Refleksi HPN, Kang Edo Tegaskan Peran Strategis Pers Dalam Menjaga Kebenaran & Keselamatan Bangsa

Bekasi — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi strategis untuk meneguhkan kembali peran pers sebagai pilar demokrasi, penjaga kebenaran, dan motor pencerdasan bangsa. Penegasan tersebut disampaikan Kang Edo, Ketua Umum FORTAL (Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang) Nusantara, yang kini semakin dipercaya selalu konsisten bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam memberantas peredaran obat keras terlarang.

Menurut Kang Edo, sejarah mencatat bahwa pers Indonesia lahir dan tumbuh seiring denyut perjuangan bangsa. Sejak era kemerdekaan hingga memasuki zaman digital yang serba cepat dan kompleks, pers selalu berada di garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran, membela kepentingan publik, serta menjaga akal sehat masyarakat dari distorsi informasi.

“HPN adalah momen sakral untuk bercermin. Di sinilah insan pers meneguhkan kembali jati dirinya—bahwa pers hadir untuk rakyat, berdiri di atas kebenaran, dan tidak tunduk pada kepentingan sempit maupun tekanan kekuasaan,” ujar Kang Edo dalam pernyataannya memperingati Hari Pers Nasional, Minggu (8/2/2026).

Lebih jauh, Kang Edo secara khusus mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk konsisten menjaga marwah pers yang independen, sekaligus berperan aktif dalam menyuarakan pemberantasan peredaran obat keras terlarang yang dinilainya sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa.

“Pers memiliki kekuatan besar dalam membentuk kesadaran publik. Saya mengajak insan pers untuk terus menyuarakan bahaya peredaran obat keras terlarang. Ini bukan sekadar isu hukum, tetapi persoalan kemanusiaan dan masa depan bangsa yang harus kita jaga bersama,” tegas Kang Edo selaku Ketua Umum FORTAL Nusantara.

Ia menilai, sinergi antara pers, masyarakat sipil, dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran obat keras terlarang yang kian mengkhawatirkan. Dalam konteks tersebut, pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran sosial dan benteng moral publik.

“Media—baik cetak, elektronik, maupun digital—masih menjadi rujukan utama masyarakat dalam membaca realitas sosial. Karena itu, pers harus berani, jernih, dan bertanggung jawab dalam mengungkap fakta, tanpa kehilangan independensi dan integritasnya,” lanjutnya.

Kang Edo kembali menegaskan tiga pilar utama yang wajib menjadi pegangan insan pers: independensi, profesionalisme, dan integritas. Independensi berarti berpihak sepenuhnya pada kebenaran dan kepentingan publik. Profesionalisme menuntut kompetensi, kepatuhan pada etika jurnalistik, serta penghormatan terhadap kaidah hukum. Sementara integritas merupakan fondasi moral yang menjaga kehormatan pers sebagai profesi yang luhur.

Menutup pernyataannya, Kang Edo menegaskan bahwa semangat Hari Pers Nasional harus menjadi energi kolektif bagi pers Indonesia untuk terus berkarya melampaui kepentingan sesaat.

“Teruslah berkarya untuk bangsa, negara, dan masa depan generasi. Jika pers dan seluruh elemen masyarakat bersatu menjaga nilai-nilai kebenaran serta melawan kejahatan yang merusak generasi, saya yakin Indonesia akan melangkah lebih kuat dan bermartabat,” pungkasnya.

Peringatan Hari Pers Nasional diharapkan menjadi titik tolak penguatan solidaritas insan pers agar tetap konsisten menjadi penjaga nurani publik, pengawal demokrasi, serta mitra strategis dalam melindungi generasi penerus dari ancaman obat keras terlarang.

Semoga Pers Indonesia terus maju, bebas, dan berintegritas dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang.
Terima kasih kepada seluruh insan pers atas dedikasi dan kontribusinya dalam mencerdaskan serta melindungi masa depan bangsa.

Bagikan berita/artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *