Menjaga Marwah Demokrasi: Antara Kritik Konstruktif dan Ancaman Disinformasi

1 min read

Ditulis Oleh; Gunawan (Pemerhati Kebijakan Publik)

Dalam sistem demokrasi, kritik bukan hanya diperbolehkan, tetapi juga menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan.

Kritik berfungsi sebagai kontrol sosial agar jalannya pemerintahan dan kekuasaan tetap berada dalam pengawasan publik.

Bahkan kritik yang disampaikan secara tajam masih dapat diterima sebagai bagian dari dinamika demokrasi, selama didasarkan pada fakta, disampaikan dengan itikad baik, serta bertujuan untuk memberikan perbaikan.

Namun demikian, persoalan muncul ketika kritik bergeser menjadi fitnah dan pembunuhan karakter. Fitnah merujuk pada penyebaran informasi yang tidak benar atau belum terbukti kebenarannya.

Sementara itu, pembunuhan karakter terjadi ketika serangan diarahkan pada pribadi seseorang secara terus-menerus dengan tujuan merusak reputasi, bukan membahas substansi persoalan.

Fenomena ini dinilai berbahaya karena dapat menyesatkan opini publik, merusak kepercayaan masyarakat, menghambat diskusi yang sehat, bahkan berpotensi memicu konflik sosial.

Terlebih jika dilakukan secara berulang, informasi yang tidak benar dapat dianggap sebagai kebenaran oleh sebagian masyarakat.

Oleh karena itu, penting bagi setiap elemen masyarakat untuk mampu membedakan antara kritik yang membangun dan informasi yang menyesatkan, demi menjaga kualitas demokrasi yang sehat dan beradab.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours