Menjaga Marwah Demokrasi: Antara Kritik Konstruktif dan Ancaman Disinformasi

1 min read

Kabupaten Bekasi, 22 Maret 2026 — Ketua Umum DPP LSM SNIPER, Gunawan yang akrab disapa Mbah Goen, menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, kritik bukan sekadar diperbolehkan, melainkan menjadi elemen penting sebagai kontrol sosial terhadap jalannya kekuasaan. Menurutnya, kritik yang tajam sekalipun tetap sah selama berbasis fakta, disampaikan dengan itikad baik, serta bertujuan untuk perbaikan dan kemajuan bersama.

Ia menyampaikan bahwa demokrasi yang sehat justru tumbuh dari keberanian menyampaikan kebenaran secara bertanggung jawab. Kritik, lanjutnya, merupakan energi korektif yang menjaga arah kebijakan agar tetap berpihak pada kepentingan publik. Oleh karena itu, ruang kebebasan berpendapat harus dijaga, namun tetap dibingkai dengan etika dan integritas.

Namun demikian, Mbah Goen mengingatkan bahwa kritik memiliki batas yang tidak boleh dilampaui. Ketika kritik bergeser menjadi fitnah melalui penyebaran informasi yang tidak benar atau belum terverifikasi, serta disertai pembunuhan karakter yang menyerang pribadi tanpa menyentuh substansi, maka hal tersebut menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi dan kehidupan sosial.

Ia menegaskan, disinformasi yang terus diulang berpotensi membentuk persepsi keliru seolah-olah sebagai kebenaran, yang pada akhirnya merusak kepercayaan publik dan menghambat dialog yang sehat. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga budaya kritik yang berintegritas, menjunjung tinggi kebenaran, serta berorientasi pada kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours