Ketua Umum DPP LSM BARAK Indonesia: Jangan Takut Berangkat dari Bawah, BARAK Indonesia Harus Hadir dan Berjuang untuk Rakyat

Karawang — Ketua Umum DPP LSM BARAK Indonesia, H. D. Sutedjo MS., S.H., menyampaikan pidato penuh keteladanan, ketegasan, dan nilai perjuangan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 LSM BARAK Indonesia, yang digelar pada Sabtu (6/12/2025) di MABES (Markas Besar) DPP LSM BARAK Indonesia, Kabupaten Karawang.

Di hadapan pengurus pusat, daerah, cabang, hingga kecamatan dari berbagai wilayah Indonesia, H. D. Sutedjo menegaskan bahwa LSM BARAK Indonesia lahir dari proses panjang, keringat, dan perjuangan dari bawah, bukan dari warisan kekuasaan ataupun modal besar.

“Hari ini saya berdiri di sini sebagai contoh. Jangan pernah takut hidup dari bawah. Harta bukan segalanya, yang penting mau bekerja, mau berjuang, dan profesional. Insyaallah kita akan maju,” tegasnya.

Jabatan Sama, Tanggung Jawab Sama

Dalam sambutannya, Ketua Umum H D Sutedjo mengingatkan bahwa tidak ada jabatan yang lebih tinggi secara moral dalam organisasi. Ketua Umum, Ketua Provinsi, Ketua Kabupaten, hingga Ketua Kecamatan memiliki tanggung jawab yang sama besarnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Jabatan boleh beda, tapi tanggung jawabnya sama. Jangan hanya pegang Indonesia lalu diam. Tidak pernah audiensi, tidak pernah mengoreksi kebijakan pemerintah. Itu bukan BARAK,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia juga menyoroti ketidakhadiran sejumlah wilayah dalam momentum penting organisasi, serta mengingatkan agar nama besar BARAK tidak hanya digunakan sebagai label, tetapi diwujudkan dalam gerakan nyata.

Tegaskan Identitas dan Marwah Organisasi

H. D. Sutedjo secara khusus mengingatkan agar logo dan atribut BARAK Indonesia tidak disalahgunakan. Ia menyoroti fenomena kendaraan berstiker BARAK Indonesia yang ternyata bukan milik atau tidak diketahui pengurus setempat.

“Jangan asal pakai logo BARAK Indonesia Kalau mau bawa nama BARAK Indonesia, harus benar-benar berjuang untuk Barisan Rakyat Indonesia, bukan sekadar berjualan nama,” katanya.

Menurutnya, kekuatan sebuah LSM bukan terletak pada proposal, melainkan keberanian bersuara, kemampuan bernegosiasi, dan pemahaman hukum.

“Saya ulang tahun hari ini, satu proposal pun tidak buat. Kalau mental kita mengemis, kapan BARAK Indonesia bisa mendobrak?” tegasnya.

BARAK Indonesia Dibangun dengan Persaudaraan dan Keteladanan

Dalam pidato reflektifnya, Ketua Umum menegaskan bahwa pondasi utama BARAK Indonesia adalah persaudaraan dan kekeluargaan, bukan kepentingan pragmatis.

“Organisasi ini saya bangun dengan persaudaraan. Kalau sudah rukun, kesalahan manusiawi pasti bisa diperbaiki,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan perjalanan hidup pribadinya sebagai perintis, bukan pewaris. Mulai dari masa ketika masih menjadi Ketua Kabupaten, hingga akhirnya dipercaya memimpin BARAK Indonesia secara nasional.

Perjuangan, Pengorbanan, dan Janji Allah

Momen haru terjadi saat H. D. Sutedjo membagikan kisah hidupnya tentang keikhlasan berbagi. Ia mengenang saat menjual sawah satu-satunya untuk membantu anak yatim dan kaum lansia.

“Tahun 2007 saya jual sawah tiga petak. Uangnya tidak saya nikmati, tapi saya bagikan. Hari ini Allah membalasnya. BARAK sudah punya aset puluhan miliar. Itu janji Allah,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa berbagi tidak harus dengan uang, tetapi bisa dengan tenaga, pikiran, dan kepedulian.

Menuju Masa Depan BARAK Indonesia

Ketua Umum juga menyinggung rencana besar organisasi ke depan, termasuk pelaksanaan Kongres BARAK tahun 2028 yang direncanakan akan digelar di lokasi milik sendiri.

“Insyaallah 2028, BARAK sudah punya tempat kongres sendiri yang representatif dengan seluas hampir satu hektare. Tidak numpang lagi,” ujarnya optimistis.

Perayaan HUT ke-9 LSM BARAK Indonesia berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, ditandai dengan doa bersama dan konsolidasi seluruh elemen organisasi. Momentum ini menjadi peneguhan komitmen BARAK sebagai organisasi perjuangan rakyat yang berani, mandiri, dan bermartabat.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours