BEKASI — Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh dan memiliki masa depan yang cerah. Ketua Umum FORTAL (Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang) Nusantara, Kang Edo, menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan obat terlarang.
Mengusung tema “Pramuka Berjiwa Pancasila, Menjaga NKRI, Membangun Generasi”, Kang Edo menilai nilai-nilai kepramukaan memiliki relevansi kuat dengan upaya membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama dan memiliki keteguhan moral dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Selamat Hari Pramuka ke-65. Semoga semangat pengabdian, persaudaraan dan kepedulian yang menjadi nilai luhur Gerakan Pramuka terus menjadi energi positif untuk membangun generasi muda Indonesia,” ujar Kang Edo.
Menurutnya, membangun generasi tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Anak-anak muda juga membutuhkan lingkungan sosial yang sehat, ruang kreativitas yang produktif serta keteladanan dari orang-orang di sekitarnya.
Apresiasi Gerakan KDM Tingkatkan Kesadaran Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Kang Edo memberikan apresiasi terhadap gerakan dan perhatian yang terus digaungkan Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya obat terlarang dan berbagai perilaku yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Menurut Kang Edo, semakin kuat pesan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat, semakin besar pula peluang terbentuknya kesadaran kolektif untuk melindungi anak-anak dan remaja dari lingkungan yang berisiko.
“Kami mengapresiasi gerakan yang dilakukan Kang Dedi Mulyadi dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya obat terlarang. Ketika pesan tentang bahaya narkoba dan obat terlarang terus disampaikan secara luas, masyarakat menjadi semakin sadar bahwa persoalan ini bukan hanya masalah hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap masa depan generasi,” ungkapnya.
Kang Edo menilai pendekatan yang membangun kesadaran publik sangat penting karena pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Orang tua, sekolah, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan dan seluruh elemen sosial memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Pramuka sebagai Benteng Karakter Generasi
Menurut Kang Edo, Gerakan Pramuka dapat menjadi salah satu kekuatan sosial dalam membangun ketahanan generasi muda. Nilai disiplin, kemandirian, kepemimpinan, gotong royong dan kecintaan terhadap tanah air merupakan modal penting untuk membentuk anak muda yang mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
“Generasi muda harus dibekali karakter yang kuat. Mereka harus mampu membedakan mana yang baik dan mana yang dapat menghancurkan masa depan. Di sinilah pendidikan karakter seperti yang ditanamkan dalam Pramuka menjadi sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, upaya mencegah penyalahgunaan obat terlarang tidak boleh hanya mengandalkan penindakan. Edukasi, pencegahan, pendampingan dan penciptaan lingkungan yang sehat harus berjalan secara beriringan.
Pemuda Harus Menjadi Pelopor
Kang Edo mengajak generasi muda tidak hanya menjadi penerima pesan kampanye antinarkoba, tetapi turut menjadi pelopor dalam membangun lingkungan yang sehat dan produktif.
“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Jangan hanya menunggu orang lain bergerak. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, sekolah, komunitas dan lingkungan masing-masing. Bangun pergaulan yang sehat dan saling mengingatkan,” tegasnya.
Menurutnya, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam kegiatan positif seperti olahraga, pendidikan, kewirausahaan, kegiatan sosial, seni dan kepemudaan, semakin besar pula ruang yang tersedia untuk mengembangkan potensi tanpa terjebak pada perilaku yang merugikan.
Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan
Kang Edo juga mengajak seluruh anggota Pramuka dan generasi muda memaknai “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” sebagai panggilan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan bangsa.
Baginya, pengabdian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun konsisten: menjaga diri, menghormati orang lain, membantu sesama, menjaga lingkungan, mengembangkan potensi dan berani mengingatkan ketika melihat perilaku yang berisiko.
“Ketika seorang pemuda mampu menjaga dirinya, menjaga teman-temannya dan mengajak lingkungan untuk hidup sehat serta produktif, sesungguhnya dia sedang melakukan pengabdian kepada bangsa,” ujarnya.
Menjaga Generasi, Menjaga Masa Depan
Kang Edo menegaskan bahwa perjuangan melindungi generasi muda dari bahaya obat terlarang membutuhkan gerakan bersama dan berkelanjutan. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, organisasi masyarakat dan komunitas kepemudaan harus membangun kolaborasi yang semakin kuat.
Ia berharap kesadaran masyarakat yang semakin tumbuh dapat menjadi kekuatan sosial untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja.
“Jangan sampai masa depan anak-anak kita ditentukan oleh lingkungan yang salah. Mereka berhak mendapatkan ruang untuk belajar, tumbuh, berkarya dan mengejar cita-cita. Karena menjaga generasi hari ini berarti sedang menjaga wajah Indonesia di masa depan,” tutur Kang Edo.
Menutup pesannya, Kang Edo kembali menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka ke-65 sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat bahwa membangun bangsa harus dimulai dari membangun manusianya.
“Selamat Hari Pramuka ke-65. Pramuka Berjiwa Pancasila, Menjaga NKRI, Membangun Generasi. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. Mari bersama-sama membangun generasi yang berkarakter, sehat, berprestasi dan memiliki masa depan. Jaga generasi, jauhkan mereka dari obat terlarang, dan jadikan pemuda sebagai kekuatan utama Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Kang Edo.


+ There are no comments
Add yours