Ketahanan Pangan Polda Metro Jaya di Cikarang Pusat: Pertumbuhan Tanaman Jagung Menuju Panen Awal 2026

2 min read

Cikarang Pusat, Bekasi – Program Ketahanan Pangan Polda Metro Jaya yang digelar di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, terus menunjukkan perkembangan positif. Kegiatan yang melibatkan aparat Polsek Cikarang Pusat bersama kelompok tani lokal kini memasuki tahap perawatan intensif tanaman jagung, dengan target panen pada awal 2026.

Kegiatan dilakukan pada Selasa, 25 November 2025, mulai pukul 07.00 WIB di lahan seluas 25 hektare yang terbagi dalam delapan blok tanam, mulai dari Blok A hingga Blok H. AKP Elia Umboh, S.H., M.H., Kapolsek Cikarang Pusat, memimpin langsung apel bersama para petani lokal. Turut hadir Iptu Riyanto (Waka Polsek), IPDA Wowo S. (Kanit Bimas), Aiptu Deden (Kanit Provos), Aipda Sutarto (Bhabinkamtibmas Desa Sukamahi), serta pengawas lapangan dan ketua kelompok tani.

Pembagian Tugas dan Perawatan Tanaman

Para petani dibagi menjadi tiga kelompok kerja:

1. Kelompok 1: Pendangiran dan pemberian kompos di Blok G

2. Kelompok 2: Penyemprotan hama dan pemberian pupuk di Blok E

3. Kelompok 3: Pendangiran di Blok F

Perkembangan pertumbuhan jagung di masing-masing blok menunjukkan hasil yang menggembirakan:

Blok A: Tanaman sudah subur, bunga muncul, dan putren mulai keluar.

Blok B1: Sekitar 70% tanaman telah berbunga dan menghasilkan satu hingga dua pongkol per pohon dengan usia tanam 65 hari.

Blok F, G, D, dan H: Masih dalam tahap pemupukan pertama dan pendangiran karena tanaman berumur sekitar 40 hari, dengan penyemprotan hama ulat dan serangga lainnya dilakukan secara berkala.

Teknis Tanam dan Perawatan

Pembukaan lahan: 15 September 2025

Penanaman benih jagung hibrida “Pendekar Sakti”: Mulai 18 September (Blok B) hingga 20 Oktober 2025 (Blok H)

Metode penyiraman: Memanfaatkan air tadah hujan dan mesin alkon dari empat kolam embung buatan

Pemupukan: Menggunakan pupuk kandang, pestisida, ZTP, NPK 15-15, urea, dan PAC Nitrogen dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi

Perawatan harian: Pendangiran, perbaikan saluran air, pemberian pupuk berkala, serta penyiraman bila tidak hujan

Program ini memberdayakan 30 petani lokal dari kampung Tembong Gunung, yang sebelumnya sudah terbiasa menanam padi, cabai, dan hortikultura lainnya.

Estimasi Panen

Dengan masa tanam sekitar 120 hari sejak penanaman pertama, panen diperkirakan berlangsung mulai pertengahan Januari 2026 hingga akhir Februari 2026. Keberhasilan program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bekasi.

AKP Elia Umboh menyatakan bahwa perkembangan tanaman akan terus dipantau, dan laporan terbaru akan disampaikan secara berkala.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours