Umum
Beranda / Umum / Dalung, Ketua Karang Taruna Desa Mulyasari: Perkuat Pelatihan dan Penyaluran Tenaga Kerja, Pemuda Harus Jadi Penggerak Kemajuan Desa

Dalung, Ketua Karang Taruna Desa Mulyasari: Perkuat Pelatihan dan Penyaluran Tenaga Kerja, Pemuda Harus Jadi Penggerak Kemajuan Desa

KARAWANG — SWARAJABAR.ID — Komitmen menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal terus menjadi perhatian Karang Taruna Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. Melalui penguatan organisasi hingga tingkat dusun, RT, dan RW, Karang Taruna berupaya membangun gerakan kepemudaan yang lebih terstruktur, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Mulyasari, yang akrab disapa Dalung, dalam agenda rapat minggon Pemerintah Desa Mulyasari di Aula Kantor Desa Mulyasari, Rabu (14/10/2026).

Dalam sambutannya, Dalung menegaskan bahwa Karang Taruna harus mampu mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan pengangguran, terutama di tengah keberadaan kawasan industri yang membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar Desa Mulyasari.

Menurutnya, keberadaan kawasan industri, termasuk Kawasan Industri Suryacipta, perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi wilayahnya sendiri.

Karena itu, Karang Taruna berupaya mendorong berbagai kegiatan pelatihan, peningkatan keterampilan, serta fasilitasi informasi dan penyaluran tenaga kerja kepada perusahaan-perusahaan yang membuka kesempatan kerja.

Peltu Suyanto, Babinsa Desa Mulyasari: Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat Jadi Fondasi Keamanan serta Kemajuan Desa

“Karang Taruna harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang membutuhkan pekerjaan. Kita ingin pemuda Desa Mulyasari memiliki keterampilan, kesiapan, dan akses informasi yang lebih baik agar mampu bersaing dalam mendapatkan kesempatan kerja di perusahaan,” menjadi penekanan Dalung dalam arahannya.

## Perkuat Ranting hingga Dusun, RT, dan RW

Dalung menjelaskan bahwa upaya mengurangi pengangguran tidak dapat hanya mengandalkan ketua atau pengurus inti Karang Taruna. Diperlukan jaringan organisasi yang aktif dan mampu menjangkau masyarakat hingga lingkungan terkecil.

Untuk itu, ia mendorong pembentukan dan penguatan ranting-ranting Karang Taruna di setiap dusun serta pengorganisasian kader hingga tingkat RT dan RW sebagai kepanjangan tangan organisasi di tengah masyarakat.

Melalui struktur yang lebih kuat, pendataan pemuda yang belum bekerja dapat dilakukan secara lebih terarah. Informasi mengenai lowongan pekerjaan, kebutuhan kualifikasi perusahaan, dan program pelatihan juga diharapkan dapat disampaikan lebih cepat kepada warga yang membutuhkan.

Sukamdi, Direktur BUMDes Mulyasari, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas: Perkuat Kemitraan Usaha, Serap Tenaga Kerja Lokal, dan Kawal Manfaat Ekonomi bagi Desa

Dalung menilai, organisasi yang kuat bukan semata-mata ditentukan oleh keberadaan seorang ketua, melainkan oleh kemampuan seluruh pengurus dan kader menjalankan tanggung jawab secara bersama-sama.

“Jangan selalu mengandalkan ketua. Karang Taruna ini organisasi bersama. Kita harus bergerak dari tingkat desa sampai dusun, RT, dan RW. Semua pengurus harus aktif, memahami tugasnya, dan menjadi penghubung bagi pemuda di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan struktur tersebut akan mempermudah koordinasi, memperluas jangkauan pelayanan kepemudaan, serta membantu organisasi mengidentifikasi persoalan ketenagakerjaan secara lebih akurat.

Dengan data yang terorganisasi, Karang Taruna dapat memetakan kebutuhan pelatihan, mengidentifikasi calon tenaga kerja, dan membangun komunikasi yang lebih efektif dengan perusahaan maupun pihak terkait.

## Tegaskan Komitmen terhadap Transparansi Rekrutmen Tenaga Kerja

H. Margono, A.Md., Ketua APDESI Kabupaten Karawang: Milangkala Desa Mulyasari ke-45 Harus Jadi Momentum Kebersamaan, Pengabdian, dan Kemajuan Desa

Dalam kesempatan tersebut, Dalung juga menanggapi isu yang berkembang mengenai dugaan adanya orang dari luar wilayah yang masuk bekerja di perusahaan sekitar Desa Mulyasari, termasuk kabar mengenai pembayaran uang hingga puluhan juta rupiah untuk memperoleh pekerjaan.

Ia menegaskan bahwa isu tersebut perlu disikapi secara hati-hati dan tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta sebelum didukung bukti yang dapat diverifikasi.

Karang Taruna, menurut Dalung, berkepentingan memastikan masyarakat memperoleh informasi rekrutmen yang benar, transparan, dan tidak menimbulkan kerugian bagi pencari kerja.

Ia mendorong agar setiap informasi mengenai dugaan pungutan dalam proses penerimaan tenaga kerja ditelusuri melalui mekanisme yang tepat. Apabila terdapat bukti mengenai praktik percaloan atau permintaan uang yang tidak semestinya, persoalan tersebut perlu disampaikan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Dalung juga menekankan bahwa perjuangan membuka akses kerja bagi warga lokal harus dilakukan melalui jalur yang sah dan profesional, bukan dengan menjanjikan kelulusan atau meminta imbalan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Prinsip kami jelas, pemuda harus mendapatkan akses informasi dan kesempatan yang adil. Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan pekerjaan justru menjadi korban informasi yang tidak benar atau praktik yang merugikan. Kalau ada dugaan penyimpangan, mari kita klarifikasi dan tindak lanjuti berdasarkan fakta,” demikian pesan yang ditekankannya.

Ia menambahkan bahwa upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar harus tetap menghormati prosedur rekrutmen, persyaratan kompetensi, dan kebijakan perusahaan yang berlaku.

Dengan demikian, perjuangan Karang Taruna tidak hanya diarahkan pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dari informasi lowongan yang tidak jelas dan praktik perekrutan yang berpotensi merugikan.

## Briefing Pengurus, Satukan Visi dan Misi Pengentasan Pengangguran

Sebagai langkah lanjutan, Dalung menyampaikan rencana untuk menggelar briefing bersama jajaran pengurus Karang Taruna Desa Mulyasari.

Pertemuan tersebut akan diarahkan untuk menyatukan visi dan misi, memperjelas pembagian tugas, memperkuat koordinasi antarranting, serta menyusun langkah kerja yang lebih terukur dalam membantu mengurangi pengangguran.

Menurutnya, gerakan organisasi perlu dibangun melalui perencanaan yang jelas, bukan sekadar semangat sesaat. Setiap pengurus diharapkan memahami persoalan yang dihadapi pemuda di wilayahnya dan mampu menyampaikan kebutuhan tersebut kepada organisasi untuk ditindaklanjuti.

Agenda briefing juga diharapkan menjadi ruang evaluasi terhadap kegiatan yang telah berjalan, termasuk pendataan pencari kerja, penyebaran informasi lowongan, pelatihan keterampilan, serta komunikasi dengan perusahaan di kawasan industri.

Dalung berharap hasil pertemuan tersebut dapat melahirkan pola kerja yang lebih sistematis sehingga upaya penyaluran tenaga kerja tidak berjalan sporadis, melainkan menjadi program organisasi yang berkesinambungan.

Ia juga mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Desa Mulyasari, lembaga desa, unsur kewilayahan, dan pihak terkait agar program kepemudaan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pembangunan desa.

## Karang Taruna Siap Menjadi Mitra Strategis Pemerintah Desa

Dalung menegaskan bahwa Karang Taruna tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang kepemudaan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendukung program pemerintah desa, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial, dan peningkatan kesejahteraan warga.

Menurutnya, pemuda merupakan aset penting dalam pembangunan. Potensi mereka harus diarahkan melalui kegiatan produktif yang membuka ruang bagi peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, partisipasi sosial, dan penciptaan peluang ekonomi.

Karena itu, ia mengajak seluruh anggota Karang Taruna untuk menjaga kekompakan, membangun komunikasi yang sehat, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Sinergi dengan Kepala Desa Mulyasari, H. Margono, A.Md., beserta perangkat desa dan seluruh lembaga kemasyarakatan diharapkan semakin memperkuat upaya mengatasi persoalan pengangguran sekaligus mendorong kemajuan desa.

Dalung berpandangan bahwa keberhasilan organisasi bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Apabila semakin banyak pemuda memperoleh akses pelatihan, mendapatkan informasi kerja yang valid, dan mampu memasuki dunia kerja melalui proses yang transparan, maka Karang Taruna telah mengambil bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi desa.

## Dari Kepemudaan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Melalui rapat minggon tersebut, Dalung menegaskan kembali komitmen Karang Taruna Desa Mulyasari untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membangun jaringan kerja yang lebih efektif hingga tingkat lingkungan.

Ia berharap seluruh pengurus tidak berhenti pada penyampaian gagasan, tetapi segera menerjemahkannya menjadi langkah nyata melalui pendataan, pelatihan, koordinasi, dan fasilitasi informasi kesempatan kerja.

Di tengah dinamika pertumbuhan kawasan industri Karawang, pemuda Desa Mulyasari diharapkan mampu mengambil peran sebagai bagian dari kemajuan ekonomi wilayahnya sendiri.

Bagi Dalung, pengentasan pengangguran membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan komitmen jangka panjang. Pemerintah desa, Karang Taruna, masyarakat, lembaga terkait, serta dunia usaha perlu membangun komunikasi yang terbuka agar potensi lokal dapat berkembang secara optimal.

“Kita ingin Karang Taruna benar-benar hadir untuk masyarakat. Pemuda harus memiliki kesempatan untuk berkembang, memperoleh pekerjaan melalui jalur yang benar, dan ikut membangun desanya. Dengan kebersamaan, organisasi yang kuat, dan dukungan semua pihak, kita berupaya mewujudkan Desa Mulyasari yang lebih maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” menjadi semangat yang ingin dibangun melalui langkah-langkah tersebut.

Dengan penguatan organisasi hingga tingkat dusun, RT, dan RW, Karang Taruna Desa Mulyasari diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam pemberdayaan pemuda, perluasan akses kerja, dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

https://www.tiktok.com/@swara_jabar?_r=1&_t=ZS-99lrpYWVd5x
× Advertisement
× Advertisement