Cirebon — Organisasi pendidikan dan antikorupsi GEMPAR memperkuat komitmennya untuk membangun integritas di lingkungan sekolah melalui kunjungan kerja dan dialog bersama pengurus sekolah dasar di Kabupaten Cirebon. Pada Rabu (3/12/2025), Ketua Umum GEMPAR, Zacky Satria, didampingi Sekretaris Jenderal serta jajaran biro operasional, melakukan tatap muka dengan Ketua Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kab. Cirebon, Sultoni, S.Pd.
GEMPAR: Dari Komitmen Hingga Aksi Nyata
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan terbuka, Zacky Satria memaparkan latar belakang berdirinya GEMPAR sebagai gerakan sosial pendidikan yang bertujuan melindungi tenaga pendidik dan memastikan dunia pendidikan bebas dari praktik korupsi serta tekanan birokrasi.
Ia menegaskan bahwa GEMPAR hadir bukan sekadar sebagai organisasi advokasi, tetapi sebagai mitra solusi — menyelenggarakan penyuluhan antikorupsi, advokasi untuk guru dan kepala sekolah, serta dorongan transparansi pengelolaan dan tata kelola sekolah.
“GEMPAR siap mendampingi jika ada guru atau kepala sekolah menghadapi persoalan internal maupun eksternal. Kami ingin memastikan kenyamanan bekerja bagi para pendidik, sehingga pendidikan bisa dijalankan dengan martabat, bebas dari tekanan birokrasi maupun penyalahgunaan wewenang,” ujar Zacky Satria.
Respon Positif dari Dunia Pendidikan di Cirebon
Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua K3S SD Kabupaten Cirebon, Sultoni, menyambut baik kehadiran GEMPAR. Ia menyampaikan apresiasi terhadap niat baik organisasi untuk mendampingi dan menjamin transparansi serta akuntabilitas di lingkungan sekolah.
“Saya menyambut baik keberadaan GEMPAR dengan tujuan membantu sekolah dan tenaga pendidik. Saya siap mendukung sepenuhnya sesuai aturan dan petunjuk teknis. Jika ini membantu menjaga integritas dan profesionalitas, kami akan sosialisasikan kepada seluruh anggota forum,” ujar Sultoni.
Program Prioritas GEMPAR untuk Pendidikan Bersih dari Korupsi
Dalam pertemuan, GEMPAR memaparkan sejumlah program prioritasnya, antara lain:
Penyuluhan pencegahan korupsi di lingkungan pendidikan.
Pendampingan dan advokasi bagi guru dan kepala sekolah yang menghadapi persoalan administratif atau hukum.
Dorongan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan tata kelola di sekolah.
Pembentukan kader pendidikan berintegritas di tiap wilayah.
Kedua belah pihak sepakat membuka peluang kerjasama jangka panjang — memperkuat gerakan pencegahan korupsi di sektor pendidikan serta melindungi profesi tenaga pendidik di Kabupaten Cirebon.
Pentingnya Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini
Inisiatif GEMPAR ini sejalan dengan upaya nasional memperkuat pendidikan antikorupsi di semua jenjang pendidikan. Menurut data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pendidikan antikorupsi di sekolah dasar dan menengah dianggap penting sebagai bagian dari strategi jangka panjang membentuk karakter generasi muda yang berintegritas.
Penelitian akademis menunjukkan bahwa sekolah dasar merupakan jenjang krusial untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi — melalui pendidikan kewarganegaraan, keteladanan guru, dan lingkungan sekolah yang bersih.
Dengan intervensi melalui organisasi seperti GEMPAR, diharapkan nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas dapat melekat sejak usia sekolah — membentuk pondasi moral bagi generasi penerus bangsa.
Penutup
Kunjungan GEMPAR ke Cirebon menandai babak baru dalam gerakan sosial untuk memberantas korupsi dari akar: dunia pendidikan. Kerja sama antara organisasi antikorupsi, guru, dan kepala sekolah menunjukkan potensi nyata menciptakan sekolah yang bersih — bukan hanya dari anggaran yang efisien, tetapi juga dari nilai dan karakter yang bermartabat.
Dengan tekad bersama, aspirasi GEMPAR bisa menjadi langkah awal menuju masa depan pendidikan Indonesia yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas.


+ There are no comments
Add yours