Umum
Beranda / Umum / Pelantikan PCNU Kabupaten Bekasi, Bupati Asep Tegaskan Kolaborasi Ulama dan Pemerintah sebagai Pilar Kemajuan Daerah

Pelantikan PCNU Kabupaten Bekasi, Bupati Asep Tegaskan Kolaborasi Ulama dan Pemerintah sebagai Pilar Kemajuan Daerah

KABUPATEN BEKASI — Komitmen membangun Kabupaten Bekasi yang maju, harmonis, religius, dan berdaya saing membutuhkan fondasi kolaborasi yang kuat antara pemerintah, ulama, serta seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, melainkan juga sebagai kekuatan moral, sosial, dan intelektual yang turut menentukan arah pembangunan masyarakat.

Pesan penting tersebut mengemuka dalam pelantikan dan Musyawarah Kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi yang dihadiri Bupati Bekasi dr. H. Asep Surya Atmaja di Hotel Antero Jababeka, Minggu (1/11/2026).

Dalam momentum yang sarat makna pengabdian tersebut, Bupati Asep menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada jajaran pengurus PCNU yang baru dilantik agar mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi terhadap kepentingan umat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, saya menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus PCNU Kabupaten Bekasi yang pada hari ini resmi dilantik. Pelantikan ini merupakan awal dari pengabdian dan khidmah besar dalam menjaga akidah sekaligus memperkuat peran umat Islam di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujar Asep.

Menurutnya, pelantikan kepengurusan NU bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kontribusi kelembagaan dalam menjawab berbagai tantangan sosial, keagamaan, pendidikan, dan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.

H. Margono Tegaskan Pentingnya Evaluasi Perlinsos dan Pelayanan Publik dalam Rapat Minggon Kecamatan Ciampel

**NU sebagai Pilar Moral di Tengah Transformasi Kabupaten Bekasi**

Bupati Asep memandang perkembangan Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi berskala internasional telah menghadirkan dinamika pembangunan yang semakin kompleks.

Arus investasi, industrialisasi, serta mobilitas penduduk dari berbagai daerah dan negara telah membentuk karakter masyarakat Kabupaten Bekasi yang semakin heterogen. Kondisi tersebut menuntut adanya keseimbangan antara kemajuan ekonomi, ketahanan sosial, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan.

Ia menyebutkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Bekasi yang sebelumnya sekitar 3,1 juta jiwa kini telah mencapai kurang lebih 3,5 juta jiwa. Pertumbuhan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dikelola melalui pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kabupaten Bekasi sangat membutuhkan peran Nahdlatul Ulama sebagai benteng moral, spiritual, dan sosial di tengah pesatnya arus modernisasi,” ungkapnya.

H. Margono Tegaskan Pentingnya Evaluasi Perlinsos dan Pelayanan Publik dalam Rapat Minggon Kecamatan Ciampel

Bagi Bupati Asep, kemajuan sebuah daerah tidak semata-mata ditentukan oleh pertumbuhan investasi, pembangunan infrastruktur, maupun ekspansi kawasan industri. Lebih dari itu, kualitas kehidupan masyarakat, kematangan spiritual, integritas moral, dan terpeliharanya kerukunan menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan.

Karena itu, ia berharap PCNU Kabupaten Bekasi dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkokoh moderasi beragama, membangun toleransi, menjaga persatuan, serta menghadirkan suasana kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

Sinergi tersebut dinilai penting agar transformasi Kabupaten Bekasi tidak hanya melahirkan kemajuan ekonomi, tetapi juga membangun masyarakat yang memiliki karakter kuat, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

**Pendidikan Pesantren dan Kemandirian Ekonomi sebagai Agenda Masa Depan**

Selain memperkuat kehidupan keagamaan, Bupati Asep memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui peran pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Rapat Minggon Kecamatan Ciampel Perkuat Sinergi Pemerintahan Desa, Dorong Percepatan KDMP dan Optimalisasi Program Akhir Tahun 2026

Menurutnya, tantangan masa depan menuntut generasi muda Kabupaten Bekasi memiliki kompetensi yang memadai, karakter yang kuat, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Di tengah pertumbuhan kawasan industri yang semakin pesat, generasi muda lokal harus memiliki kesempatan dan kapasitas untuk menjadi bagian dari kekuatan utama pembangunan daerah.

“Kami berharap PCNU dapat terus mendorong penguatan SDM melalui pesantren dan lembaga pendidikan agar generasi muda kita unggul secara akhlak, berdaya saing di dunia kerja, serta aktif menggerakkan kemandirian ekonomi keumatan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan keagamaan dan pendidikan keterampilan harus berjalan beriringan. Penguatan akhlak, penguasaan ilmu pengetahuan, serta peningkatan keterampilan profesional merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.

Lebih jauh, Bupati Asep mendorong NU untuk mengambil peran dalam memperluas pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan kewirausahaan, penguatan usaha mikro dan kecil, serta optimalisasi potensi ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, organisasi keagamaan diharapkan mampu menghadirkan kontribusi yang lebih luas, mulai dari pembinaan spiritual hingga pemberdayaan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

**UHC Prioritas, Komitmen Pemerintah Memperluas Perlindungan Kesehatan**

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Asep juga menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan masyarakat melalui kebijakan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Ia mengungkapkan rencana penandatanganan kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan medis.

“Ke depan, insyaallah saya akan menandatangani UHC Prioritas. Jadi, apabila ada masyarakat Kabupaten Bekasi yang sakit, tidak harus membawa KTP. Yang penting orang Bekasi langsung mempunyai kartu BPJS aktif,” jelasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan perhatian pemerintah daerah terhadap pentingnya pelayanan publik yang responsif, mudah dijangkau, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Bupati Asep berharap perlindungan kesehatan dapat menjadi bagian dari komitmen pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, sehingga pertumbuhan daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warganya.

**KH Enjuk Marjuki: Amanah Kepengurusan adalah Mata Rantai Perjuangan Ulama**

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, KH Enjuk Marjuki, menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni kelembagaan ataupun prosesi pengucapan ikrar jabatan.

Baginya, pelantikan merupakan momentum sakral yang mengandung tanggung jawab besar untuk meneruskan mata rantai perjuangan para ulama dalam menjaga agama, membimbing umat, serta turut merawat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan penuh rasa syukur, KH Enjuk menyampaikan bahwa kepengurusan baru yang dilantik merupakan penerima amanah besar yang harus dijalankan melalui kerja nyata, ketulusan, dan konsistensi pengabdian.

“Alhamdulillah adalah kalimat terindah yang kami ucapkan pada siang yang berkah ini. Kita berkumpul di tempat yang berkah ini dalam rangka menyaksikan satu prosesi yang sakral buat kami. Ini merupakan amanah yang sangat berat yang harus kami emban,” ujarnya.

Dalam arah perjuangan organisasi, KH Enjuk kemudian menegaskan tiga prinsip fundamental yang menjadi landasan pengabdian PCNU Kabupaten Bekasi.

Pertama, **Himayatud Din**, yakni menjaga dan mempertahankan agama serta nilai-nilai ajaran Islam.

Kedua, **Himayatul Ummah**, yaitu menjaga, membimbing, dan melindungi umat agar senantiasa berada dalam tuntunan ajaran Islam.

Ketiga, **Himayatud Daulah**, yakni turut menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara serta berkontribusi dalam merawat keutuhan daerah berdasarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

“Pelantikan ini bukan hanya sekadar ikrar, tetapi merupakan sambung sanad perjuangan PCNU Kabupaten Bekasi dalam rangka menjalankan tiga tugas utama, yaitu Himayatud Din, Himayatul Ummah, dan Himayatud Daulah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan dalam NU bukan semata-mata tentang kedudukan struktural, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga kesinambungan perjuangan, merawat tradisi keilmuan, memperkuat persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Melalui kepengurusan yang baru, KH Enjuk berharap PCNU Kabupaten Bekasi semakin solid dalam menjalankan khidmah organisasi, memperluas pembinaan umat, memperkuat peran ulama, serta membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat.

Merawat Tradisi, Memperkuat Kolaborasi, Membangun Masa Depan

Pelantikan dan Musyawarah Kerja PCNU Kabupaten Bekasi ini menjadi momentum penting untuk menerjemahkan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama ke dalam agenda kerja organisasi yang terarah, produktif, dan berdampak nyata.

Di tengah transformasi Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri yang terus berkembang, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga keseimbangan pembangunan.

Pemerintah membutuhkan partisipasi masyarakat dan kekuatan moral ulama, sementara organisasi keagamaan membutuhkan ruang kolaborasi agar nilai-nilai keumatan dapat berkontribusi lebih luas terhadap pembangunan daerah.

Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga matang secara spiritual, unggul dalam pendidikan, kuat dalam persaudaraan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Pada akhirnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan bukan hanya tentang membangun kawasan industri dan infrastruktur, melainkan juga membangun manusia, memperkuat peradaban, dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam menikmati hasil kemajuan.

Melalui semangat khidmah, persatuan, dan kolaborasi, PCNU Kabupaten Bekasi diharapkan terus menjadi bagian dari kekuatan strategis dalam merawat kehidupan keagamaan, memperkokoh harmoni sosial, serta mengantarkan Kabupaten Bekasi menuju masa depan yang lebih maju, religius, inklusif, dan sejahtera.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement