Bekasi — Dalam rangka memperluas pemahaman masyarakat tentang manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Cikarang bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Putih Sari, menggelar kegiatan Sosialisasi Program JKN-KIS di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (12/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Erwin Fadillah selaku Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cikarang, Ridho sebagai Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan, Edi Junaedi mewakili Kepala Desa Mekarsari, serta unsur Binmas Polri dan Babinsa TNI setempat.
Walaupun hadir secara daring, kehadiran Putih Sari tetap disambut antusias oleh para peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, kader desa, dan warga sekitar. Antusiasme ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat sangat menaruh perhatian terhadap upaya peningkatan layanan kesehatan dan perlindungan sosial.
Dalam sambutannya, Edi Junaedi menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian Putih Sari yang selalu konsisten hadir di tengah masyarakat melalui program-program edukatif dan bermanfaat.
“Kami mewakili Kepala Desa sekaligus masyarakat Desa Mekarsari mengucapkan terima kasih kepada Ibu Putih Sari yang selalu peduli dan rutin menghadirkan program-program yang bermanfaat seperti ini. Sosialisasi ini membuat masyarakat kami lebih paham dan merasa lebih dekat dengan layanan BPJS Kesehatan,” ujar Edi Junaedi.
Sementara itu, Putih Sari dalam sambutannya secara virtual menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya bersyukur kepada Allah SWT karena kegiatan sosialisasi JKN-KIS ini bisa terlaksana dengan baik. Mohon maaf saya belum bisa hadir secara langsung karena adanya rapat penting yang tidak bisa ditinggalkan,” tutur Putih Sari.
Sebagai salah satu legislator yang turut memperjuangkan lahirnya program JKN-KIS, Putih Sari menegaskan bahwa program ini telah memberikan manfaat besar bagi jutaan rakyat Indonesia, terutama masyarakat kecil yang selama ini khawatir dengan biaya pengobatan yang tinggi.
“Dulu banyak masyarakat takut berobat karena biaya yang mahal. Sekarang, dengan JKN-KIS, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan lebih mudah dan terjangkau,” jelasnya.
Namun, Putih Sari juga menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat di lapangan, seperti kendala administrasi, pelayanan diskriminatif, dan tunggakan iuran bagi peserta mandiri yang kini banyak menunggak karena kesulitan ekonomi.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya sedang mendorong pemerintah agar negara turut melunasi tunggakan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu membayar secara mandiri.
“Kami di Komisi IX terus memperjuangkan agar pemerintah hadir dan mengambil alih tunggakan iuran peserta yang tidak mampu. Saat ini pemerintah memang masih menghitung total kebutuhan anggarannya, namun kami dorong agar kebijakan ini segera direalisasikan sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap rakyatnya,” tegas Putih Sari.
Menurutnya, semangat JKN-KIS adalah bentuk nyata gotong royong dan kepedulian sosial bangsa Indonesia, di mana yang sehat membantu yang sakit, dan yang mampu membantu yang tidak mampu.
“Program ini sangat penting karena memberikan kepastian bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan gratis. Prinsipnya adalah gotong royong untuk kesehatan bersama,” ujar Erwin Fadillah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Putih Sari berharap masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS, sekaligus terus memberikan masukan agar program ini semakin baik dan benar-benar berpihak kepada rakyat kecil.
