Ketum GEMPAR “Zacky” Berdiri Untuk Guru Nuraeni: Seruan Nasional Hentikan Penyimpangan

2 min read

PASURUAN — Kasus yang menimpa Nuraeni, guru SDN Mororejo 02 di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, yang harus menempuh perjalanan 57 kilometer setiap hari dari Bangil dengan biaya mencapai Rp135 ribu, kembali membuka borok lama dunia pendidikan. Terlebih adanya dugaan manipulasi absensi, pemalsuan tanda tangan, hingga pemaksaan pengakuan hutang oleh oknum kepala sekolah, membuat kondisi Nuraeni semakin memprihatinkan.

Di tengah sorotan publik, GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pendidikan Anti Korupsi) tampil terdepan menyuarakan keberpihakan terhadap Nuraeni. Ketua Umum GEMPAR, Zacky, mengeluarkan pernyataan keras yang menggambarkan betapa seriusnya persoalan ini.

“Jika yang disampaikan oleh Nuraini benar yang videonya beredar luas diberbagai Flatform media sosial, kejadian ini Benar-benar keterlaluan. Tidak punya hati nurani!” tegas Zacky.

“Usut semua kelakuan bejat oknum kepala sekolah ini. Jangan dibiarkan. Saya yakin, sepertinya kasus seperti ini bukan hanya terjadi di Pasuruan, tapi masih banyak di daerah lain di Indonesia. Ayoo… bantu viralkan!”

Zacky menegaskan bahwa GEMPAR selalu hadir dalam setiap persoalan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, terutama ketika menyangkut dugaan penyimpangan dan tindakan tidak etis yang merugikan guru maupun peserta didik.

“GEMPAR selalu hadir di setiap persoalan pendidikan di Indonesia, sekecil apa pun. Kami tidak akan tinggal diam ketika ada pendidik yang dizalimi. Kami akan kawal sampai tuntas.” ujarnya.

Menurut Zacky, apa yang dialami Nuraeni adalah bentuk penyalahgunaan jabatan yang harus segera diusut tuntas. Ia mendorong Dinas Pendidikan, Inspektorat, dan aparat penegak hukum untuk bergerak cepat dan transparan demi memastikan keadilan ditegakkan.

Dengan sikap tegas dan suara lantang yang mewakili keresahan publik, GEMPAR memastikan diri menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan dan integritas dalam dunia pendidikan Indonesia.

Kisah Nuraeni bukan sekadar cerita duka seorang guru, tetapi alarm bahwa masih banyak masalah mendasar yang harus dibenahi. Di tengah situasi itu, suara GEMPAR hadir sebagai pengingat bahwa pendidikan harus bebas dari praktik-praktik tidak bermoral dan penyimpangan wewenang.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours