Bamsoet: MoU UNPERBA–PT John Toys Indonesia, Ikhtiar Strategis Melahirkan Talenta Purbalingga Berkelas Global

5 min read

JAKARTA — Perguruan tinggi tidak lagi dapat berdiri sebagai menara akademik yang terpisah dari denyut perkembangan industri. Di tengah kompetisi ekonomi global yang semakin kompleks, kampus dituntut mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga adaptif, kompeten, berintegritas, dan siap berhadapan dengan standar dunia.

Perspektif tersebut menjadi pijakan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) Jawa Tengah, Bambang Soesatyo (Bamsoet), dalam menyambut penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNPERBA dan PT John Toys Indonesia.

Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Kampus UNPERBA, Purbalingga, Jumat (28/8/2026), dipandang bukan sekadar seremoni kelembagaan, melainkan langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin responsif terhadap kebutuhan industri sekaligus membuka cakrawala baru bagi mahasiswa agar memiliki pengalaman dan perspektif profesional sejak berada di bangku kuliah.

PT John Toys Indonesia merupakan perusahaan manufaktur berorientasi ekspor yang beroperasi di Purbalingga dan memiliki keterhubungan dengan jaringan bisnis John Toys Korea. Karakter tersebut menjadikan kolaborasi dengan UNPERBA memiliki dimensi strategis, khususnya dalam memperkenalkan mahasiswa pada kultur kerja, standar mutu, tata kelola, serta dinamika industri yang terhubung dengan pasar internasional.

“Saya menyambut baik dan mendukung penuh kerja sama UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia. Perguruan tinggi harus semakin dekat dengan dunia industri agar mahasiswa memahami sejak dini bagaimana standar kerja yang sesungguhnya. Apalagi John Toys merupakan perusahaan manufaktur yang berorientasi ekspor dan beroperasi di Purbalingga. Ini kesempatan berharga bagi mahasiswa UNPERBA untuk belajar langsung dari lingkungan industri yang terhubung dengan pasar internasional,” ujar Bamsoet dalam sambutannya yang disampaikan secara daring dari Jakarta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UNPERBA Dr. Eming Sudiana, Wakil Rektor Dr. Nastain, President Director PT John Toys Indonesia Jong Hyun Lee, serta Direktur Utama PT John Toys Indonesia Park Jae Hyun.

Bamsoet menilai kolaborasi tersebut memiliki relevansi kuat dengan transformasi industri manufaktur Indonesia yang semakin terintegrasi dalam rantai pasok global. Dalam situasi demikian, perguruan tinggi perlu memastikan bahwa proses pendidikan memiliki keterkaitan nyata dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa UNPERBA akan memperoleh ruang pembelajaran yang lebih kontekstual mengenai proses manufaktur, quality assurance dan quality control (QA/QC), keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ekspor, rantai pasok, produktivitas, standar operasional, hingga standar kualitas internasional.

Menurut Bamsoet, pengalaman tersebut akan membentuk pemahaman yang lebih utuh bahwa daya saing industri merupakan hasil dari ekosistem yang kompleks. Kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan efisiensi produksi, konsistensi mutu, kepatuhan terhadap prosedur, penguasaan teknologi, serta kemampuan memenuhi tuntutan pasar internasional.

Namun, kompetensi teknis bukanlah satu-satunya modal yang menentukan keberhasilan seseorang di dunia profesional. Integritas justru menjadi fondasi yang tidak dapat dinegosiasikan.

Karena itu, kerja sama UNPERBA dan PT John Toys Indonesia juga memberi perhatian terhadap penguatan soft skills, etika kerja, integritas, kepatuhan, anti-fraud dan antikorupsi, tanggung jawab sosial, serta budaya profesional.

Bamsoet menekankan bahwa industri modern membutuhkan manusia yang bukan hanya mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dapat dipercaya, bertanggung jawab, memahami risiko, menjaga kualitas, memegang teguh prosedur, dan memiliki keberanian untuk menolak praktik yang menyimpang.

“Yang kita bangun melalui kerja sama ini adalah ekosistem link and match yang nyata. Industri menyampaikan kebutuhan kompetensinya, perguruan tinggi menyesuaikan proses pembelajaran dan pengalaman praktik, sedangkan mahasiswa mendapatkan kesempatan menguji kemampuan di lapangan. Kalau pola seperti ini diperluas, Purbalingga dapat semakin kuat sebagai daerah penghasil SDM yang siap bekerja untuk pasar nasional maupun internasional,” tutur Bamsoet.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada program magang atau pengenalan industri semata, tetapi berkembang menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sektor usaha. Dengan demikian, proses pendidikan dapat terus memperoleh masukan dari perkembangan teknologi, kebutuhan kompetensi, serta perubahan standar industri.

Dalam perspektif yang lebih luas, Bamsoet melihat Purbalingga memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu basis pengembangan talenta unggul Indonesia. Potensi tersebut perlu dikonsolidasikan melalui pendidikan yang relevan, pengalaman industri yang nyata, penguasaan kompetensi, serta pembangunan karakter yang kuat.

Atas dasar itu, ia memperkenalkan gagasan “Purbalingga’s Global Talent”, sebuah visi untuk melahirkan generasi muda Purbalingga yang mampu berdiri sejajar dengan talenta dari berbagai daerah bahkan berbagai negara.

Talenta tersebut diharapkan memiliki kompetensi profesional, pengalaman industri, wawasan global, kemampuan beradaptasi, kecakapan komunikasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta integritas yang kokoh.

Gagasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari visi UNPERBA sebagai Entrepreneur University, yang berupaya membangun entrepreneurial mindset mahasiswa agar memiliki keberanian mengambil inisiatif, kemampuan melihat peluang, kreativitas dalam menciptakan solusi, kemampuan bekerja kolaboratif, adaptif terhadap perubahan, serta menjunjung tinggi etika dan integritas.

“Purbalingga memiliki peluang besar menjadi salah satu sumber tenaga kerja unggul Indonesia. Kita harus membangun SDM, memperkuat kompetensinya, dan menanamkan integritasnya sejak sekarang. Kolaborasi UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia merupakan contoh nyata bahwa pembangunan SDM dapat dimulai dari daerah,” pungkas Bamsoet.

Kerja sama tersebut pada akhirnya menegaskan satu pesan penting: masa depan daya saing Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar investasi yang masuk, tetapi juga oleh seberapa berkualitas manusia yang dipersiapkan untuk mengelolanya.

Dari Purbalingga, sinergi antara kampus dan industri diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak sekadar siap memasuki dunia kerja, tetapi siap membawa nama daerah dan Indonesia ke panggung kompetisi global.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours