun terhadap Ormas dan LSM adalah bentuk ketidakadilan yang tidak bisa lagi dibiarkan.

> “Kami bukan musuh negara! Kalau Ormas dan LSM diajak duduk bersama, dibina dan diberi ruang, justru akan menjadi kekuatan besar yang ikut mendorong kemajuan daerah. Tapi kalau terus disudutkan, jangan salahkan kalau kepercayaan publik akan runtuh,” tegas Ranzes, Senin (8/4/2025).

Ia menyebutkan bahwa keberadaan Ormas dan LSM sejatinya merupakan ujung tombak aspirasi rakyat. Mereka hadir di tengah-tengah masyarakat, menyuarakan yang lemah, dan mengawal keadilan sosial.

“Kita bukan pencari masalah, tapi penjaga nilai! Justru saat sistem formal abai, kami yang turun ke jalan, ke kampung, ke pelosok. Dan hari ini, kita semua sedang dipertaruhkan. Ini saatnya kita bersatu!” ujarnya penuh semangat.

Ranzes mengajak seluruh elemen Ormas dan LSM di Jawa Barat untuk tidak tinggal diam. Ia menekankan bahwa sudah saatnya semua komponen masyarakat sipil bangkit, menyatukan langkah dan memperkuat peran nyata di lapangan.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Jangan menunggu perubahan datang dari atas. Kita yang harus rebut ruang itu! Kita yang harus buktikan bahwa Ormas dan LSM adalah bagian dari solusi, bukan masalah!”

Ranzes juga mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk menghentikan pendekatan represif terhadap Ormas dan LSM. Ia menuntut dialog terbuka dan kemitraan sejajar yang berbasis penghormatan terhadap peran masyarakat sipil.

“Cukup sudah kami diposisikan sebagai ancaman. Justru kami mitra paling strategis jika benar-benar mau membangun daerah ini dengan hati. Kami siap bersinergi, tapi jangan perlakukan kami seolah-olah musuh pembangunan!”

Dengan suara lantang, H. Ranzes Iman

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours