Proyek Drainase di Depan Kantor Desa Sukasari Disorot, Tanah Sisa Galian Diduga Membahayakan Pengendara

3 min read

SUKASARI, Bekasi — Pengerjaan proyek drainase di depan Kantor Desa Sukasari menuai sorotan setelah kondisi ruas jalan di sekitar lokasi pekerjaan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Material tanah dan debu yang diduga merupakan sisa galian tampak masih berada di badan jalan dan belum sepenuhnya dibersihkan.

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan pemandangan yang kurang rapi. Bagi pengendara sepeda motor, keberadaan tanah dan debu di permukaan jalan dapat mengurangi daya cengkeram ban, terutama ketika kendaraan harus melakukan pengereman atau bermanuver secara tiba-tiba. Situasi seperti ini berpotensi meningkatkan risiko pengendara kehilangan kendali.

Sejumlah pengendara yang melintas mengaku harus meningkatkan kewaspadaan ketika melewati kawasan tersebut. Bahkan, beberapa pengendara disebut hampir terjatuh karena roda kendaraan melewati bagian jalan yang dipenuhi tanah sisa pengerjaan.

“Kalau kondisinya seperti ini, kami harus hati-hati. Seharusnya setelah pengerjaan, tanah bekas galian dibersihkan terlebih dahulu. Jangan sampai sisa pekerjaan justru membahayakan pengguna jalan, terutama kami para pengendara sepeda motor,” ujar salah seorang pengendara.

Persoalan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak semata-mata diukur dari seberapa cepat pekerjaan selesai atau seberapa bagus hasil konstruksinya. Ada aspek keselamatan publik yang semestinya menjadi bagian penting dari standar pelaksanaan pekerjaan, terlebih ketika proyek berlangsung di ruang yang tetap digunakan masyarakat.

Secara prinsip, setiap pelaksana pekerjaan konstruksi yang menggunakan atau berdampak terhadap badan jalan harus memperhatikan keselamatan, kebersihan, serta kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan. Material hasil galian idealnya tidak dibiarkan berserakan di jalur kendaraan, sementara area pekerjaan perlu ditata sedemikian rupa agar masyarakat tetap dapat melintas dengan aman.

Di sinilah pengawasan terhadap proyek menjadi penting. Pemerintah desa, instansi terkait, pengawas pekerjaan, maupun pelaksana proyek memiliki peran masing-masing untuk memastikan kegiatan pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Jika pekerjaan drainase dimaksudkan untuk memperbaiki infrastruktur dan mengatasi persoalan lingkungan, maka jangan sampai proses pengerjaannya justru menciptakan ancaman keselamatan bagi warga. Pembangunan seharusnya memberikan manfaat, bukan memindahkan satu persoalan menjadi persoalan lain.

Karena itu, pelaksana proyek perlu segera melakukan evaluasi terhadap kondisi di sekitar lokasi pekerjaan, terutama membersihkan material tanah yang tercecer di badan jalan dan memastikan akses kendaraan tetap aman. Langkah sederhana tersebut justru menjadi bentuk tanggung jawab yang sangat penting terhadap masyarakat.

Sorotan ini juga hendaknya tidak dipandang sebagai upaya menghambat pembangunan. Sebaliknya, kritik dari masyarakat semestinya menjadi masukan konstruktif agar setiap proyek pemerintah maupun proyek lainnya dikerjakan secara profesional, tertib, transparan, dan mengutamakan keselamatan.

Masyarakat tentu mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Namun dukungan tersebut berjalan beriringan dengan harapan agar setiap rupiah yang digunakan untuk pembangunan benar-benar menghasilkan fasilitas yang bermanfaat, dikerjakan dengan standar yang baik, serta tidak mengabaikan keselamatan warga.

Pada akhirnya, proyek yang baik bukan hanya proyek yang selesai tepat waktu. Proyek yang benar-benar berkualitas adalah proyek yang dikerjakan dengan perencanaan matang, pelaksanaan profesional, lingkungan kerja yang tertib, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat sejak tahap pengerjaan hingga selesai.

Kondisi di depan Kantor Desa Sukasari ini patut menjadi pelajaran bersama: jangan sampai mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi justru mengabaikan keselamatan pengguna jalan. Sebab, keselamatan masyarakat bukan aksesori dalam pembangunan, melainkan bagian yang tidak boleh ditawar.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours