Umum
Beranda / Umum / H. Margono, A.Md., Ketua APDESI Kabupaten Karawang: Milangkala Desa Mulyasari ke-45 Harus Jadi Momentum Kebersamaan, Pengabdian, dan Kemajuan Desa

H. Margono, A.Md., Ketua APDESI Kabupaten Karawang: Milangkala Desa Mulyasari ke-45 Harus Jadi Momentum Kebersamaan, Pengabdian, dan Kemajuan Desa

KARAWANG — SWARAJABAR.ID — Pemerintah Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, terus memperkuat soliditas aparatur pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan melalui agenda rapat minggon yang berlangsung di Aula Kantor Desa Mulyasari, Rabu (14/10/2026).

Rapat tersebut dipimpin dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab pelayanan publik. Selain membahas berbagai persoalan kewilayahan, forum ini menjadi momentum penting bagi Kepala Desa Mulyasari sekaligus Ketua APDESI Kabupaten Karawang, H. Margono, A.Md., untuk mengonsolidasikan seluruh unsur pemerintahan desa dalam menyukseskan persiapan Milangkala Desa Mulyasari ke-45 tahun 2026.

Dalam sambutannya, H. Margono menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan untuk kembali berkumpul dan menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Peltu Suyanto, Babinsa Desa Mulyasari: Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat Jadi Fondasi Keamanan serta Kemajuan Desa

Ia berharap seluruh peserta rapat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, umur panjang, serta keberkahan dalam menjalankan amanah masing-masing.

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan melaksanakan rapat minggon. Saya berharap seluruh aparatur desa, lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi Desa Mulyasari yang kita cintai,” demikian pesan yang disampaikan H. Margono.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan warga dan unsur kelembagaan desa yang sedang sakit agar segera memperoleh kesembuhan, sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas dan berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan.

Sukamdi, Direktur BUMDes Mulyasari, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas: Perkuat Kemitraan Usaha, Serap Tenaga Kerja Lokal, dan Kawal Manfaat Ekonomi bagi Desa

Menurutnya, kesehatan, persaudaraan, dan kepedulian sosial merupakan modal utama untuk menjaga keberlangsungan pelayanan pemerintahan serta pembangunan desa.

Aparatur Desa Harus Mengabdi dengan Ikhlas, Amanah, dan Bertanggung Jawab

Dalam arahannya, H. Margono menegaskan bahwa menjadi bagian dari pemerintahan desa bukan sekadar menjalankan jabatan administratif, melainkan amanah pengabdian yang harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

Ia mengingatkan seluruh perangkat desa, anggota BPD, ketua RT dan RW, kepala dusun, LPM, Karang Taruna, PKK, Posyandu, serta berbagai unsur kelembagaan lainnya agar senantiasa menjaga kekompakan dan memperkuat koordinasi.

Menurutnya, setiap unsur memiliki tugas dan fungsi masing-masing, tetapi seluruhnya mempunyai tujuan yang sama, yakni menghadirkan pelayanan yang baik dan mendorong kemajuan masyarakat.

Dalung, Ketua Karang Taruna Desa Mulyasari: Perkuat Pelatihan dan Penyaluran Tenaga Kerja, Pemuda Harus Jadi Penggerak Kemajuan Desa

“Kalau kita sudah memilih untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, maka jalankanlah amanah itu dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, dan berikan yang terbaik. Jangan sampai kita kehilangan semangat dalam menjalankan tugas. Mari kita jaga kekompakan, saling membantu, dan bergotong royong demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Desa Mulyasari,” tegasnya.

H. Margono juga mengingatkan bahwa aparatur desa merupakan salah satu ujung tombak pelayanan pemerintahan. Karena itu, setiap kebijakan dan program pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, maupun kecamatan, perlu dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat sesuai kewenangan masing-masing.

Ia berharap seluruh perangkat dan lembaga desa dapat menjadi mitra yang aktif dalam menyampaikan informasi, mengidentifikasi persoalan warga, serta membantu memastikan program pembangunan berjalan secara transparan dan tepat sasaran.

Baginya, kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui janji, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata, keterbukaan, dan kualitas pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

## Kekeringan Jadi Perhatian, Pemerintah Desa Dorong Solusi Air Bersih

Selain konsolidasi kelembagaan, H. Margono turut menyoroti persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Desa Mulyasari, termasuk Kampung Jomin.

Ia menjelaskan bahwa persoalan air bersih perlu ditangani dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan sesaat, tetapi juga mempertimbangkan solusi jangka panjang.

Menurutnya, perubahan kondisi cuaca dan meningkatnya tekanan terhadap ketersediaan air menuntut pemerintah desa untuk lebih cermat dalam mempersiapkan langkah antisipasi.

Salah satu upaya yang telah didorong adalah penyediaan akses jaringan air perpipaan melalui PDAM untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

H. Margono menuturkan bahwa pemerintah desa telah mengupayakan pemasangan jaringan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar untuk memberikan solusi yang lebih berkelanjutan bagi warga.

Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan air bersih tidak dapat dipandang sederhana. Perubahan lingkungan, perkembangan kawasan, dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat perlu menjadi pertimbangan dalam merencanakan infrastruktur dasar desa.

“Pemerintah desa harus berpikir jauh ke depan. Jangan sampai persoalan air bersih baru kita tangani ketika masyarakat sudah mengalami kesulitan. Kita perlu mempersiapkan langkah antisipasi sejak awal agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan lebih baik,” menjadi penekanan dalam arahannya.

Selain mendorong akses jaringan air perpipaan, pemerintah desa juga telah mengupayakan pengajuan proposal bantuan untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

H. Margono berharap koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dapat terus diperkuat agar kebutuhan warga memperoleh perhatian dan penanganan yang sesuai.

Ia pun mengajak seluruh unsur kewilayahan untuk aktif memantau kondisi masyarakat, melaporkan wilayah yang mengalami kesulitan air, serta menyampaikan informasi secara cepat kepada pemerintah desa.

Dengan demikian, penanganan kekeringan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem penyediaan air bersih yang lebih tangguh pada masa mendatang.

Penguatan BPD dan Lembaga Desa, Sinergi Harus Semakin Solid

Dalam kesempatan tersebut, H. Margono juga menyampaikan harapan agar anggota BPD yang telah dilantik dan menerima surat keputusan dapat segera menjalankan tugas dengan semangat baru.

Ia menekankan pentingnya pembagian wilayah kerja, koordinasi antarlembaga, serta komunikasi yang berkesinambungan dengan perangkat kewilayahan.

Anggota BPD diharapkan mampu menjalankan fungsi sesuai ketentuan, membangun komunikasi dengan masyarakat, dan memperkuat hubungan kerja dengan pemerintah desa.

Koordinasi tersebut perlu melibatkan ketua RT dan RW, kepala dusun, LPM, Karang Taruna, PKK, Posyandu, serta unsur kelembagaan lain yang menjalankan kegiatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

H. Margono berharap seluruh unsur tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun pola kerja kolaboratif yang saling mendukung.

Menurutnya, tantangan pembangunan desa akan lebih mudah diatasi apabila setiap pihak memahami tanggung jawabnya, terbuka terhadap masukan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia juga mengajak seluruh aparatur untuk terus menjaga kesehatan dan kesiapan fisik, mengingat berbagai kegiatan pelayanan, sosial, dan kemasyarakatan membutuhkan tenaga serta kerja sama yang baik.

“Kalau kita kompak, saling mendukung, dan bekerja dengan ikhlas, pekerjaan seberat apa pun akan terasa lebih ringan. Mari kita buktikan bahwa pemerintahan Desa Mulyasari mampu memberikan pelayanan terbaik secara terbuka, bertanggung jawab, dan benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Milangkala Desa Mulyasari ke-45 Dijadwalkan Berlangsung 30 Oktober–1 November 2026

Memasuki agenda utama rapat, H. Margono menyampaikan rencana penyelenggaraan Milangkala Desa Mulyasari ke-45 yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.

Menurutnya, peringatan hari jadi desa tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung pada September. Namun, pelaksanaannya dijadwalkan ulang dengan mempertimbangkan sejumlah agenda lain, termasuk kegiatan desa-desa sekitar dan peringatan hari jadi Kabupaten Karawang.

Ia menegaskan bahwa persiapan Milangkala tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah desa. Seluruh unsur kelembagaan dan masyarakat diharapkan mengambil bagian sesuai kemampuan serta tanggung jawab masing-masing.

Karena itu, rapat minggon menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kepanitiaan, menyusun rangkaian kegiatan, membagi tugas, dan memastikan seluruh persiapan berjalan terkoordinasi.

H. Margono berharap Milangkala Desa Mulyasari ke-45 menjadi pesta rakyat yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat rasa syukur, kepedulian sosial, kebersamaan, dan kebanggaan masyarakat terhadap desa.

“Milangkala ini bukan semata-mata perayaan hari jadi. Ini merupakan momentum untuk bersyukur kepada Allah SWT atas perjalanan desa kita, sekaligus mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat gotong royong. Saya berharap seluruh unsur pemerintahan, lembaga desa, pemuda, dan masyarakat bersama-sama memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Rangkaian Kegiatan Sosial, Keagamaan, dan Hiburan Rakyat

Berdasarkan pemaparan awal dalam rapat, rangkaian Milangkala Desa Mulyasari direncanakan mencakup sejumlah kegiatan sosial, keagamaan, olahraga rekreatif, dan hiburan rakyat.

Beberapa agenda yang dibahas antara lain:

– Kegiatan keagamaan dan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan Desa Mulyasari serta harapan untuk kemajuan desa pada masa mendatang.
– Santunan anak yatim piatu, sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang membutuhkan perhatian bersama.
– Tablig akbar atau pengajian, yang diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, dan motivasi dalam kehidupan bermasyarakat.
– Jalan santai dan pembagian doorprize, sebagai sarana mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus mendorong pola hidup sehat.
– Hiburan rakyat dan pagelaran wayang golek, yang direncanakan menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya serta memberikan hiburan bagi masyarakat.
– Kegiatan sosial tambahan, termasuk kemungkinan pelaksanaan sunatan massal dan pengobatan gratis, dengan mempertimbangkan hasil pendataan peserta, kebutuhan masyarakat, serta kesiapan teknis dan anggaran.

H. Margono secara khusus meminta para ketua RT dan RW membantu memperbarui data anak yatim piatu yang berhak memperoleh santunan. Langkah tersebut diperlukan agar penyaluran bantuan dapat dipersiapkan secara tertib dan menjangkau sasaran sesuai kriteria yang ditetapkan panitia.

Ia juga meminta pendataan calon peserta sunatan massal segera dituntaskan dan dilaporkan pada rapat minggon berikutnya.

Apabila jumlah calon peserta dan kesiapan pelaksanaan memungkinkan, kegiatan tersebut akan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam rangkaian Milangkala. Jika belum memungkinkan, pemerintah desa dapat mempertimbangkan alternatif kegiatan sosial lain sesuai kebutuhan warga dan kemampuan pelaksanaan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan tidak hanya mempertimbangkan kemeriahan acara, tetapi juga memperhatikan manfaat, kebutuhan riil, dan kesiapan penyelenggara.

Adapun jadwal final, pembagian tugas, serta rincian kegiatan akan dimatangkan melalui koordinasi kepanitiaan yang dibentuk bersama.

Ruang Kreativitas Pemuda dan Pembangunan Lingkungan yang Positif

H. Margono juga menaruh perhatian terhadap pengembangan kegiatan kepemudaan di Desa Mulyasari.

Ia menyampaikan rencana untuk memanfaatkan fasilitas desa, termasuk panggung di kawasan plaza desa, sebagai ruang bagi kegiatan kreatif, seni, dan aktivitas positif generasi muda.

Menurutnya, pemuda harus diberikan kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan berpartisipasi dalam pembangunan desa. Ketersediaan ruang kegiatan yang sehat diharapkan dapat memperkuat hubungan antargenerasi sekaligus mendorong lahirnya kreativitas masyarakat.

Ia mengajak Karang Taruna dan unsur kepemudaan untuk berkolaborasi dalam merancang kegiatan yang bermanfaat, baik di bidang seni, olahraga, budaya, maupun aktivitas sosial.

Upaya tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari pencegahan terhadap pergaulan berisiko, tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai perilaku yang dapat merugikan masa depan generasi muda.

“Anak-anak muda harus kita dukung. Berikan ruang untuk berkegiatan, berkreasi, dan mengembangkan potensi. Kita ingin fasilitas desa dimanfaatkan untuk hal-hal positif yang membangun kebersamaan, bukan sebaliknya,” menjadi pesan yang ditekankan dalam arahannya.

Selain pengembangan ruang kepemudaan, H. Margono menyampaikan rencana pembenahan Aula Kantor Desa Mulyasari agar menjadi tempat yang lebih nyaman untuk rapat, pelayanan, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Penataan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan aparatur dan warga ketika mengikuti kegiatan pemerintahan maupun pertemuan sosial.

Baginya, pembangunan desa bukan hanya tentang infrastruktur berskala besar, tetapi juga mengenai penyediaan ruang publik yang layak, produktif, dan dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Ketua APDESI Kabupaten Karawang Ajak Seluruh Unsur Jaga Semangat Gotong Royong

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Desa Mulyasari sekaligus Ketua APDESI Kabupaten Karawang, H. Margono menegaskan pentingnya menjaga semangat pengabdian, kolaborasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan desa.

Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai pesan dalam rapat, tetapi diwujudkan melalui pelaksanaan tugas sehari-hari, peningkatan kualitas pelayanan, serta keterlibatan aktif dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Menurutnya, desa memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan pemerintahan karena berhubungan langsung dengan kebutuhan warga.

Oleh sebab itu, aparatur dan lembaga desa perlu terus meningkatkan koordinasi, memahami tugas masing-masing, serta menyampaikan informasi secara jelas dan bertanggung jawab.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan keharmonisan lingkungan, termasuk mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.

Terkait penyelenggaraan Milangkala, H. Margono berharap seluruh persiapan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, memperhatikan kemampuan anggaran, serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Koordinasi dengan unsur kewilayahan dan pihak terkait, termasuk kepolisian dan pemerintah kecamatan, juga diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan yang melibatkan banyak warga.

Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang solid, ia optimistis peringatan hari jadi Desa Mulyasari dapat berlangsung tertib, meriah, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat.

Meneguhkan Pengabdian untuk Desa Mulyasari yang Lebih Maju

Menutup arahannya, H. Margono kembali mengingatkan bahwa seluruh ikhtiar pembangunan harus dilandasi rasa syukur, semangat kebersamaan, dan keikhlasan dalam bekerja.

Ia berharap aparatur pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan untuk menjalankan amanah, sekaligus terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baginya, tantangan yang dihadapi desa, mulai dari persoalan air bersih, kebutuhan pelayanan sosial, penguatan kelembagaan, hingga pembangunan generasi muda, membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Tidak ada satu unsur yang dapat bekerja sendiri. Pemerintahan yang kuat harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, koordinasi yang efektif, dan kesediaan untuk saling mendukung.

Rapat minggon Desa Mulyasari pun menjadi momentum untuk mempertegas kembali komitmen tersebut sekaligus mempersiapkan Milangkala Desa ke-45 sebagai perayaan yang sarat makna.

Melalui semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian yang berkelanjutan, H. Margono berharap Desa Mulyasari semakin berkembang menjadi desa yang harmonis, produktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

Milangkala ke-45 bukan sekadar menandai perjalanan waktu, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mengevaluasi pembangunan, dan meneguhkan tekad bersama dalam mewujudkan Desa Mulyasari yang lebih maju, sejahtera, dan membanggakan.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

https://www.tiktok.com/@swara_jabar?_r=1&_t=ZS-99lrpYWVd5x
× Advertisement
× Advertisement