Program WUB Idris-Imam Banyak Manfaat di Depok, Perizinan Seperti NIB, PIRT, Halal self declare, Halal Reguler, HK Di Bantu Pemkot

2 min read

Depok, Swarajabar.id – Yang bilang wira usaha baru (WUB) dapat modal gagal paham bambang!. Program yang diinisiasi Walikota dan Wakil Walikota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono semuanya sudah difasilitasi.

Hanya saja soal permodalan, memang baru dan akan diberikan saat Imam Budi Hartono dan Ririn Farabi Arafiq memimpin Kota Depok 2025-2030.

Pendamping WUB Kecamatan Cimanggis, Salfiyaningsih menegaskan, program WUB yang merupakan salah satu program dari Walikota dan Wakil Walikota Depok selama 3 tahun ini. Merupakan program yang sangat bermanfaat bagi warga Depok, terutama bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, masyarakat yang mempunyai usaha mikro kecil diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan untuk menunjang usaha mereka. Diantaranya pelatihan kewirausahaan, logo dan kemasam, digital marketing dan lain-lain.

Selain itu, kata Salfiyaningsih, peserta WUB juga diberikan fasilitas  pendampingan oleh para pendamping yang kompeten dibidangnya selama 6 bulan masa program. Perizinan juga dibantu oleh pemerintah seperti NIB, PIRT, Halal self declare, Halal reguler, HKI.

“Untuk pemasaran, pemkot juga memberikan akses baik pasar offline maupun online seperti alun-alun timur dan barat. Toko oleh-oleh dan hotel. Untuk online program ini bekerjasama dengan Shopee dan juga Tiktok Indonesia,” beber Salfiyaningsih.

Sementara, untuk Kecamatan Cimanggis sendiri tahun ini diikuti oleh 154 peserta dengan prosentase bidang usaha hampir 80% kuliner. Sisanya craft, fashion dan jasa.

Di Kecamatan Cimamggis juga pendamping melakukan piket Klinik Bisnis setiap hari. Ini agar para peserta maupun UKM eksis dapat mengkonsultasikan masalah dalam bisnisnya.

“Untuk permodalan pemkot bekerjasama dengan BJB untuk sosialisasi KUR. Tapi pendamping Kecamatan Cimanggis juga memberikan akses permodalan melalui Pegadaian dan juga Bank DKI,” beber dia.

Target dari pelaksanaan program ini, sambung Salfiyaningsih diantara yaitu kenailan omset aset dan tenaga kerja. Dari omset yang tercatat dari 6 kelurahan dari Juni Rp376.833.000 dan diakhir pendampingan di  Oktober 2024  Rp3.212.815.000.

“Omset naik sekitar 850 persen. Untuk aset di Oktober Rp93.649.500. Dan ada kenaikan jumlah karyawan dari 45 menjadi 79 sumber daya manusia,” tandas Salfiyaningsih.(Bro/***)

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours