PUSKESMAS Karangharja Ajak Warga Waspada Demam Berdarah di Musim Hujan, Terapkan Gerakan 3M Plus

4 min read

Karangharja, Bekasi — Memasuki musim penghujan, masyarakat diimbau untuk semakin disiplin dan waspada dalam menjaga kebersihan lingkungan serta kesehatan diri. Salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Karangharja, Jalaludin, mengingatkan bahwa meningkatnya curah hujan sering diiringi dengan melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

“Musim hujan identik dengan banyak genangan air. Di situlah nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Karena itu kami mengajak seluruh warga Karangharja untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Mari bersama-sama mencegah sebelum terjadi,” ujar Jalaludin.

Ia menegaskan pentingnya Gerakan 3M Plus sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penularan DBD, yaitu:

1. Menguras tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi dan ember;

2. Menutup rapat wadah air agar tidak menjadi sarang nyamuk;

3. Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan;
serta tambahan “Plus” seperti menjaga kebersihan lingkungan, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan menggunakan obat anti-nyamuk bila diperlukan.

Menurutnya, pemberantasan DBD tidak bisa hanya mengandalkan fogging karena sifatnya sementara. Pencegahan paling efektif tetap berasal dari partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara gotong royong.
“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik-jentiknya tetap bisa tumbuh kalau tempat penampungan air tidak dibersihkan. Jadi kuncinya ada pada kesadaran dan kebersamaan warga,” tegasnya.

Imbauan Puskesmas Karangharja ini juga sejalan dengan arah kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, di mana Kepala Dinas Kesehatan dr. Arief Kurnia sebelumnya mengajak masyarakat untuk melakukan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) berbasis gotong royong dan disiplin 3M Plus.

“Puskesmas Karangharja siap bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Kita ingin memastikan masyarakat tetap sehat, lingkungan bersih, dan kasus DBD dapat ditekan semaksimal mungkin,” tutur Jalaludin.

Kinerja Puskesmas Karangharja mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Siti Rohmah, warga Dusun II Karangharja, mengatakan bahwa pihak puskesmas selalu aktif turun langsung ke lapangan, terutama menjelang musim hujan.

“Kami sebagai warga merasa diperhatikan. Petugas puskesmas sering datang mengingatkan kami untuk menjaga kebersihan dan memeriksa jentik nyamuk di rumah. Bahkan, Pak Jalal sendiri sering turun langsung melihat kondisi lingkungan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Ujang Sopandi, tokoh masyarakat setempat, menuturkan bahwa kehadiran Jalaludin di tengah warga menjadi motivasi tersendiri.

“Kami sering melihat Pak Jalal berkeliling kampung, berdialog langsung dengan warga. Beliau tidak hanya memerintah dari kantor, tapi ikut melihat kondisi nyata di lapangan. Itu membuat kami merasa dihargai dan ikut semangat menjaga lingkungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jalaludin mengungkapkan bahwa semangat dan ketulusannya dalam melayani masyarakat terinspirasi oleh kepemimpinan dua sosok utama Kabupaten Bekasi: Bupati H. Ade Kuswara Kunang, S.H. dan Wakil Bupati dr. Asep Surya Atmadja.

“Saya banyak belajar dari beliau berdua. Bapak Bupati H. Ade Kuswara Kunang adalah sosok pemimpin yang tanpa lelah berjuang dan melayani masyarakat. Sedangkan Bapak Wakil Bupati dr. Asep Surya Atmadja bukan hanya seorang dokter yang tulus ikhlas menolong masyarakat, tapi juga pemimpin yang mampu mengayomi dan menjadi teladan bagi kami di lapangan,” tutur Jalaludin penuh hormat.

Lebih lanjut, Jalaludin menegaskan bahwa dalam menjalankan seluruh program kesehatan masyarakat, ia tidak bekerja sendiri.

“Saya bersyukur karena memiliki tim yang solid dan berdedikasi tinggi di Puskesmas Karangharja. Semua yang kami lakukan adalah hasil kerja bersama, bukan kerja pribadi. Di balik kegiatan lapangan ini, ada peran besar dan dukungan penuh dari Heni Retningsih, selaku Kepala Puskesmas Karangharja, yang senantiasa membimbing, mengarahkan, dan memberi motivasi kepada kami semua,” ujarnya.

Menurutnya, Heni Retningsih selalu hadir memberi dukungan dalam setiap program kesehatan, mulai dari penyuluhan, pemeriksaan jentik berkala, hingga kegiatan Jum’at Bersih bersama masyarakat.

“Ibu Heni adalah sosok pemimpin yang rendah hati, humanis, dan solutif. Beliau bukan hanya memberikan arahan, tapi juga ikut turun langsung mendampingi kami di lapangan. Itu membuat kami semakin bersemangat melayani masyarakat,” tambah Jalaludin.

Sebagai penutup, Jalaludin kembali mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan kita, siapa lagi? Mari mulai dari rumah sendiri, dari halaman sendiri. Bersih itu sehat, sehat itu bahagia,” tutupnya penuh semangat.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours