H. Mahmudin: Masa Depan Bekasi Harus Dimulai dari Kepedulian Nyata terhadap Pengangguran

2 min read

BEKASI — Di tengah tantangan ketatnya dunia kerja dan tingginya angka pengangguran, perhatian dari tokoh-tokoh daerah terhadap nasib rakyat menjadi sangat penting. Salah satu tokoh yang menunjukkan kepedulian konkret adalah H. Mahmudin, sosok yang dikenal konsisten menyuarakan nasib wong cilik dan masa depan Kabupaten Bekasi.

Melihat antusiasme ribuan pencari kerja dalam kegiatan Job Fair Kabupaten Bekasi Expo 2025 yang digelar di kampus Presiden University, Selasa (27/5/2025), H. Mahmudin menyampaikan pandangan sekaligus keprihatinannya.

> “Melihat lautan manusia yang hadir, ini bukan hanya tentang pencarian kerja, ini adalah jeritan harapan masyarakat. Kita semua, khususnya para pemimpin, tidak boleh menutup mata terhadap kenyataan ini,” ujar H. Mahmudin.

Menurutnya, tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bekasi bukan hal baru. Masalah ini merupakan warisan dari tata kelola masa lalu yang abai terhadap pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menyambut baik inisiatif pemerintah daerah dalam membuka akses lapangan kerja secara luas.

Namun, H. Mahmudin juga mengingatkan bahwa kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Diperlukan keberlanjutan dan kemauan politik yang tulus untuk benar-benar memperjuangkan nasib rakyat.

> “Langkah awal sudah baik. Tapi ke depan harus dibarengi dengan pelatihan, pendampingan, hingga penempatan tenaga kerja yang adil dan transparan. Jangan sampai rakyat hanya jadi penonton di tengah megahnya industri,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Mahmudin mengaku prihatin dengan adanya kabar dugaan sabotase terhadap kegiatan Job Fair ini. Ia menyayangkan jika ada pihak-pihak yang menjadikan penderitaan rakyat sebagai ajang permainan politik.

> “Jika benar ada yang mengacaukan niat baik ini, maka itu bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Masalah pengangguran bukan ruang kontestasi politik, ini soal kemanusiaan,” tegasnya.

Sebagai tokoh yang tumbuh dari akar rumput, H. Mahmudin menyatakan komitmennya untuk terus mengawal setiap program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi agar terus memperluas kesempatan kerja, termasuk bagi kaum muda, perempuan, dan penyandang disabilitas.

> “Kabupaten Bekasi punya potensi besar. Tapi potensi itu tidak akan menjadi berkah kalau tidak ada keberpihakan. Maka, kepedulian pemimpin menjadi kunci,” tutupnya.

Dengan semangat membangun dari bawah, H. Mahmudin menunjukkan bahwa masa depan Kabupaten Bekasi harus dimulai dari langkah kecil yang berpihak, bukan dari janji politik yang hampa.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author