KARAWANG — Semangat persatuan, pengabdian, dan pemberdayaan potensi lokal menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Ciampel, H. Margono, dalam kegiatan Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, H. Margono menegaskan bahwa Karang Taruna harus menjadi wadah pemuda yang mampu melahirkan gerakan sosial positif, memperkuat rasa tanggung jawab, serta menjaga kebersamaan antar desa di wilayah Kecamatan Ciampel.
Ia mengajak seluruh elemen pemuda dari tujuh desa untuk tidak terjebak dalam perbedaan maupun konflik internal, melainkan fokus membangun kekuatan kolektif demi kemajuan masyarakat.
“Ke depan saya berharap kita membangun pergerakan yang matang, penuh rasa tanggung jawab, dan dilandasi semangat kebersamaan sebagai keluarga besar masyarakat Ciampel. Karang Taruna harus menjadi organisasi yang dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan sosial dan pembangunan di Kecamatan Ciampel masih cukup besar, sehingga dibutuhkan pemuda-pemuda yang memiliki kepedulian, semangat pengorbanan, serta keberanian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, H. Margono juga membagikan perjalanan hidupnya sebelum menjadi kepala desa. Ia mengaku pernah bekerja di dunia pelayaran dan mengarungi berbagai wilayah Indonesia. Pengalaman tersebut, kata dia, membentuk mental perjuangan dan daya tahan dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Tidak ada perjuangan yang instan. Saya pernah bekerja di kapal, hidup di laut, menghadapi kerasnya pekerjaan dan tantangan besar. Semua itu menjadi pelajaran bahwa keberhasilan membutuhkan kerja keras, keberanian, dan kesungguhan,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman hidup tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam mengembangkan diri maupun membangun daerahnya.
Di hadapan unsur Muspika Kecamatan Ciampel, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta jajaran Karang Taruna desa, H. Margono juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, bukan dengan memperbesar konflik hingga menimbulkan citra negatif bagi daerah.
“Kalau ada persoalan, mari dibicarakan bersama. Di sini ada pemerintah desa, kecamatan, kepolisian, dan unsur lainnya yang bisa diajak berdiskusi. Jangan sampai persoalan kecil dibawa ke luar dan justru merusak nama baik desa maupun kecamatan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong Karang Taruna agar mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan potensi lokal, terutama dalam bidang ketenagakerjaan, kewirausahaan, hingga pengelolaan sumber daya daerah.
Menurutnya, masyarakat Ciampel tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri, terlebih wilayah tersebut memiliki potensi besar yang harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
“Potensi Ciampel harus dikuasai dan dimanfaatkan oleh masyarakat Ciampel sendiri. Pemuda harus mampu berkarya di desa dan kecamatannya sendiri, baik melalui usaha, keterampilan, maupun sektor industri dan pertanian,” tegasnya.
Ia juga berharap Karang Taruna mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemuda dan pemerintah desa, sehingga berbagai aspirasi kepemudaan dapat tersampaikan dengan baik dan mendapat dukungan nyata dari pemerintah.
Menutup sambutannya, H. Margono mengajak seluruh peserta Temu Karya untuk menjaga kekompakan dan menjadikan momentum pembentukan Karang Taruna Kecamatan Ciampel sebagai awal lahirnya generasi muda yang produktif, visioner, dan berdaya saing.
“Bismillah, mari kita satukan potensi, kita bangun Ciampel dengan semangat positif. Pemuda harus menjadi pejuang pembangunan dan pelopor perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours